• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Why do you bring people to death here?” Peringatan Keras untuk Tata Kelola Haji Indonesia 2025 –

Ali Syarief by Ali Syarief
June 12, 2025
in Birokrasi, Feature, Spiritual
0
Why do you bring people to death here?” Peringatan Keras untuk Tata Kelola Haji Indonesia 2025 –
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews  – Tahun 2025 baru saja menuntaskan ibadah haji, namun Indonesia sudah menerima tamparan keras dari Pemerintah Arab Saudi. Isinya jelas: buruknya penyelenggaraan haji tahun ini tak hanya mencoreng wajah bangsa, tapi juga berpotensi memangkas separuh jatah kuota jemaah haji Indonesia untuk tahun 2026. Separuh. Sebuah sinyal darurat yang tak bisa dianggap angin lalu.

Pertemuan resmi antara Deputi Menteri Haji Arab Saudi dan Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochamad Irfan Yusuf, berlangsung hangat, namun diwarnai nada tajam. Bukan hanya soal kuota, tapi menyangkut hal paling mendasar: nyawa manusia. Kalimat menusuk, “Why do you bring people to death here?” meluncur dari pejabat Saudi, menyayat logika dan nurani.

Indonesia, dengan gelar negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, justru gagal menunjukkan kompetensi paling elementer dalam urusan ibadah paling suci. Saudi mencatat dengan teliti bahwa jemaah Indonesia meninggal bahkan sebelum menginjakkan kaki di Tanah Suci. Kegagalan menyaring jemaah yang sehat, abai terhadap istitha’ah (kemampuan fisik dan mental), adalah gambaran tentang manajemen yang amburadul, asal jadi, dan jauh dari prinsip perlindungan jemaah.

Tak cukup sampai di situ. Pihak Saudi juga menggugat sistem layanan yang dibawa Indonesia: hotel, makanan, kasur, bahkan urusan dam yang seharusnya suci, kini menjadi ladang potensi pelanggaran. Dalam bahasa lebih sederhana, Saudi sudah muak pada praktik semrawut dan tidak profesional yang dibawa oleh delegasi Indonesia saban tahun.

Mereka kini mengambil langkah keras: membentuk gugus tugas gabungan untuk memverifikasi semua aspek. Negara lain boleh jadi menganggapnya sebagai bentuk pendampingan. Tapi dalam relasi diplomatik, ini adalah bentuk tidak percaya. Bukan sekadar intervensi, melainkan koreksi telak terhadap tata kelola yang selama ini diselimuti birokrasi dan permainan politik dalam negeri.

Ironisnya, transisi manajemen dari Kementerian Agama ke BP Haji justru menjadi batu ujian. Apakah badan baru ini akan mereformasi sistem secara radikal atau hanya mengganti wajah lama dengan nama baru? Pernyataan Gus Irfan bahwa pihaknya sedang menyiapkan sistem baru harus dibuktikan dengan tindakan konkret, bukan sekadar jargon di tengah krisis kredibilitas.

Inilah saatnya pemerintah berhenti menyulap haji menjadi panggung pencitraan. Ini ibadah, bukan festival logistik. Ribuan calon jemaah yang mengantre puluhan tahun menunggu keberangkatan tidak boleh menjadi korban dari kekacauan sistem dan ego sektoral. Mereka adalah warga negara yang mempercayakan hidup dan matinya pada negara saat menginjakkan kaki ke Tanah Suci.

Kegagalan tahun 2025 adalah sinyal kuat bahwa evaluasi kosmetik tak cukup. Diperlukan reformasi struktural—dari sistem seleksi jemaah, penunjukan mitra layanan, sampai pengawasan di lapangan. Jika tidak, ancaman Saudi memotong kuota hingga 50 persen akan menjadi kenyataan pahit, bukan sekadar wacana.

Dan ketika itu terjadi, bukan hanya jumlah jemaah yang berkurang. Tapi juga kepercayaan dunia terhadap kompetensi Indonesia dalam mengelola amanat besar umat Islam.

Penutup:

Saatnya pemerintah berhenti bermain-main dengan ibadah haji. Karena di balik setiap nama dalam daftar jemaah, ada harapan, ada doa, dan ada nyawa yang harus dijaga. Bukan dikorbankan atas nama kelalaian dan kekacauan sistemik.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengkultuskan Jokowi sebagai Nabi: Membakar Dupa di Atas Jerami Kering

Next Post

Ciri Kenabian dan Seseorang yang Terlalu Biasa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Apa Yg Palsu: Giginya atau Ijazahnya?

Ciri Kenabian dan Seseorang yang Terlalu Biasa

Seorang Lansia Korban Penyerobotan Tanah Ditetapkan Tersangka Pemalsuan Dokumen

Seorang Lansia Korban Penyerobotan Tanah Ditetapkan Tersangka Pemalsuan Dokumen

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist