• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Bonus Demografi Terancam Gagal: Beban Hutang dan Stunting Menjadi Batu Sandungan Menuju Indonesia Emas 2045

Ali Syarief by Ali Syarief
May 27, 2024
in Economy, Feature
0
Bonus Demografi Terancam Gagal: Beban Hutang dan Stunting Menjadi Batu Sandungan Menuju Indonesia Emas 2045
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia saat ini berada di ambang pintu bonus demografi, namun realitas yang ada tidak cukup memadai untuk mengantarkan negara ini menuju impian Indonesia Emas 2045. Setiap bayi yang lahir hari ini dibebani dengan hutang negara sebesar Rp 50 juta, suatu angka yang sulit dicerna oleh logika sehat dan menimbulkan pertanyaan serius tentang masa depan generasi penerus.

Sejak awal kemerdekaan, Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan. Namun, impian besar tentang Indonesia Emas baru diungkapkan setelah hampir seabad merdeka. Tantangan semakin berat ketika dari empat anak yang lahir, satu di antaranya dipastikan mengalami stunting yang akut dan mencemaskan. Stunting ini mengancam mereka untuk tidak bisa berpartisipasi penuh dalam membangun Indonesia Emas di dua puluh tahun mendatang. Generasi yang lahir saat ini adalah ahli waris masa depan, namun 25 persen dari mereka hidup dalam kondisi gizi buruk yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka. Alih-alih menjadi pendorong kemajuan, mereka justru menambah beban yang semakin berat.

Bonus demografi, istilah yang digunakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Population Fund (UNFPA), merujuk pada potensi pertumbuhan ekonomi akibat perubahan struktur umur penduduk dengan proporsi usia kerja yang lebih besar dibandingkan usia non-produktif. Dalam kalkulasi matematis, bonus demografi diukur dengan menurunnya rasio ketergantungan suatu negara yang proporsional dengan peningkatan jumlah usia produktif. Namun, menurut PBB, bonus demografi tidak serta merta terjadi hanya dengan banyaknya penduduk usia produktif. Peningkatan produktivitas dari penduduk usia kerja juga harus terjadi.

UNFPA menyatakan bahwa suatu negara dapat menikmati bonus demografi ketika setiap individu menikmati kesehatan yang baik, pendidikan berkualitas, pekerjaan yang layak, dan kemandirian anak muda. Jika pakem ini dijadikan rujukan bagi Indonesia yang hendak menggedor gerbang Indonesia Emas pada tahun 2045, apakah kondisi dan situasi saat ini sudah memenuhi syarat tersebut? Sayangnya, kondisi tersebut hanya mungkin tercapai dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan berorientasi pada kesejahteraan.

Inilah dilema besar yang dihadapi Indonesia. Potensi bonus demografi yang ada tidak cukup kuat untuk mendorong generasi milenial saat ini mempersiapkan diri memasuki peradaban dunia yang semakin kompleks dan pesat. Biaya pendidikan yang tinggi menjadi penghalang utama di semua tingkatan, belum lagi persaingan tenaga kerja dengan tenaga kerja asing dan kondisi stunting yang memerlukan intervensi segera.

Indonesia harus segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah perlu mengimplementasikan kebijakan yang benar-benar mendukung kesehatan, pendidikan, dan kemandirian ekonomi rakyat. Tanpa langkah nyata, bonus demografi yang seharusnya menjadi peluang emas malah bisa berubah menjadi beban yang semakin menghambat kemajuan bangsa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Megawati Soal Sikap PDIP dalam Pemerintahan: “Gue Mainin Dulu Dong”

Next Post

Dewan Penasehat Dukung Keputusan Dewan Kehormatan PWI Pusat, Nasib Hendri Bangun di Ujung Tanduk

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Dewan Penasehat Dukung Keputusan Dewan Kehormatan PWI Pusat, Nasib Hendri Bangun di Ujung Tanduk

Dewan Penasehat Dukung Keputusan Dewan Kehormatan PWI Pusat, Nasib Hendri Bangun di Ujung Tanduk

Pakar UMJ: Apa Benar Ganjar Mampu Tekan Kemiskinan Sampai 2,5 Persen? Di Jateng Aja Janji Bodong

Ganjar Pranowo: Rekomendasi Rakernas V PDIP Gambarkan Sikap Politik Pasca Pemilu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist