• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BULOG : BELI GABAH ATAU BERAS ?

by
December 18, 2024
in Economy, Feature
0
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Pada jamannya BULOG merupakan akronim dari Badan Urusan Logistik. Lembaga Pemerintah yang jadi andalan kekuasaan untuk melaksanakan fungsi pengadaan dan penyaluran pangan, khususnya beras. Status BULOG adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen/Kementerian (LPND/LPNK). Sekarang namanya berubah menjadi Perum BULOG. Kata BULOG disini hanya sebuah ikon. Statusnya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebagai BUMN yang juga ditugaskan menjadi operator pangan, Perum BULOG berada dibawah penugasan Badan Pangan Nasional seperti yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021. Sebagai BUMN, Perum BULOG memiliki dua peran yang saling berhubungan satu sama lainnya. Pertama, fungsi bisnis dan kedua fungsi sosial. Berjalannya kedua fungsi tersebut menjadi ukuran untuk menilai kunerjanya.

Jujur harus diakui, keimbang menjakankan fungsi bisnis, dalam beberapa tahun belakangan ini, Perum BULOG sendiri terekam lebih banyak memerankan fungsi sosialnya, terutama dalam melaksanakan Program Bantuan Lsngsung Pangan/Beras bagi 22 juta Keluarga Penerima Manfaat sebesar 10 kilogram per bulan. Fenomena ini menarik untuk dibahas, karena dalam pelaksanaannya, program ini langsung dipantau Presiden.

Bagi Perum BULOG, program Bantuan Langsung Pangan/Beras ini, betul-betul mengandung konsekwensi yang cukup besar. Bukan saja terkait dengan resiko politik, mengingat pelaksanaannya berkaitan dengan masa kampanye Pemilihan Presiden dan Pemilihan Anggota Legislatif, namun dibalik pengucuran program ini pun terkesan sebagai bentuk kampanye terselubung bagi kepentingan Pasangan Calon tertentu.

Terlepas dari besarnya kepentingan politis dalam Program Bantuan Langsung Pangan/Beras, kebijakan ini memang harus dijalankan. Program yang memiliki tujuan mulia ini benar-benar sangat dinantikan oleh kelompok masyarakat yang kondisi kehidupannya cukup memprihatinkan. Dari mana mereka akan memperoleh uang untuk membeli beras disaat harga beras mahal dan daya belinya merosot karena belum pulihnya ekonomi akibat Covid 19 dan sergapan Elnino ?

Itu sebabnya, walau ada pihak yang berpandangan bantuan sosial merupakan bentuk kebijakan dan langkah melestarikan kemiskinan, namun pemikiran semacam ini, sangat berbeda dengan semangat dasar Pemerintah menggulirkan program Bansos itu sendiri. Definisi bansos sendiri, termasuk bantuan langsung beras, dirancang tidak untuk terus-menerus dan ditempuh hanya dalam keadaan darurat saja.

Di sisi lain, tugas penting Perum BULOG, selain dituntut untuk dapat mensukseskan pelaksanaan program bansos beras, jangan lupa Perum BULOG pun diminta untuk melaksanakan program pengadaan berbagai komoditas pangan, khususnya beras. Pertanyaan kritisnya adalah gabah atau beras atau keduanya *gabah dan beras) yang perlu dijadikan prioritas Perum BULOG ?

Mengingat adanya peran ganda dari sebuah BUMN, Perum BULOG, mestinya mampu menjalankan kedua fungsi tersebut secara berbarengan. Untuk mengoptimalkan fungsi sosialnya (social responsibility), Perum BULOG sebaiknya habis-habisan untuk membelu gabah dari petani. Sedangkan untuk melaksanakan fungsi bisnisnya, Perum BULOG ditantang untuk membeli beras sebanyak-banyaknya dalam rangka mengokohkan ketersediaan beras secara nasional.

Catatan kritisnya adalah apakah sumber daya manusia yang kini tersedia di Perum BULOG bakal mampu menggarap kedua tugas yang cukup berat ini ? Keraguan ini muncul, karena selama ini, kiprah Perum BULOG di bidang bisnis, belum ada yang pantas untuk diteladani. Bahkan kalau kita mau mengevaluasi kinerja bisnis Perum BULOG sejak berganti status menjadi BUMN, pasti masih jauh dari yang diharapkan.

Prestasi menonjolnya justru lebih tampak dari fungsi sosial yang diembannya. Salah satu contoh yang menarik dibahas adalah terkait dengan kepiawaiannya Direktur Utama dan Ketua Dewan Pengawas Perum BULOG dalam melobi produsen beras dunia sekelas India untuk mau mengekspor berasnya ke negara kita. Atas lobinya itu, kita dapat jatah 1 juta ton beras impor untuk tahun ini.

Sebagai operator pangan, menghadapi panen raya padi beberapa bulan ke depan, Perum BULOG memikul tugas yang cukup berat. Perum BULOG diminta untuk turun ke lapangan membeli hasil panen para petani. Hal ini penting, karena panen raya kali ini akan sangat menentukan kekuatan cadangan beras yang dikuasai Pemerintah. Dengan cadangan yang kuat, ketergantungan terhadap impor beras, tentu akan dapat dikurangi.

Sebagian besar para petani akan meñjual hasil panennya dalam wujud gabah kering panen. Sedikit sekali, petani yang menjual dalam bentuk beras. Ini perlu disampaikan, karena dalam dunia pertanian padi, kita bakal dihadapkan pada dua dunia yang berbeda, yakni dunia pergabahan dan dunia perberasan. Petani banyak berkiprah dalam dunia pergabahan. Sedangkan dunia perberasan, miliknya para pedagang.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, petani merasakan kegembiraan, karena hasil panennya dijawab dengan harga yang pantas. Dengan harga gabah mampu menembus angka Rp. 7000,- per kilogram, terbukti Pemerintah mampu mengendalikan tengkulak atau bandar yang biasanya cukup getol memainkan harga di tingkat petani ketika panen raya berlangsung. Pandangan di saat panen raya, harga gabah melorot, sepertinya telah berubah.

Pertanyaan mendasarnya adalah apakah Perum BULOG telah siap untuk membeli gabah petani pada tingkat harga yang membuat petani padi merasa bahagia ? Atau tidak, dimana Perum BULOG hanya akan membeli harga gabah, sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah dan Beras ? Kita berharap Perum BULOG tetap membeli gabah dan beras, sesuai dengan harga yang wajar sekaligus membuat petani padi senang dan gembira.

Komitmen Pemerintah sendiri, pasti tidak ingin membuat para petani padi kecewa berat dengan hasil jerih payahnya selama kurang lebih 100 hari tersebut. Itu sebabnya, kita terus mengingatkan Pemerintah untuk tetap tampil perkasa. Pemerintah harus selalu hadir di tengah kesulitan petani. Salah satunya Pemerintah tetap harus mampu mengendalikan harga agar harga di tingkat petani, tidak dimainkan para tengkulak naupun bandar. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Erina Gudono dan Gibran Rakabuming: Antara Simbol Kemewahan dan Kebijakan Tanpa Inovasi

Next Post

Tentang PPN 12% dan BOSS BESAR

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
Tentang PPN 12% dan BOSS BESAR

Tentang PPN 12% dan BOSS BESAR

KPK Geledah Ruang Kerja Gubernur Bank Indonesia, Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana CSR

KPK Geledah Ruang Kerja Gubernur Bank Indonesia, Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana CSR

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...