Para ilmuwan sedang mengembangkan sistem peringatan gempa baru yang disebut penginderaan akustik terdistribusi (DAS), yang menggunakan kabel serat optik untuk mendeteksi gelombang seismik dan berpotensi memberikan cakupan yang lebih luas daripada sistem tradisional.
Ketika dua gempa besar melanda Türkiye selatan dan bagian-bagian tetangga Suriah pada tanggal 6 Februari, kebanyakan orang tidak mengetahui kematian dan kehancuran yang akan terjadi selanjutnya.
Terperangkap di rumah dan tempat kerja mereka, lebih dari 52.000 orang kehilangan nyawa mereka dalam apa yang disebut sebagai “bencana abad ini”.
Kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi kembar dan gempa susulan berikutnya telah mengembalikan sorotan pada ilmu prediksi gempa yang sedang berkembang.
Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah membuat kemajuan dalam menciptakan sistem peringatan dini gempa yang mengirimkan peringatan langsung ke ponsel orang ketika seismometer mendeteksi awal getaran.
Teknologi ini hanya memberikan peringatan beberapa detik, tergantung pada kedekatannya dengan pusat gempa, yang dapat memberikan cukup waktu bagi orang untuk berlindung dan melindungi diri mereka sendiri
Salah satu teknologi baru yang dapat meningkatkan sistem peringatan dini ini adalah Distributed Acoustic Sensing (DAS) (Penginderaan Akustik Terdistribusi .)
Meskipun DAS masih dalam tahap awal, para ilmuwan yakin bahwa DAS dapat menggunakan jaringan kabel serat optik yang luas di bawah kaki kita untuk mendeteksi gelombang seismik.
Sementara kabel-kabel ini terutama untuk telekomunikasi, gerakan tanah sedikit mengganggu perjalanan cahaya melalui jalur tersebut, menciptakan sinyal berbeda yang dapat dideteksi oleh para ilmuwan.
Meskipun DAS tidak dapat memprediksi gempa bumi, DAS dapat mendeteksi getaran awal yang dapat menjadi tanda pertama akan datangnya gempa bumi
Mengganti seismometer
DAS beroperasi mirip dengan ShakeAlert, yang merupakan sistem peringatan dini Survei Geologi Amerika Serikat.
ShakeAlert terdiri dari lebih dari 1.400 stasiun seismik di California, Oregon, dan Washington, yang memantau gelombang P yang bergerak cepat yang memperingatkan gelombang S dan gelombang permukaan yang lebih merusak.
ShakeAlert mengirimkan peringatan darurat ke ponsel penduduk setempat jika algoritmenya menentukan bahwa gempa akan berada di atas 5 magnitudo.
Meskipun sistem ini dapat memberikan peringatan beberapa detik, namun dibatasi oleh jarak dari pusat gempa, artinya semakin dekat Anda, semakin sedikit waktu yang Anda miliki untuk bersiap.
DAS berbeda dari ShakeAlert karena menggunakan kabel serat optik yang lebih akurat dari seismometer untuk membuat satu sensor gempa raksasa.
Para ilmuwan dapat memasang alat yang disebut interogator ke kabel yang tidak terpakai dan menembakkan pulsa laser ke kabel tersebut.
Dengan menganalisis potongan kecil cahaya yang memantul kembali saat serat terganggu, para ilmuwan dapat menentukan gangguan berdasarkan waktu yang dibutuhkan sinyal untuk kembali ke interogator.
Karena DAS mencakup bermil-mil tidak pada satu titik, DAS berpotensi memberikan cakupan yang lebih luas dan, berpotensi memberi waktu peringatan yang lebih lama.
Meskipun DAS masih dalam tahap awal pengembangan, DAS memiliki beberapa keunggulan. Misalnya, banyak kabel sudah ada, membuat sistem lebih mudah dan lebih hemat biaya untuk diimplementasikan daripada teknologi lainnya. Selain itu, DAS memiliki aplikasi potensial dalam memantau aktivitas gunung berapi dan mendeteksi tanah longsor. Penyebaran teknologi ini dapat secara signifikan mengurangi jumlah nyawa yang hilang akibat gempa bumi dan bencana alam lainnya di masa mendatang.






















