• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Bukit Barisan: Dari Hutan Ingatan ke Hamparan Sawit

Ali Syarief by Ali Syarief
December 21, 2025
in Bencana, Crime, Feature
0
Bukit Barisan: Dari Hutan Ingatan ke Hamparan Sawit
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dari balik kaca kendaraan yang melaju di jalur lintas Sumatera, Bukit Barisan tampak hijau—tetapi bukan hijau yang dulu diajarkan di bangku sekolah dasar. Tidak lagi rimbun oleh hutan hujan tropis yang sambung-menyambung, melainkan hijau seragam kebun sawit yang membentang sejauh mata memandang. Inilah Bukit Barisan hari ini: berdiri tegak secara geografis, tetapi runtuh secara ekologis.

Bagi generasi yang tumbuh dengan buku pelajaran IPS dan Geografi, Bukit Barisan adalah tulang punggung alam Sumatera. Pegunungan panjang yang membelah pulau, rumah bagi hutan primer, satwa endemik, dan sumber air bagi jutaan manusia. Ia digambarkan sebagai benteng alami—bukan hanya lanskap, melainkan sistem kehidupan.

Namun, kenyataan di lapangan bergerak ke arah yang berbeda.

Dalam dua dekade terakhir, perubahan wajah Bukit Barisan berlangsung senyap tetapi masif. Kawasan yang dahulu merupakan hutan rakyat, hutan adat, dan ruang hidup komunal, perlahan beralih fungsi. Dari ekosistem menjadi areal konsesi. Dari milik bersama menjadi milik perseorangan atau korporasi. Proses ini sering kali dilegalkan melalui izin, tetapi meninggalkan jejak konflik di tingkat tapak.

Di banyak wilayah Sumatera, sawit menjelma menjadi penanda zaman. Ia hadir atas nama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Jalan dibuka, hutan ditebang, dan narasi kesejahteraan dikumandangkan. Tetapi di balik itu, muncul pertanyaan yang terus berulang: siapa yang benar-benar menikmati hasilnya?

Bagi sebagian masyarakat lokal, perubahan itu justru berarti kehilangan. Lahan yang dulu menjadi sumber pangan, kayu, obat-obatan, dan air bersih, berubah menjadi area terbatas. Akses menyempit. Ketergantungan meningkat. Konflik lahan menjadi cerita sehari-hari—antara warga dengan perusahaan, atau bahkan antarwarga sendiri.

Secara ekologis, dampaknya tak kalah serius. Hilangnya tutupan hutan di kawasan Bukit Barisan memperbesar risiko banjir dan longsor. Satwa kehilangan habitat. Mata air mengering. Siklus alam terganggu. Yang tersisa hanyalah bentang alam yang tampak hijau, tetapi rapuh.

Ironisnya, semua ini terjadi di kawasan yang sejak lama dikenal sebagai kawasan strategis lingkungan. Negara hadir bukan sebagai penjaga terakhir hutan, melainkan sering kali sebagai pemberi legitimasi atas alih fungsi. Hukum bekerja di atas dokumen, sementara keadilan ekologis tertinggal di lapangan.

Bukit Barisan pun mengalami pergeseran makna. Ia tidak lagi dipahami sebagai ruang hidup lintas generasi, melainkan sebagai aset ekonomi jangka pendek. Yang dihitung adalah produktivitas, bukan keberlanjutan. Yang dikejar adalah ekspansi, bukan keseimbangan.

Padahal, bagi masyarakat Sumatera, Bukit Barisan bukan sekadar pegunungan. Ia adalah ingatan kolektif. Ia adalah pelajaran sekolah. Ia adalah identitas ruang yang membentuk cara hidup dan cara berpikir.

Kini, ingatan itu diuji.

Ketika anak-anak melintasi Bukit Barisan hari ini, mereka mungkin tidak lagi melihat hutan seperti yang tertulis di buku pelajaran. Yang mereka lihat adalah kebun-kebun luas dengan pagar kepemilikan. Dan kelak, ketika mereka bertanya ke mana perginya hutan itu, jawabannya barangkali sederhana, tetapi menyakitkan: hutan milik rakyat telah berubah fungsi dan kepemilikan—menjadi milik seseorang.

Bukit Barisan masih ada. Tetapi pertanyaannya bukan lagi di mana, melainkan untuk siapa.


Catatan :

Berikut adalah data kehutanan dan sawit terkini yang dapat memperkuat feature jurnalistik Anda tentang perubahan wajah Bukit Barisan:

🌳 1. Penurunan Tutupan Hutan di Sumatera

  • Menurut Kementerian Kehutanan RI, luas hutan di Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 95,5 juta hektar, atau hanya 51,1% dari total daratan, dengan deforestasi netto sebesar 175.437 hektar.

  • Di Sumatera secara khusus, deforestasi terus terjadi. Statistik terbaru menunjukkan 78.030 hektar deforestasi hutan netto di Sumatera pada 2024—sekitar 44% dari total deforestasi nasional. Provinsi seperti Riau, Aceh, Jambi, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi kontributor terbesar angka ini. Perpustakaan DPR RI

  • Laporan pemetaan independen menunjukkan bahwa dari 2001 hingga 2024, Sumatera telah kehilangan sekitar 4,4 juta hektar tutupan pohon, yang setara dengan area lebih besar dari negara seperti Swiss. Reuters

🌴 2. Peran Sawit dalam Alih Fungsi Lahan

  • Komunitas lingkungan seperti Walhi memperkirakan bahwa ekspansi perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu penyebab krusial hilangnya hutan, dengan sekitar 3,2 juta hektar lahan telah berubah akibat ekspansi sawit skala besar di berbagai wilayah. Lestari

  • Dalam satu analisis, data Kementerian Kehutanan 2024 menunjukkan bahwa dari 91.248 hektar deforestasi di Sumatera pada 2024, lebih dari sepertiganya sekitar 37.483 hektar dikonversi menjadi kebun sawit—menandakan peran besar komoditas ini dalam perubahan lanskap hutan. TIMES Indonesia

📈 3. Tren Jangka Panjang

  • Analisis ilmiah menunjukkan bahwa antara 2001–2019, Indonesia kehilangan lebih dari 9,7 juta hektar hutan, dan di Sumatera sendiri hilang lebih dari 4 juta hektar hutan—sekitar **25% dari total kawasan hutan pulau itu. Sebagian besar lahan yang hilang ini dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit dan pupuk industri kayu. PMC

💡 4. Dampak Lingkungan

  • Hilangnya hutan dan alih fungsi lahan yang masif telah dikaitkan dengan peningkatan kerawanan bencana di Sumatera, termasuk banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025—fenomena yang dipicu oleh kerusakan ekosistem di hulu sungai akibat deforestasi. TIMES Indonesia+1

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dari Wahyu ke Pasal: Kekuasaan, Moral, dan Kematian Akal Sehat Publik (Dengan Contoh Kasus Aktual Indonesia)

Next Post

Cirateun ; “Udara yang Dirampas atas Nama Aset Pemkot Bandung”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat
Economy

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas
Bencana

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran
Economy

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Next Post
OPEN DUMPING: MASALAH YANG DISANGKAL, TAPI TAK PERNAH DIHENTIKAN

Cirateun ; "Udara yang Dirampas atas Nama Aset Pemkot Bandung"

Motah: Ketika Pemkot Lempar Tanggung Jawab dan Warga Dipaksa Menanggung Racun

Udara Bersih yang Dilanggar Negara (Tinjauan Hukum Lingkungan atas Proyek MOTAH-65 di Kota Bandung)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian
Feature

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

by Karyudi Sutajah Putra
February 25, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Aku tak bisa membayangkan bila ini benar-benar...

Read more
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Badut-badut Politik

Badut-badut Politik

February 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

February 27, 2026
AOTS: Online Seminar (Subsidized Program)

“AOTS E-Newsletter” is published by the Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS)

February 27, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Prabowo Mulai Tinggalkan Gibran? Ibarat Orang Buta yang Tiba-tiba Matanya Awas Lagi

February 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist