• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Bom Waktu di Gudang Bulog: Saat Gabah ‘Asal Serap’ Jadi Ancaman Nasional

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
May 27, 2025
in Economy, Feature
0
“DEMURRAGE” BERAS BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastaatmadja-Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Kebijakan Perum Bulog dalam menyerap gabah petani tanpa memperhatikan kadar air dan kadar hampa terus menuai kritik. Dianggap sebagai langkah “asal serap”, pendekatan ini berpotensi menjadi bom waktu yang bisa meledak di kemudian hari—terutama jika gabah yang diserap digunakan sebagai cadangan beras pemerintah.

Hingga akhir Mei 2025, Bulog memang mencatatkan penyerapan lebih dari 1,9 juta ton gabah kering panen (GKP). Namun capaian angka tinggi itu bukan jaminan kualitas. Banyak pihak menyatakan gabah yang diserap justru cenderung berkualitas rendah, terlebih jika panen terjadi di tengah musim penghujan.

Tujuh Faktor Penyebab Kualitas Buruk

Setidaknya ada tujuh faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas gabah hasil serapan:

  1. Serangan hama dan penyakit, yang merusak hasil panen secara fisik dan biologis.
  2. Kondisi cuaca ekstrem, baik terlalu basah maupun terlalu kering, yang merusak proses pertumbuhan hingga pascapanen.
  3. Teknologi yang tertinggal, khususnya dalam proses penanaman, panen, hingga pengolahan pascapanen.
  4. Minimnya pengawasan mutu, yang memungkinkan gabah berkualitas rendah tetap masuk gudang Bulog.
  5. Keterlambatan penyerapan, yang membuat gabah rusak sebelum masuk penggilingan.
  6. Kurangnya edukasi petani, terutama dalam hal teknik budidaya dan pascapanen.
  7. Faktor lingkungan, seperti kesuburan tanah, kualitas air, dan kondisi iklim lokal.

Akar Masalah: Aturan “Any Quality”

Sumber utama persoalan ini adalah Keputusan Badan Pangan Nasional No. 14/2025 yang membebaskan syarat kadar air dan kadar hampa pada penyerapan GKP oleh Bulog. Dalam kebijakan ini, Bulog wajib membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram tanpa memandang kadar air atau hampa.

Padahal sebelumnya, harga tersebut hanya berlaku untuk gabah dengan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%. Kini, sekalipun kadar air mencapai 30% dan kadar hampa 15%, Bulog tetap diwajibkan membeli dengan harga yang sama. Ini bukan hanya tidak adil secara ekonomis, tapi juga berisiko dari sisi kualitas stok nasional.

Bahaya Nyata di Gudang Bulog

Dampak dari kebijakan ini sangat nyata. Gabah dengan kadar air tinggi rawan jamur dan berkecambah. Gabah dengan kadar hampa tinggi berpotensi menghasilkan beras berkutu, berbau apek, bahkan berubah warna menjadi kecokelatan. Semua ini akan menyulitkan proses penyimpanan dan memperpendek masa simpan cadangan beras nasional.

Tujuan awal kebijakan ini—melindungi petani dari tengkulak dan memastikan Bulog menyerap gabah secara masif—patut diapresiasi. Namun, tanpa filterisasi kualitas, niat baik itu bisa menjadi bumerang.

Waktunya Selektif Kembali

Bulog perlu bersikap tegas dan mengoreksi arah kebijakan. Penyerapan harus kembali selektif dan berbasis standar mutu, terutama untuk kebutuhan cadangan pangan negara. Tak ada kompromi dalam hal kualitas jika ketahanan pangan jangka panjang yang ingin dijaga.

Lebih dari itu, Bulog harus membangun sinergi nyata dengan penyuluh pertanian untuk meningkatkan kapasitas petani, bukan hanya dalam peningkatan produksi, tetapi juga pemahaman pascapanen. Materi penyuluhan pun perlu direvisi, agar menyentuh aspek kualitas, bukan hanya kuantitas.

Usulan Solusi: Teknologi Sederhana, Efek Luar Biasa

Salah satu solusi konkret adalah pengadaan alat pengering gabah sederhana. Teknologi ini bisa menjadi penolong utama saat musim panen bertepatan dengan musim hujan. Bulog dapat mengusulkan kepada kementerian terkait agar petani mendapat bantuan teknologi pascapanen yang bisa dioperasikan secara mandiri.

Ke depan, tantangan Bulog bukan sekadar menyerap sebanyak-banyaknya, tetapi menyerap dengan cerdas dan selektif. Bila tidak, ancaman dari kebijakan “asal serap” ini bisa benar-benar meledak—dalam bentuk kerusakan stok nasional, inefisiensi anggaran, hingga krisis pangan.

Kita tak sedang bicara soal kebijakan administratif biasa. Kita sedang bicara tentang fondasi ketahanan pangan nasional.

Semoga ini menjadi bahan pencermatan bersama.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Naik karena Rakyat, Tumbang karena Cendekia

Next Post

Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar Diperiksa 6 Jam Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Dicecar 97 Pertanyaan

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026
Birokrasi

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer
Feature

Bila Menggunakan Metode ZOPP, Menyelesaikan Masalah Bangsa Ini Hanya Memakzulkan Prabowo

June 12, 2026
Next Post
Ijazah Jokowi dan Harapan Rismon yang Patah

Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar Diperiksa 6 Jam Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Dicecar 97 Pertanyaan

MENGURAI LOGIKA BALIK ARAH DEMOKRASI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer

Bila Menggunakan Metode ZOPP, Menyelesaikan Masalah Bangsa Ini Hanya Memakzulkan Prabowo

June 12, 2026

MONEY, POWER & BLIND FAITH ADALAH RESEP BENCANA

June 12, 2026
IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...