Sukoharjo, Fusilatnews – Setelah Bupati Karanganyar Juliyatmono Bupati Klaten Sri Mulyani menolak pembangunan jalan tol lingkar Timur Selatan kota Solo kini Bupati Sukoharjo Etik Suryani ikutan menolak Pembangunan Tol Lingkar Timur Selatan Kota Solo.
Rencana pembangunan jalan tol lingkar timur-selatan Kota Solo meski diresmikan sebagai proyek strategi nasional (PSN) dampaknya pada lahan pertanian di Kabupaten Klaten,Karanganyar, dan Sukoharjo Jawa Tengah sangat merusak. .Pembangunan jalan tol lingkar timur-selatan Kota Solo
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dengan tegas berkeberatan dengan rencana pembangunan jalan tol Lingkar Timur-Selatan Solo. pembangunan tol yang rencananya melintasi Kabupaten Klaten, Karanganyar, dan Sukoharjo. dipastikan merusak ratusan hektar Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) di wilayah Sukoharjo yang bakal terkena dampak dari rencana pembangunan tersebut.
“Terus terang saya Bupati Sukoharjo bukan menolak, tapi saya keberatan dengan adanya tol ini karena akan mengganggu. LSD kita banyak sekali,” kata Etik di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu 4/1Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten penyanggan pangan di Provinsi Jawa Tengah atas dasar itulah Bupati Sukoharjo keberatan rencana pembangunan jalan tol itu karena akan merusak Lahan sawah Sawah Dilindungi (LSD) yang tersebar di Kecamatan Gatak, Kecamatan Mojolaban, Kecamatan Grogol, Kecamatan Bendosari, dan Kecamatan Nguter.
Harapan Etik supaya tidak dibangun jalan tol, tetapi jalan ring road atau arteri. karena dengan membangun jalan ring road atau arteri wilayah, masyarakat yang terkena dampak masih bisa melakukan aktivitas ekonomi.
“Kalau bisa ya ring road atau arteri ya. Jadi masyarakat bisa berinvestasi, kota berkembang, dan ekonomi juga bisa jalan. Kalau tol kan ndak bisa. Itu harapan kami,” kata bupati Etik
Karena berdampak negatif terhdap produksi pangan dan aktifitas ekonomi di kawasan pedesaan Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo mengatakan,
“Statement Ibu Bupati kalau tol, kita memang tidak mau. Kalau hanya ring road silakan. Itu LSD semua kok (yang bakal kena dampak), tapi berapa luasannya kita belum tahu,”

























