• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Budaya Menjilat: Habis Puja-puji Jokowi, Terbitlah Puja-puji Penyelenggaraan Haji

fusilat by fusilat
July 31, 2024
in Feature, Layanan Publik, Pojok KSP
0
Lagi-Lagi, Dana Haji
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

Jakarta, Fusilatnews – Menjilat tampaknya sudah mulai menggejala menjadi budaya baru bangsa ini. Betapa tidak?

Diberitakan, beredar surat dengan kop Kementerian Agama Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang meminta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat untuk memberikan testimoni atau kesaksian berisi apresiasi keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji 2024 oleh Kementerian Agama, dan agar Panitia Khusus (Pansus) Haji DPR RI dihentikan.

Seperti dilansir sejumlah media, surat tersebut bernomor B-1139/Kk.32.01/01/HM.01./07/2024 tertanggal 22 Juli 2024.

Dalam surat itu, Kemenag Bintan meminta agar Ketua MUI setempat membuat pernyataan testimoni berisi apresiasinya atas keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 dalam sebuah video pendek.

Namun, hal tersebut dibantah Kemenag. Instansi yang kini dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu mengklaim tidak pernah menginstruksikan hal tersebut.

Makjleb! Apa yang dilakukan Kemenag Kabupaten Bintan ini, jika surat itu memang benar ada, mengingatkan kita akan testimoni serupa dari sejumlah rektor dalam sebuah video yang berisi apresiasi terhadap kinerja Presiden Joko Widodo menjelang Pemilu 2024 lalu.

Bedanya, testimoni atas keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 tersebut dilakukan setelah DPR membentuk Pansus Haji untuk menyelidiki dugaan kecurangan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024, sementara testimoni yang mengapresiasi kinerja Jokowi dilakukan setelah para sivitas akademika dari sejumlah perguruan tinggi mengkritik politik dinasti Jokowi usai lolosnya putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2024 setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan Putusan No 90 Tahun 2023.

Bedanya lagi, bila perintah testimoni soal keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji 2024 ini diduga berasal dari pihak internal Kemenag, maka perintah testimoni keberhasilan kinerja Presiden Jokowi diduga berasal dari pihak kepolisian.

Dikutip dari Tempo.co, 8 Februari 2024, ada sejumlah universitas yang rektor atau wakil rektornya memberikan testimoni keberhasilan pemerintahan Jokowi. Antara lain Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Muhammadiyah Semarang dan Universitas Sultan Agung, ketiganya di Semarang, Jawa Tengah, serta Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Mengapa ada pihak-pihak yang menempuh cara-cara kampungan dan murahan seperti itu?

Pertama, mungkin mereka sudah tidak punya cara-cara elegan dan berkelas lagi. Hanya orang-orang tak percaya diri dan tak berintegritas yang sanggup melakukannya.

Kedua, mungkin budaya menjilat memang sudah menjangkiti bangsa ini. Rasa malu dan ewuh-pakewuh sudah tak ada lagi.

Ketiga, ada simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan antara si penjilat dan yang dijilat.

Yang dijilat tentu saja yang memegang kekuasaan, dan yang menjilat adalah yang berharap “berkah” dari kekuasaan.

Keempat, mungkin Kemenag Bintan belajar dari langkah sejumlah rektor dan wakil rektor yang ternyata berhasil mengantarkan Jokowi memperpanjang kekuasaannya melalui wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka, dan juga capres terpilih Prabowo Subianto.

Testimoni itu sah-sah saja. Apalagi fakta itu terkadang nisbi, tergantung dari sudut mana kita memandang. Fakta yang sama bisa terlihat positif dan sebaliknya bisa pula terlihat negatif.

Hanya saja, seyogianya testimoni itu dilakukan atas prakarsa atau inisiatif sendiri, bukan atas pesanan dari pihak lain dengan motif “take and give”. Apalagi kalau sebuah fakta sudah direkayasa sedemikian rupa kemudian dijadikan bahan testimoni.

Cara menghentikan Pansus Haji pun tak patut dilakukan dengan cara murahan semacam itu. Tetapi dengan cara elegan, misalnya Kemenag menyajikan semua data yang diminta dan juga menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan di dalam rapat-rapat Pansus Haji.

Gus Yaqut tak perlu takut jatuh dan kehilangan kekuasaan, karena hanya dalam waktu tersisa dua bulan lagi, nyaris mustahil Pansus Haji mampu menjatuhkan Anda.

Diketahui, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang juga Wakil Ketua DPR dan Ketua Tim Pengawas Haji DPR memang terlihat “semangat 45” dalam pembentukan Pansus Haji. Bahkan di masa reses pun pansus ia instruksikan tetap bekerja. Sebab itu, wajar jika Cak Imin dituduh punya ambisi pribadi untuk menyerang balik Gus Yaqut dan kakandanya, Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang kerap menyerang Cak Imin dan PKB.

Akan tetapi, ketika Pansus Haji sudah mendapatkan persetujuan DPR, berarti itu sudah menjadi milik lembaga legislatif itu.

Dan DPR punya hak melakukan pengawasan terhadap pemerintah, dan hak itu dijamin konstitusi. Sebab itu, suka tidak suka, siap tidak siap, Gus Yaqut harus menghadapi Pansus Haji. Puja-puji terhadap kinerja Anda pun tak ada artinya di mata Pansus Haji.

Ada pernyataan menarik mantan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi yang ia sampaikan saat menerima Nobel Perdamaian 1991 yang patut menjadi renungan Gus Yaqut.

Katanya, “Bukan kekuasaan yang merusak watak, melainkan ketakutan. Takut kehilangan kekuasaan merusak mereka yang berkuasa, takut dilanda kekuasaan merusak mereka yang dikuasai.”

Jika Gus Yaqut sudah diliputi ketakutan, maka watak, karakter atau akhlak Anda akan rusak.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

AOTS E-Newsletter New

Next Post

TERNYATA MEGAWATI TIDAK PAHAM APA ITU PANCASILA BUNG KARNO.

fusilat

fusilat

Related Posts

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG
Feature

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia
Aya Aya Wae

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

January 25, 2026
Next Post
TERNYATA MEGAWATI TIDAK PAHAM APA ITU PANCASILA BUNG KARNO.

TERNYATA MEGAWATI TIDAK PAHAM APA ITU PANCASILA BUNG KARNO.

Khawatir Efek Kesehatan Gula Pada Sarapan Anda?

Khawatir Efek Kesehatan Gula Pada Sarapan Anda?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

January 25, 2026
Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist