• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BULOG DAN PERJUANGAN MENYERAP 3 JUTA TON SETARA BERAS

by
February 3, 2025
in Economy, Feature
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Bagi Perum Bulog, penugasan yang diberikan Pemerintah untuk menyerap gabah dan beras dalam Musim Tanam padi periode Ok-Mar 2025, dapat dianggap sebagai kehormatan dan tanggungjawab yang sangat mulia untuk digarap dan dikerjakan secara sungguh-sungguh. Pemerintah sendiri percaya, Perum Bulog akan mampu melaksanakannya dengan baik.

Upaya menyerap gabah petani setara 3 juta ton beras, selain dibutuhkan untuk memenuhi komsumsi masyarakat juga sangat diperlukan untuk mengokohkan cadangan beras Pemerintah, yang selama ini seringkali merisaukan. Lebih jauh dari itu, langkah ini pun merupakan titik awal pemcapaian swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Prabowo bersama Kabinet Merah Putih.

Persoalannya, tentu hanya terkait dengan penyerapan yang butuh perjuangan keras untuk menggapainya, namun tak kalah penting untuk dijadikan perenungan adalah bagaimana dengan kualitas gabah yang diserap. Adanya kebijakan “satu harga”, dengan mengesampingkan kadar air maksimal 25 % dan kadar hampa maksimal 10 %, dikhawatirkan Perum Bulog akan menyerap gabah petani sesuka hati.
Lebih gawat lagi, bila panen raya berlangsung di musim hujan. Artinya, dapat dipastikan Perum Bulog akan menyerap gabah petani berkualitas “gabah basah”. Petani tidak mungkin akan dapat mengeringkan gabah jika sinar matahari tidak bersinar. Dilain pihak, fasilitas alat pengering gabah (dryer) relatif terbatas dan tidak dimiliki petani pada umumnya.

Disodorkan pada masalah seperti ini, tentu akan lebih keren, kalau Perum Bulog bersama Kementerian/Lembaga terkait menginisiasi pemberian fasilitas alat pengering gabah kepada para petani. Kebijakan Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) yang selama ini lebih menukik ke upaya peningkatan produksi, kini sudah saatnya menengok ke paska panen.

Sebetulnya, banyak keuntungan yang dapat dipetik, bila petani difasilitasi dengan alat pengering gabah berteknologi sederhana, sehingga mudah dioperasionalkan oleh petani. Untuk lebih terkelola dengan baik, bersama organisasi petani sekelas, KTNA, HKTI, SPI dan lain-lain, dapat mengoptimalkan keberadaan Kelompok Tani atau Gapoktan.

Sekiranya, para petani telah memiliki alat pengering gabah, sepertinya mereka tidak perlu was-was lagi dalam menjual gabah kering panennya. Petani, tidak perlu risau, atas pengalaman anjloknya harga gabah setiap musim panen datang. Dengan ditetapkannya “satu harga” gabah petani sebesat Rp. 6500,- per kg, dapat dipastikan tidak akan ada lagi istilah anjloknya harga gabah.

Kebijakan “satu harga” gabah di petani, sesuai Peraturan Kepala Badan Pangan Nasional No. 2/2025 setelah Lampiran I poin A dan Lampiran II nya dicabut, secara tidak langsung memberi berbagai kemudahan bagi petani dalam menjual gabah hasil panennya. Pertama, petani tidak perlu was-was dan ketakutan, saat panen raya tiba, harga gabah akan anjlok. Kebijakan “satu harga” menjamin petani dapat menjual gabahnya seharga Rp. 6500,-

Kedua, Perum Bulog sendiri secara administratif tidak akan diribetkan oleh urusan persyaratan kadar air dan kadar hampa dalam melakukan penyerapan gabah petani. Tidak diberlakukannya aturan harga gabah kering panen Rp. 6500,- bila kadar air maksimal 25 % dan kadar hampa maksimal 10 %, membuat Perum Bulog begitu leluasa dalam membeli gabah petani. Hal ini memberi peluang terjadinya penyerapan gabah petani yang lebih besar.

