• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

fusilat by fusilat
August 3, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

​By Paman BED

​Sebuah cuplikan video belum lama ini menyedot perhatian publik: sebuah kendaraan supermewah, Toyota Century SUV berwarna hitam dengan taksiran harga mencapai Rp14 miliar hingga Rp15 miliar, melenggang memasuki kompleks Gedung DPR/MPR RI.
​Yang membuat publik terhenyak bukan sekadar eksklusivitas mobil langka berteknologi Plug-in Hybrid (PHEV) V6 3.5L bertenaga sekitar 400 HP tersebut, melainkan terpasangnya pelat nomor dinas RI 36—alokasi resmi negara bagi jajaran Utusan Khusus Presiden.

​Konfirmasi berbagai pemberitaan menunjukkan bahwa kendaraan tersebut bukan merupakan pengadaan armada dinas yang dibiayai APBN, melainkan kendaraan pribadi milik pejabat yang bersangkutan yang menggunakan pelat dinas resmi dalam pelaksanaan tugas kedinasan. Dari perspektif hukum dan tata kelola anggaran, tidak terdapat indikasi bahwa APBN digunakan untuk pengadaan kendaraan tersebut.

​Namun, justru di situlah letak simpul persoalan etisnya. Ketika simbol kemewahan pribadi berpadu dengan atribut resmi negara di ruang publik, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah sesuatu yang sah secara hukum selalu tepat ditampilkan dalam perspektif etika kepemimpinan?

​Fenomena ini menjadi kontras apabila kita menengok salah satu praktik simbolik pada masa Orde Baru. Terlepas dari berbagai dinamika dan kontroversi politiknya, pada masa tersebut terdapat penekanan agar pejabat negara menampilkan citra kesederhanaan.

Kendaraan dinas dibatasi pada tingkat yang representatif tanpa kesan berlebihan, sementara penggunaan produk dalam negeri—mulai dari sepatu produksi Cibaduyut hingga batik nasional—terus didorong sebagai bagian dari keteladanan elite negara.

​Kesederhanaan ketika itu diposisikan sebagai simbol kedekatan pemimpin dengan rakyat. Kini, ketika simbol kemewahan pribadi tampil berdampingan dengan atribut negara, publik dapat menangkap kesan bahwa batas antara ruang privat dan ruang jabatan semakin kabur.

​Fikih Kepemilikan dan Batasan Etis
​Secara fikih, setiap harta yang diperoleh melalui cara yang halal merupakan hak milik pribadi yang dilindungi syariat. Pemiliknya berhak menikmati nikmat tersebut sebagai bentuk rasa syukur (tahadduts bin ni’mah). Allah SWT berfirman:
​وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
​”Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).” (QS. Ad-Duha: 11)
​Namun, Islam tidak berhenti pada aspek legal-formal semata. Di atas fikih berdiri akhlak. Di atas hak kepemilikan berdiri tanggung jawab sosial.

​Allah SWT juga mengingatkan:
​يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
​”…makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
​Kehalalan sumber harta tidak otomatis menghapus kewajiban menjaga kepekaan sosial. Sesuatu yang halal secara muamalah dapat memunculkan persoalan etis apabila ditampilkan secara tidak proporsional di tengah masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan ekonomi.
​Rasulullah SAW bersabda:
​كُلُوا وَاشْرَبُوا وَتَصَدَّقُوا وَالْبَسُوا فِي غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلَا مَخِيلَةٍ
​”Makanlah, minumlah, bersedekahlah, dan berpakaianlah tanpa berlebih-lebihan serta tanpa kesombongan.” (HR. Abu Dawud No. 4084 dan Ahmad)
​Dialektika

Kepemimpinan: Teladan atau Normalisasi Hedonisme?
​Perubahan norma sosial tidak pernah terjadi dalam ruang hampa. Ia sering kali mengikuti perilaku para pemimpin.

​Ketika pejabat publik atau tokoh bangsa mempertontonkan simbol-simbol kemewahan yang sangat mencolok, meskipun seluruhnya berasal dari harta pribadi yang halal, tindakan tersebut tetap menghadirkan pesan simbolik di ruang publik. Dalam kacamata sosiologi ekonomi Thorstein Veblen, fenomena ini mencerminkan conspicuous consumption—praktik memamerkan barang-barang mewah tidak lagi sebatas pemenuhan fungsi utilitas, melainkan sebagai instrumen komunikasi untuk menegaskan status dan kelas sosial.

Ketika konsumsi mencolok ini dipadukan dengan atribut resmi negara, legitimasi posisi pejabat publik berisiko tergeser dari semangat pelayanan menjadi panggung simbolik legitimasi kekayaan.
​Penggunaan pelat dinas negara pada kendaraan pribadi bernilai belasan miliar rupiah berpotensi menimbulkan persepsi bahwa simbol kemewahan dalam jabatan negara semakin dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Persepsi semacam ini dapat mengurangi sensitivitas sosial serta memperlebar jarak psikologis antara pejabat publik dengan masyarakat yang dipimpinnya.
​Sebaliknya, ketika para pemimpin secara sadar membatasi penampilan kemewahan di ruang publik, mereka sedang membangun teladan bahwa kekuasaan bukanlah panggung untuk mempertontonkan status sosial, melainkan sarana untuk menghadirkan pelayanan, empati, dan kepercayaan.

​Kesimpulan
​Kehalalan sumber rezeki dan tidak digunakannya APBN merupakan syarat legal yang penting, tetapi belum cukup untuk menjawab tuntutan etika kepemimpinan publik.
​Dalam jabatan publik, yang dinilai masyarakat bukan hanya legalitas, melainkan juga sensitivitas moral.

Simbol-simbol kemewahan yang ditampilkan dengan atribut negara berpotensi mengikis empati sosial dan menciptakan jarak psikologis antara pemimpin dan rakyat.

​Saran Reflektif
​Memperjelas pemisahan antara atribut negara dan kepemilikan pribadi, sehingga pelat dinas dan fasilitas resmi digunakan secara proporsional sesuai semangat pelayanan publik.

​Membangun budaya kesederhanaan di kalangan pejabat publik sebagai bentuk empati, integritas, dan penghormatan kepada masyarakat.

​Menghidupkan kembali kebanggaan terhadap produk dalam negeri, sehingga para pemimpin menjadi teladan dalam menggunakan karya anak bangsa sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.

​Pada akhirnya, persoalan ini bukanlah tentang melarang seseorang menikmati hasil jerih payahnya yang halal, melainkan tentang kebijaksanaan dalam menempatkan kemewahan di ruang yang tepat. Jabatan publik bukan sekadar amanah hukum, tetapi juga amanah moral yang senantiasa berada dalam sorotan masyarakat.

​Rakyat tidak pernah menuntut pejabat hidup miskin. Yang mereka harapkan adalah hadirnya keteladanan, yakni kemampuan membedakan apa yang layak dimiliki secara pribadi dan apa yang patut ditampilkan di ruang publik. Sebab, di mata rakyat, keteladanan sering kali berbicara lebih lantang daripada kemewahan, dan kesederhanaan yang tulus akan selalu lebih berwibawa daripada simbol-simbol kemegahan.

​Referensi & Bahan Bacaan
* ​Al-Qur’anul Karim (QS. Ad-Duha: 11; QS. Al-A’raf: 31; QS. Al-Isra’: 26–27).
* ​Hadits Riwayat Abu Dawud No. 4084 dan Musnad Ahmad.
* ​Imam Al-Ghazali. Ihya’ Ulumuddin.
* ​OECD. (2017). OECD Public Integrity Handbook: Strengthening Ethics and Standards in Public Life.
* ​Veblen, Thorstein. (1899). The Theory of the Leisure Class: An Economic Study of Institutions. New York: Macmillan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

fusilat

fusilat

Related Posts

42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP
Economy

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Feature

Lembaga Survei, Politik Aura, dan Ilusi Elektabilitas

August 2, 2026
Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional
Crime

Ijazah Telah Mengangkat Jokowi hingga Jadi Presiden, Sekaligus Telah Menghancurkan Dirinya

August 2, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

August 3, 2026
Disetujui Presiden, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA naik

Listrik Padam Massal di Jaksel dan Tangsel Sejak Subuh, PLN Selidiki Gangguan Suplai Gardu Induk Gandul

August 3, 2026

Lembaga Survei, Politik Aura, dan Ilusi Elektabilitas

August 2, 2026
Dewan Penasehat SILU RAYA Sesalkan Pembakaran Peralatan Tambang, Minta Penegakan Hukum Humanis

Dewan Penasehat SILU RAYA Sesalkan Pembakaran Peralatan Tambang, Minta Penegakan Hukum Humanis

August 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...