• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bila Terjadi di Jepang, Jokowi Sudah Harakiri Sejak Dulu

Ali Syarief by Ali Syarief
May 3, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bila Terjadi di Jepang, Jokowi Sudah Harakiri Sejak Dulu

Mundur Lebih Terhormat daripada Malu dan Dipermalukan

Share on FacebookShare on Twitter

Seandainya Indonesia menegakkan kehormatan seperti Jepang, pemimpin seperti Jokowi mungkin sudah lama menyudahi segalanya—bukan dengan pengalihan isu, tapi dengan pengunduran diri, atau bahkan harakiri.

Di Jepang, kehormatan seorang pemimpin tidak diukur dari seberapa kuat ia bertahan dalam badai, tetapi dari seberapa jujur ia mengaku gagal. Dalam dunia yang mengagungkan “survival of the fittest,” Jepang tetap menjaga nilai lama: lebih baik mundur dengan hormat ketimbang bertahan dengan cela.

Koizumi: “Trust is the soul of politics.”

Mantan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi pernah berkata, “Shinrai wa seiji no tamashii da” — “Kepercayaan adalah jiwa dari politik.” Dan ketika jiwa itu rusak, maka politik berubah menjadi sekadar perebutan kekuasaan tanpa arah. Maka tidak heran, saat rezim Koizumi menghadapi kritik tajam, ia mengambil keputusan tidak populer: reformasi pos dan memotong subsidi politisi senior dari partainya sendiri. Ia tahu, kepercayaan publik bukan warisan—ia harus terus diperjuangkan.

Joko Widodo mungkin tak pernah belajar dari Koizumi. Ia membangun pencitraan, tapi membiarkan kepercayaan publik luruh. Ia menjanjikan meritokrasi, tapi menghadiahkan kekuasaan kepada keluarga. Ia menjanjikan revolusi mental, tapi justru mempermalukan etika publik.

Yukio Hatoyama: “I failed because I broke my promise.”

Yukio Hatoyama mundur dari jabatan perdana menteri pada 2010, hanya sembilan bulan setelah menjabat. Alasannya? Ia gagal memenuhi janji untuk memindahkan pangkalan militer Amerika dari Okinawa. Dalam pidato pengundurannya, Hatoyama mengatakan dengan kepala tertunduk:

“Minasan no shinrai wo uragitta. Watashi wa yakusoku wo mamorenakatta. Sore ga watashi no shippai desu.”
(“Saya mengkhianati kepercayaan kalian. Saya gagal menepati janji. Itu adalah kegagalan saya.”)

Di Indonesia, Jokowi justru merayakan pengkhianatan terhadap janji politiknya. Dari menolak bagi-bagi kursi, hingga menjadikan putranya wakil presiden—semuanya dianggap sah asal diselubungi pencitraan. Bagi Jokowi, politik bukan soal janji, tapi soal daya tahan.

Fukuyama: “State-building requires trust, and trust is built on accountability.”

Yoshihiro Francis Fukuyama, pemikir politik berdarah Jepang-Amerika, menulis dalam Political Order and Political Decay: “Building a strong state is not enough. Without public trust and accountability, it becomes a predatory institution.”

Dan di sinilah posisi Indonesia kini: sebuah negara yang kuat secara birokrasi, tapi keropos secara etika. Kelembagaan berjalan, tapi tunduk pada kehendak keluarga sang presiden. Undang-undang bisa diubah demi satu anak, dan Mahkamah bisa diselewengkan oleh satu ayah.

Kita Bukan Jepang

Seandainya Joko Widodo terjadi di Jepang, ia mungkin sudah mundur sejak awal periode kedua. Atau bahkan, jika benar isu ijazah palsu itu terungkap secara terbuka dan adil, ia akan dikenang sebagai aib dalam sejarah politik.

Tapi kita bukan Jepang. Kita negeri yang mempercayai wacana lebih dari kejujuran. Kita lupa, bahwa pemimpin tidak hanya dinilai dari pembangunan jalan tol, tapi juga dari jalan moralnya. Dan bila jalan itu retak oleh nepotisme, pemalsuan, dan kebohongan, maka yang dibangun bukan peradaban—melainkan dinasti.


Keterangan Tambahan:

  • Junichiro Koizumi menjabat sebagai PM Jepang 2001–2006, dikenal bersih dan anti-mainstream di dalam partainya.
  • Yukio Hatoyama mundur tahun 2010 karena gagal menepati janji relokasi pangkalan AS di Okinawa.
  • Francis Fukuyama adalah pemikir kenegaraan dan penulis buku-buku seperti The End of History dan Political Order and Political Decay, banyak mengulas tentang governance dan trust in democracy.

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Misteri Map Kuning Jokowi

Next Post

Ijazah Jokowi: Bagi Yang Percaya Itu Asli – Bagi Yang Mengerti Itu Palsu – KPU Angkatan Tangan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Ijazah Jokowi: Bagi Yang Percaya Itu Asli – Bagi Yang Mengerti Itu Palsu – KPU Angkatan Tangan

Ijazah Jokowi: Bagi Yang Percaya Itu Asli - Bagi Yang Mengerti Itu Palsu - KPU Angkatan Tangan

Bank Dunia : 60,3 Persen Penduduk Indonesia Terkategori Miskin Pada 2024

Beda Versi Antara Bank Dunia dan Pemerintah Indonesia Dalam  Hitungan  Angka  Kemiskinan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...