Persoalan akan menjelimet, kalau panen raya kali ini, berbarengan dengan turunnya hujan, karena masih berlangsung iklim ekstrim yang susah diprediksi. Ini yang dirisaukan, iklim dan cuaca tidak berpihak ke petani. Di lain pihak, dengan keterbatasan petani terhadap penguasaan alat pengering gabah, dipastikan akan terjadi lagi sindrom gabah basah.

Gabah basah bukanlah suatu problem baru. Sudah sejak lama petani merasakan bila panen padi berbarengan dengan musim penghujan, pasti gabah nya akan basah. Untuk mengeringkan hasil panen nya, petani sangat menggantungkan diri pada kehadiran sinar matahari guna menjemur gabah hasil panen nya. Sekali nya tidak ada matahari, maka wajar bila gabah nya basah.

Sebelum dicabutnya persyaratan pembelian oleh Perum Bulog, gabah basah benar-benar menjadi masalah. Bila gabah kering panen (GKP) tidak mampu mencapai kadar air maksimal 25 %, pasti harga jual nya tidak akan sesuai dengan standar harga yang telah ditetapkan dalam aturan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Harga gabah akan semakin turun seirama dengan semakin tinggi nya kadar air.

Dihadapkan pada kondisi yang demikian, sebetul nya negara harus hadir di tengah-tengah kehidupan petani. Pemerintah tidak boleh berdiam diri. Pemerintah segera harus turun tangan. Para pengambil kebijakan yang memiliki kewenangan untuk menangani paska panen, sudah sepatut nya berpikir keras dan mencari terobosan cerdas guna melahirkan solusi terbaik nya.

Gabah basah adalah bentuk ketidak-mampuan petani dalam meningkatkan kualitas gabah hasil panenan nya untuk memperoleh harga jual yang sesuai dengan ketentuan HPP. Petani sendiri tidak ingin gabah nya basah. Petani juga benci bila gabah nya tidak mampu memenuhi kadar air 25 %. Petani tahu persis jika ingin memperoleh harga yang sesuai HPP, maka gabah nya harus kering.

Itu sebab nya sudah sejak lama petani meminta kepada Pemerintah, jika akan memberi bantuan, sebaik nya jangan traktor melulu, tapi sudah waktu nya pula diberikan peralatan paska panen seperti alat pengering. Aneh nya ternyata Pemerintah lebih senang memberi bantuan alsintan yang sifat nya untuk meningkatkan produksi, padahal yang dibutuhkan petani adalah alsintan untuk penanganan paska panen.

Jadi, bila Pemerintah ingin disebut hadir di tengah-tengah kesulitan petani sekaligus menunjukan keberpihakan nya, maka solusi cerdas nya, petani perlu dibantu dengan alat pengering gabah. Petani pasti akan berterima-kasih bila di saat panen raya sekarang Pemerintah turun ke petani sambil membawa alat pengering dan tidak lagi membagi-bagikan traktor.

Akhirnya perlu diingatkan, dengan adanya kemauan untuk menuju “satu harga” gabah, mesti nya para petani tidak perlu risau lagi, karena dalam panen raya sekarang, Pemerintah telah memberi jaminan bakal membeli gabah hasil petani. Presiden Prabowo juga telah menegaskan komitmen nya bahwa tahun ini bangsa ini tidak akan impor beras. Bagi Bulog sendiri, menyerap 3 juta ton setara beras, jelas sebuah perjuangan yang tidak mudah untuk dijawab. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ETIKA DAN INOVASI DALAM PENGELOLAAN SDA OLEH ORMAS KEAGAMAAN

Next Post

Peluang Menjadi TNI Bagi Warga Sipil untuk Jadi Tentara Siber

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Pasukan Gabungan TNI/POLRI Tembak Mati 3 Personil KKB Separatis Papua

Peluang Menjadi TNI Bagi Warga Sipil untuk Jadi Tentara Siber

Menteri-menteri Tolol di Kabinet Merah Putih Sebaiknya Segera Diganti

Menteri-menteri Tolol di Kabinet Merah Putih Sebaiknya Segera Diganti

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...