• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Boikot dan Tinggalkan Partai Pendukung Kenaikan BBM Subsidi

fusilat by fusilat
September 5, 2022
in Feature
0
Kenaikan BBM, Suara Wakil Rakyat atau Wakil Penjahat ?

Ilustrasi penolakan wacana kenaikan BBM/Net

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Heru Subagia

AMBYAR. Akhirnya Pemerintahan Jokowi memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi secara sepihak. Dengan raut muka tidak bersalah, Jokowi beserta jajaran secara resmi menaikkan harga BBM per tanggal 3 September 2022, kemarin.

Masyarakat luas menyambut kebaikan BBM dengan rasa kekecewaan sangat mendalam. Negara yang belum becus menuntaskan kasus Sambo, pada gilirannya justru semakin menyuguhkan adegan menantang dan provokasi kepada rakyatnya sendiri dengan mengambil keputusan tidak populis.

Tidak ada rasa atau hilangnya empati dan simpati dari pemerintahan akan diyakini direspon terjadinya gelombang unjuk rasa secara masif dan berkelanjutan.

Rakyat percaya pada keadilan di luar parlemen dengan akan menggelar pertunjukan panggung rakyat. Dengan melakukan demonstrsi besar-besaran adalah cara menyuarakan suara hati dan suara kepedihan fisik dan batin yang rakyat sedang alami.

Kenaikan BBM subsidi adalah alibi menutupi bobroknya BUMN di sektor migas yang gagal kelola dan ketidakmampuan membagikan laba untuk disetor ke negara.

Disinyalir negara juga gagal mengendalikan keuangan negara dari para koruptor dan mafia anggaran. Apa yang dikatakan Mahfud MD adalah kebenaran jika korupsi di pemerintahan Jokowi semakin meluas dan mendalam. Semua aspek anggaran negara bisa digarong baik oleh oknum pribadi atau mafia. Kenaikan BBM subsidi sebagai cara mempertahankan rezim berkuasa. Ketersediaan anggaran yang cukup untuk menjamin keberlangsungan penyelenggaraan negara. Harus menjamin posisi anggaran aman dan tersedia.

Pemerintah memakai strategi memaksa sebagai upaya mempertahankan anggaran untuk menggaji dan membayar bonus, insentif abdi negara, TNI, Polri dan DPR. Sambo adalah salah satu perwira tinggi Polri yang digaji mahal dari uang negara.

Pantaslah jika DPR hampir semua tingkatan lumpuh, belum tergerak bersuara, hanya sebagian kecil anggota dewan menolak kenaikan BBM dan tetap saja mayoritas DPR menyetujui kenaikan.

Inilah akibat terjadinya kartel politik nasional dalam lingkaran kerja eksekutif dan legislatif. Pemerintah saat ini sangat nyaman dan aman, apapun kebijakan politik dan ekonomi yang akan diambil akan lolos di parlemen.

Hebatnya Jokowi berhasil menggalang dan membentuk koalisi gemuk di parlemen. Secara posisi kepartaian Demokrat dan PKS parpol otomatis secara terang terangan menolak kenaikan BBM karena dua partai ini masih konsisten berada di luar koalisi pendukung pemerintah.

Aneh, ketika sebagian besar parpol yang lolos Parlementary Threshold Pemilu 2019 menyatakan ketidaksetujuannya, mereka (PDI P dan PAN) melakukan dengan sikap diam atau abstain dalam voting yang dilakukan di parlemen. Penolakan sebagian besar fraksi di DPR tidak menjadi halangan pemerintah menaikan BBM. Ada apa gerangan begitu beraninya Jokowi tetap menaikan BBM?

Nampaknya keresahan dan kekuatiran terjadinya krisis anggaran dalam postur APBN 2022 tidak terjadi lagi. Permintaan Menteri Keuangan, Sri Mulyani berkaitan usulan dan permintaan kenaikan BBM bersubsidi disetujui pemerintah. Jokowi sudah menjawabnya pada Hari Sabtu siang (3/9) BBM subsidi sudah naik.

Pemerintah telah menemukan argumentasi bagaimana kenaikan BBM tersebut dapat diambil dan diputuskan dengan segera diumumkannya kenaikan BBM segera.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam rapat dengar pendapat di gedung DPR RI (23/08) memberikan pandangan umum jika subsidi BBM saat ini sudah tidak tepat sasaran. Negara akan semakin tekor jika subsidi dipertahankan.

Total subsidi dan kompensasi energi yang harus dikeluarkan pemerintah tahun anggaran 2022 sebesar 502 Triliun, dengan rincian  besaran 143 Triliun untuk subsidi Solar, 93 Triliun dialokasikan subsidi Pertalite dan sisanya diperuntukan untuk kompensasi energi lainnya.

Sri Mulyani, menunjukkan kekesalannya karena BBM subsidi tahun anggaran 2022 akan lebih banyak diterima orang kaya. Data memberikan petunjuk jika subsidi Solar dari 143 Triliun sebagian besar atau 127 Triliun yang menggunakan manfaatnya.

Dalih dan argumentasi dari Sri Mulyani akhirnya membuat luluh Presiden dan DPR. Tentunya keputusan tersebut bukan hanya menyangkut pertimbangan ekonomi tetapi aspek politik sangat kental sekali. Pada akhirnya dinaikkan BBM bersubsidi tersebut sebagai simbol kemenangan negara dalam mempertahankan kedaulatan politik dan ekonominya.

Opsi mempertahankan kelangsungan anggaran negara berakhir dengan putusan mencabut subsidi di sektor energi. Kedaulatan anggaran adalah wilayah pemerintah dan DPR.

Dua lembaga tinggi ini sepakat bekerja sama menyelamatkan kedudukan dan jabatan politik baik di parlemen dan konsorsium koalisi partai pendukung pemerintah.

Mereka apakah lupa atau sengaja melupakan jika keputusan dan keselamatan yang diambilnya berdampak krusial bagi ekonomi nasional dan kerakyatan.

BBM sudah dinaikkan dengan prosentase kenaikan cukup tinggi. Harga Solar dari 5.150 naik menjadi 6.800, Pertalite dari 7.650 terkoreksi naik menjadi 10.000. Pertamax 12.500 menjadi 14.500. Solar dan Pertalite besaran kenaikan BBM 31 persen, Pertamax 9,7 persen.

Pertanyaannya apakah negara menghitung secara seksama dampak politik dan ekonomi atas kenaikan BBM bersubsidi?

Sudah mencari acuan standar dari rumusan dan keselamatan ahli ekonomi. Di Indonesia komoditas harga BBM sudah berkaiatan langsung kebutuhan pokok sehari-hari bagi masyarakat. Terjadinya pergeseran harga BBM secara cepat membuat gaduh perekonomian nasional.
Sontak kita akan terbelalak ketika realita dampak lanjutan kenaikan BBM memicu terjadinya inflasi. Dalam ilmu ekonomi, inflasi menjadi momok bagi perekonomian setiap negara.

Mari kita hitung dampak kenaikan BBM pada aspek ekonomi makro. Di Indonesia menurut banyak pakar ekonomi mengatakan setiap kenaikan harga BBM sebesar 10 persen akan berkontribusi memicu terjadinya inflasi 1,2 persen.

Kebijakan kenaikan Solar dan Pertalite yang diambil baikannya sebesar 31. Dengan data tersebut, inflasi akan mengalami kenaikan hampir 3 kali atau sebesar 3,5 persen. Artinya ditambahkan dengan inflasi saat ini kisaran 3-5 persen akan diakumulasikan inflasi tahunan sebesar 9,7 persen.

Bisa terbayangkan tingginya inflasi yang terjadi memicu kerawanan dan kerentanan terjadinya huru-hara sosial dan berakhirnya pecahnya konflik politik.

Mari Kita tunggu reaksi dan aksi pemerintah melawan resistensi penolakan BBM dan apakah pemerintah akan melanjutkan kebijakan kenaikan BBM atau mengakomodir rakyat Indonesia agar BBM diturunkan lagi.

Jika tetap berkeyakinan pemerintah melanjutkan kenaikan harga BBM, tentunya rakyat akan mengingat dan mengancam siapa saja yang terlibat dalam proses pembuatan kebijakan kenaikan harga.

Yang pasti di situ ada Presiden, Menteri dan DPR terhormat. Sepertinya Rakyat akan tenggelamkan dan boikot pada rezim dan parpol di pemilu 2024.

Heru Subagia : pengamat sosial dan ekonomi, Ketua DPD PAN Kabupaten Cirebon

Dikutip Rmol.id Senin, 05 September 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Akhirnya Setelah Menunggu Dua Bulan Inggris Peroleh Pengganti Boris Johnson

Next Post

Ironis!!! Swasta Jual Harga BBM Lebih Murah Masih Untung, Pemerintah Jual Lebih Mahal Masih Mengaku Rugi?

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Next Post
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

Ironis!!! Swasta Jual Harga BBM Lebih Murah Masih Untung, Pemerintah Jual Lebih Mahal Masih Mengaku Rugi?

Ketika Kader PDIP Ramai-ramai Langgar Larangan Bicara Capres

Ketika Kader PDIP Ramai-ramai Langgar Larangan Bicara Capres

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist