• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ciri Kenabian dan Seseorang yang Terlalu Biasa

Ali Syarief by Ali Syarief
June 12, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Apa Yg Palsu: Giginya atau Ijazahnya?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam akhlak kenabian, dikenal empat sifat utama: shidiq, amanah, fathonah, dan tabligh. Empat pondasi karakter ini bukan semata monopoli para nabi, tapi juga menjadi tolok ukur pemimpin yang layak diteladani. Sayangnya, di republik ini, kita justru dikaruniai seseorang yang terlampau jauh dari semua itu.

Shidiq — jujur. Seseorang yang jujur tidak akan membiarkan publik tenggelam dalam kebingungan soal ijazahnya sendiri. Di ruang-ruang pengadilan, saksi-saksi akademik dipanggil, dokumen direka, dan jaksa seolah kesulitan membedakan antara bukti dan sandiwara. Presiden kita mungkin orang pertama dalam sejarah republik yang ijazahnya lebih banyak dibela oleh buzzer ketimbang oleh almamaternya. Sulit berkata jujur jika fondasi keabsahan sudah dibangun di atas tanya yang tak pernah dijawab.

Fathonah — cerdas. Kecerdasan tak hanya soal gelar, tapi kemampuan membaca dan memahami zaman. Tapi di tangan sang pemimpin, buku-buku hanya jadi hiasan etalase. Ia sendiri pernah berkata, “Saya memang tidak suka membaca.” Ketidaksukaan ini menjelma jadi kebijakan-kebijakan setengah paham: dari pembangunan yang hanya berbasis infrastruktur, hingga ketidakmampuan membaca situasi geopolitik. Pemimpin yang malas membaca adalah risiko nasional. Ia bukan hanya gagal memahami rakyatnya, tapi juga gagal memahami masa depan.

Amanah — dapat dipercaya. Dalam pengertian Jokowi, amanah tampaknya berarti: “Anak saya, menantu saya, dan semua loyalis saya harus punya jabatan.” Wewenang yang diberikan oleh rakyat digunakan untuk mengukuhkan dinasti. Dari Solo, Medan, Jakarta, hingga Nusantara — peta kekuasaan berubah menjadi silsilah keluarga. Konstitusi dilipat-lipat seperti lembaran kliping. Lembaga negara disulap jadi panggung karir keluarga. Ini bukan amanah. Ini persekongkolan warisan.

Tabligh — menyampaikan. Tapi apa yang hendak disampaikan jika satu kalimat utuh saja ia kesulitan ucapkan? Ketika negara dilanda kegelisahan, sang pemimpin hadir dengan diam — atau jika bicara, suaranya seperti catatan kaki yang gagal menjelaskan apa pun. Ia tak pernah punya narasi yang mencerahkan. Tak ada imajinasi kebangsaan, apalagi kalimat-kalimat yang mendidik. Ia hanya bicara untuk mengisi kekosongan — dan setiap kata yang meluncur seperti formalitas yang tak pernah menyentuh akal sehat rakyat.

Kita tak sedang menuntut pemimpin menjadi nabi. Tapi bahkan sebagai manusia biasa, ada harapan tentang kejujuran, kecerdasan, integritas, dan kemampuan berkomunikasi. Pemimpin ideal adalah mereka yang berusaha menyentuh sifat kenabian, bukan justru memunggunginya demi warisan kekuasaan.

Sayangnya, ia terlalu biasa — bahkan mungkin di bawah rata-rata. Ia tak shidiq, karena jujurnya masih hilang di pengadilan. Ia tak fathonah, karena tak suka membaca. Ia tak amanah, karena kekuasaan ditukar dengan kekeluargaan. Ia pun tak tabligh, karena suara kepemimpinannya tenggelam oleh kata-kata yang tak pernah mampu mengedukasi siapa pun.

Ia bukan nabi, tentu saja. Tapi ia pun gagal menjadi pemimpin yang sekadar bisa dipercaya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Why do you bring people to death here?” Peringatan Keras untuk Tata Kelola Haji Indonesia 2025 –

Next Post

Seorang Lansia Korban Penyerobotan Tanah Ditetapkan Tersangka Pemalsuan Dokumen

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Seorang Lansia Korban Penyerobotan Tanah Ditetapkan Tersangka Pemalsuan Dokumen

Seorang Lansia Korban Penyerobotan Tanah Ditetapkan Tersangka Pemalsuan Dokumen

Membaca Pikiran Roy Suryo: Imajinasi Pemakzulan Gibran

Membaca Pikiran Roy Suryo: Imajinasi Pemakzulan Gibran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist