• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bunga Bangkai Penegakan Hukum vs Bunga Rampai Hukum

Roy Cs: Diadili pun Tidak, Dilaporkan pun Tak Layak

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 1, 2025
in Feature, Law
0
Badai Kriminalisasi: TPUA Siap Bertempur! Empat Aktivis Diburu karena Bongkar Dugaan Ijazah Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis-Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

(Roy Cs: Diadili pun Tidak, Dilaporkan pun Tak Layak)

Fenomena perlawanan hukum (legal resistance) yang dilakukan secara ilmiah oleh dua pakar IT—Dr. Roy Suryo dan Dr. Rismon—bersama rekan-rekan aktivis TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis), menunjukkan bagaimana jalur hukum masih digunakan secara defensif dengan bersandar pada prinsip dan norma legalitas yang sah.

Namun demikian, logika hukum yang seharusnya menciptakan kepastian dan keadilan, tampaknya justru digiring untuk menciptakan stigma. Para aktivis yang melaporkan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Presiden Jokowi, berpotensi tidak hanya dikalahkan secara opini, namun juga dicitrakan bersalah melalui konstruksi hukum yang menyudutkan. Alhasil, predikat mereka berubah dari sekadar “aktivis” menjadi “tersangka ujaran kebencian.”

Analisis objektif yang dilandaskan pada asas legalitas memang membuka kemungkinan hasil yang berbeda. Namun, fakta bahwa masih ada figur-figur dari rezim sebelumnya yang disisipkan dalam pemerintahan hari ini, memunculkan aroma menyengat dari “bunga bangkai” dalam sistem penegakan hukum kita. Penegakan hukum kita belum sepenuhnya mampu bersinergi dengan semangat “bunga rampai hukum pidana” yang menekankan kepastian, keadilan, dan kejelasan hukum (ius constitutum).

Prediksi bahwa sejumlah oknum bekerja berdasarkan pesanan (order), semakin menguat ketika proses hukum terhadap pelapor ijazah palsu justru dilanjutkan. Setelah para pelapor diperiksa bersama saksi-saksi, maka keluarlah SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) yang menunjukkan bahwa proses hukum dinaikkan ke tahap penyidikan. Jika mengikuti norma yang berlaku—sebagaimana diatur dalam Putusan MK No. 130/PUU-XIII/2015 dan Pasal 1 angka 16 Perkap No. 6 Tahun 2019—maka penetapan tersangka terhadap para pelapor tinggal menunggu waktu.

Namun, perjuangan hukum dari Roy Cs dan para aktivis, yang didasari oleh peran serta masyarakat dan dilindungi oleh UU Keterbukaan Informasi Publik, UU Kepolisian, serta UU Kejaksaan, membuat para oknum penegak hukum tidak bisa bertindak sebebas masa lalu. Meski mungkin ada ‘order’ dari pihak yang memiliki keistimewaan atau kekuasaan—primus inter pares—tetap ada keinginan untuk menjaga “wibawa sang tokoh,” bukan demi supremasi hukum, tapi demi citra. Karena bila kriminalisasi ini tetap dipaksakan, maka skandal ini akan disorot tak hanya di dalam negeri, tetapi juga oleh komunitas hukum internasional melalui opini para amicus curiae (sahabat pengadilan).

Bisa jadi, dalam skenario “win-win solution”, akan hadir para proxy—baik lelaki maupun perempuan—yang menjadi perantara kompromi menuju pola restorative justice. Namun, praktik tawar-menawar ala markus (makelar kasus) dalam sistem hukum kita bukan rahasia lagi. Dalam konteks ini, status tersangka terhadap Roy Cs bisa dibuat stagnan: tidak dilanjutkan ke pengadilan, tetapi juga tidak dikeluarkan SP3. Ini menjadi strategi status quo, di mana pelapor tetap dijerat, tetapi tidak pernah diadili—semacam sandera hukum permanen.

Inilah puncak dari praktik “bunga bangkai hukum pidana”: hukum yang berbau busuk, dipenuhi agenda, dan menjijikkan, namun tetap dipertahankan oleh mereka yang berkepentingan.

Adapun dalam kronologi pelaporan dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi, jika dilihat secara objektif dan hukum, maka seharusnya pertanyaannya dibalik: “Apakah pantas pelapor dijadikan tersangka?” Jawabannya: tidak! Pelaporan atas dugaan tindak pidana adalah hak hukum warga negara, apalagi jika pelapor melakukannya dengan data dan itikad baik.

Namun, sejak agenda “Revolusi Mental” diluncurkan, banyak aparatur negara justru terjangkit penyakit mentalitas dan moralitas rendah. Bahkan banyak aparat warisan rezim lalu masih bercokol dan disusupkan ke dalam sistem pemerintahan hari ini. Mereka menjadi penggerak sistem hukum yang manipulatif, seolah-olah hukum adalah alat kekuasaan, bukan instrumen keadilan.

Demi masa depan bangsa, tanah air, dan negara, perjuangan para aktivis lintas latar belakang (SARA) tidak boleh melempem. Sebaliknya, harus semakin kokoh dan mengkristal. Karena perjuangan dan kesabaran dalam menegakkan kebenaran dan keadilan tidak mengenal batas waktu, sebagaimana pepatah bijak: “Perjuangan dan kesabaran tak boleh mengenal lelah dan usia.”


Penulis:

  • Advokat
  • Anggota Dewan Penasihat DPP KAI
  • Pakar Ilmu Peran Serta Masyarakat dan Kebebasan Menyampaikan Pendapat
  • Kabidhum dan HAM DPP KWRI (Komite Wartawan Reformasi Indonesia)

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Megawati, Kalau Yakin Didukung, Mengapa Takut?

Next Post

Roy Cs: Jangan Kan Diadili, Dilaporkan pun Tak Pantas

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?
Crime

Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?

June 27, 2026
Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game
Feature

Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game

June 27, 2026
Antara Afinitas Ideologis dan Aliansi Politik
Feature

Antara Afinitas Ideologis dan Aliansi Politik

June 27, 2026
Next Post
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta

Roy Cs: Jangan Kan Diadili, Dilaporkan pun Tak Pantas

Terindikasi Serobot Lahan Warga, Paulus George Hung alias Ting-Ting Ho Dipolisikan

Terindikasi Serobot Lahan Warga, Paulus George Hung alias Ting-Ting Ho Dipolisikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?

Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?

June 27, 2026
Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game

Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game

June 27, 2026
Antara Afinitas Ideologis dan Aliansi Politik

Antara Afinitas Ideologis dan Aliansi Politik

June 27, 2026
Melawan Pengkhianatan Jokowi, Membela Marwah Soekarno

PDIP Tidak Bisa Lepas dari Tanggung Jawab Moral atas Lahirnya Jokowi

June 27, 2026
SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

SAFARI POLITIK JOKOWI: UNTUK MASA DEPAN ANAK, ATAU MASA DEPAN DIRINYA SENDIRI?

June 26, 2026
Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

Razman Nasution: Sisi Lain Seorang Petarung yang Kini Mendekam di Cipinang

June 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?

Penahanan Roy Suryo dan Tifa adalah Pelanggaran HAM? Ke Mana Pigai?

June 27, 2026
Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game

Safari Politik Jokowi Dimulai, Mengapa Partai Lain Terlihat Tenang? Ancaman The Zero-Sum Game

June 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...