“Kenapa tarif tol akan dinaikan lagi ya… Sedangkan pemeliharaannya kurang, jalan masih bergelombang, garis lanjur masih banyak yang buram,” komentar akun @rizat_***
Jakarta – Fusilatnews – Sebagaimana diberitakan sebelumnya, : PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah menaikkan tarif tol sejak 9 Maret 2024. Kenaikan tarif ini mendapat kritik tajam dari Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Mufti Mubarok karena kebijakan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menaikkan tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek kurang tepat.
“Posisinya kan perusahaan jalan tol dalam kondisi sehat dan akan menghadapi arus mudik dalam waktu dekat,” kata Mufti Selasa (12/3/2024).
Mufti menegaskan Jasa Marga harus mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat sebelum melakukan penyesuaian tarif tol. Lagipula, menurut Mufti, fasilitas jalan tol saat ini masih belum maksimal. “Jadi, tetap harus dievaluasi,” ujarnya.
Menurut Mufti, kenaikan tarif tol harus diikuti kenaikan fasilitas dan kualitas layanan yang maksimal. Bahkan, penambahan alokasi perbaikan jalan perlu dilakukan untuk menekan angka kecelakaan.
“Intinya, dalam perlindungan konsumen, hak konsumen untuk mendapat keamanan, kenyamanan dan keselamatan menjadi hal wajib,” tuturnya.
Alasan naiknya tarif Jalan Toll menurut Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo, kenaikan tarif tol dibutuhkan untuk memastikan iklim investasi jalan tol yang kondusif, menjaga kepercayaan investor dan pelaku pasar terhadap industri jalan tol yang prospektif di Indonesia. Selain itu, menjamin level of service pengelola jalan tol tetap sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) jalan tol.
Besaran penyesuaian tarif integrasi jarak terjauh dengan sistem terbuka pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) adalah sebagai berikut:Golongan I : Rp 27.000 (semula Rp 20.000)
Golongan II dan III : Rp 40.500 (semula Rp30.000)
Golongan IV dan V : Rp54.000 (semula Rp40.000)
Kenaikan tarif tol tersebut lantas direspons masyarakat melalui media sosial. Ketika Jasa Marga menyampaikan paparan kinerja pada 2023 di Instagram resmi @official.jasamarga pada 5 Maret 2024, sejumlah warganet menyampaikan keluhan di kolom komentar.
“Kenapa tarif tol akan dinaikan lagi ya… Sedangkan pemeliharaannya kurang, jalan masih bergelombang, garis lanjur masih banyak yang buram,” komentar akun @rizat_***
























