• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Budaya Bersih Jepang: Bukan Sekadar Memungut Sampah di Stadion

Ali Syarief by Ali Syarief
June 23, 2026
in Cross Cultural, Feature
0
Budaya Bersih Jepang: Bukan Sekadar Memungut Sampah di Stadion
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Setiap kali berlangsung Piala Dunia, ada satu pemandangan yang hampir selalu menarik perhatian dunia. Ketika pertandingan usai dan sebagian besar penonton bergegas meninggalkan stadion, sekelompok suporter Jepang justru tetap bertahan. Mereka memunguti sampah, mengumpulkan botol plastik, melipat kantong makanan, dan membersihkan area tempat mereka duduk.

Media internasional berkali-kali menampilkan pemandangan itu sebagai sesuatu yang luar biasa. Banyak orang menganggapnya sebagai bentuk kedisiplinan yang unik. Namun sesungguhnya, apa yang dilakukan para suporter Jepang bukanlah tindakan heroik. Bagi mereka, itu hanyalah kebiasaan sehari-hari.

Untuk memahami fenomena tersebut, kita harus melihat lebih dalam ke akar budaya Jepang.

Di Jepang, kebersihan bukan sekadar urusan petugas kebersihan. Kebersihan adalah bagian dari pendidikan karakter. Sejak usia dini, anak-anak Jepang diajarkan untuk membersihkan lingkungan mereka sendiri. Di sebagian besar sekolah Jepang, tidak ada petugas kebersihan yang bertugas membersihkan ruang kelas setiap hari. Para siswa melakukannya sendiri.

Setelah pelajaran selesai, murid-murid menyapu lantai, mengelap meja, membersihkan toilet, hingga mengumpulkan sampah. Kegiatan ini dikenal sebagai soji, sebuah tradisi pendidikan yang bertujuan menanamkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan rasa hormat terhadap ruang bersama.

Anak-anak Jepang tumbuh dengan pemahaman bahwa tempat yang mereka gunakan adalah tanggung jawab mereka sendiri. Mereka tidak diajarkan untuk bertanya, “Siapa yang akan membersihkan?” tetapi “Apa yang harus saya bersihkan?”

Prinsip ini kemudian terbawa hingga dewasa.

Di jalan-jalan kota Tokyo, Osaka, atau Kyoto, kita akan menemukan sesuatu yang mungkin terasa aneh bagi banyak wisatawan: tempat sampah umum sangat jarang. Namun jalanan tetap bersih.

Mengapa?

Karena masyarakat Jepang terbiasa membawa pulang sampah mereka sendiri. Mereka tidak menganggap membuang sampah sembarangan sebagai pilihan. Bahkan ketika tidak ada tempat sampah di sekitar, mereka akan menyimpan sampah tersebut sampai menemukan tempat yang tepat untuk membuangnya.

Budaya ini berakar pada nilai yang dikenal sebagai meiwaku wo kakenai, yaitu prinsip untuk tidak merepotkan atau mengganggu orang lain. Membuang sampah sembarangan dianggap sebagai tindakan yang merepotkan masyarakat dan menciptakan beban bagi orang lain.

Dalam masyarakat Jepang, rasa malu sosial sering kali menjadi pengawas yang lebih kuat daripada aturan hukum.

Itulah sebabnya kebersihan di Jepang tidak hanya terlihat di stadion sepak bola. Kebersihan hadir di stasiun kereta, taman kota, sekolah, pusat perbelanjaan, hingga lingkungan perumahan.

Banyak orang mengira Jepang bersih karena pemerintahnya hebat. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar.

Jepang bersih karena masyarakatnya merasa memiliki ruang publik.

Mereka tidak melihat taman kota sebagai milik pemerintah, melainkan milik bersama. Mereka tidak melihat trotoar sebagai fasilitas negara semata, melainkan bagian dari lingkungan yang harus dijaga.

Perbedaan cara pandang ini sangat penting.

Di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, masyarakat sering menuntut pemerintah menjaga kebersihan. Tuntutan itu tidak salah. Namun sering kali tanggung jawab pribadi terlupakan. Kita menunggu petugas datang membersihkan sampah yang sebenarnya kita buang sendiri.

Di Jepang, logikanya di balik. Masyarakat terlebih dahulu menjaga kebersihan, kemudian pemerintah mendukung dengan sistem yang baik.

Karena itulah, fenomena suporter Jepang membersihkan stadion sesungguhnya bukanlah berita besar bagi orang Jepang. Yang dianggap luar biasa justru reaksi dunia yang begitu kagum terhadap sesuatu yang bagi mereka merupakan perilaku normal.

Pelajaran terbesar yang bisa dipetik dari Jepang bukanlah cara memungut sampah di stadion. Pelajaran sesungguhnya adalah bagaimana membangun kesadaran bahwa ruang publik adalah milik bersama.

Sebuah bangsa tidak menjadi bersih karena banyak petugas kebersihan. Sebuah bangsa menjadi bersih ketika setiap warganya merasa bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan yang mereka gunakan.

Jepang tidak membangun budaya bersih dalam semalam. Ia dibangun melalui pendidikan, keteladanan, kebiasaan, dan disiplin yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, ketika kita melihat suporter Jepang memunguti sampah setelah pertandingan sepak bola, sesungguhnya kita tidak sedang melihat aksi sukarela biasa.

Kita sedang melihat hasil dari pendidikan karakter yang telah berlangsung puluhan tahun.

Dan mungkin, itulah pertandingan yang sebenarnya telah dimenangkan Jepang jauh sebelum peluit kick-off dibunyikan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas
Law

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

June 22, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok
Law

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa
Feature

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok
Law

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

by Karyudi Sutajah Putra
June 22, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Penangkapan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2026), terkesan seperti menangkap teroris....

Read more
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Budaya Bersih Jepang: Bukan Sekadar Memungut Sampah di Stadion

Budaya Bersih Jepang: Bukan Sekadar Memungut Sampah di Stadion

June 23, 2026
Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

June 22, 2026
Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

June 22, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Budaya Bersih Jepang: Bukan Sekadar Memungut Sampah di Stadion

Budaya Bersih Jepang: Bukan Sekadar Memungut Sampah di Stadion

June 23, 2026
Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

June 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...