• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dalam Perspektif Ajaran Islam: Jokowi dan Kegagalan Membaca Husnul Khotimah

Ali Syarief by Ali Syarief
February 4, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam ajaran Islam, fase hidup manusia itu jelas. Ada masa berjuang, ada masa memimpin, dan ada masa bersiap pulang. Ketika usia menua, jabatan selesai, dan tubuh memberi isyarat, Islam tidak menyuruh seseorang memperluas pengaruh—tetapi memperdalam amal.

Orientasinya satu: husnul khotimah.

Artinya sederhana tapi berat: menutup hidup dengan kebaikan. Memperbanyak amal saleh. Menyisakan jejak yang bermanfaat. Membangun jariyah yang mengalir bahkan setelah jasad dikubur. Dan—yang paling fundamental—mensholehkan anak-anaknya, bukan mengorbitkan mereka ke tampuk kekuasaan.

Namun yang kita saksikan pada Jokowi justru sebaliknya.

Alih-alih menyiapkan bekal akhirat, ia tampak sibuk mengatur panggung dunia. Alih-alih memperbanyak amal sunyi, ia memilih hiruk-pikuk politik. Alih-alih membimbing anak-anaknya menjadi pribadi yang berjarak dari kekuasaan, ia justru mati-matian membela mereka agar berkuasa.

Dalam Islam, ini bukan sekadar salah langkah.
Ini salah orientasi.

Nabi tidak pernah mewariskan kekuasaan kepada anaknya. Para khalifah besar tidak mengarahkan putra-putrinya untuk menggantikan tahta. Bahkan Umar bin Khattab—yang kekuasaannya jauh lebih besar dari Jokowi—menarik anaknya sendiri dari lingkaran istimewa negara.

Karena dalam pandangan Islam, kekuasaan adalah ujian, bukan warisan.
Dan anak adalah amanah, bukan proyek politik.

Maka ketika seorang ayah menggunakan seluruh sisa pengaruhnya untuk membuka jalan kekuasaan bagi anaknya, yang dipertaruhkan bukan sekadar etika publik—tetapi nilai keimanan itu sendiri.

Sebab Islam tidak mengajarkan:
“Pastikan anakmu berkuasa.”

Islam mengajarkan:
“Pastikan anakmu selamat.”

Selamat akhlaknya.
Selamat imannya.
Selamat dari fitnah jabatan.

Tetapi Jokowi memilih jalan yang paling berisiko: menyeret anak-anaknya ke pusat badai kekuasaan, lalu membela mereka dengan seluruh tenaga negara, jaringan, dan pengaruh yang ia miliki.

Di titik ini, sulit menolak kesimpulan pahit:
otaknya bekerja tanpa panduan nilai agama.

Bukan berarti ia tidak beragama secara administratif.
Tetapi secara orientasi hidup, ia tampak jauh dari spirit Islam itu sendiri.

Karena orang yang benar-benar memikirkan husnul khotimah akan bertanya:
“Apa yang tersisa dariku jika jabatan dicabut?”

Sedangkan Jokowi justru bertanya:
“Bagaimana caranya agar pengaruhku tetap hidup meski aku tak lagi berkuasa?”

Itu bukan logika orang yang sedang bersiap pulang.
Itu logika orang yang tak rela turun dari dunia.

Dalam Islam, ambisi dunia yang dibawa sampai usia senja bukan tanda kekuatan—melainkan tanda kegelisahan batin. Dan kegelisahan semacam itu biasanya lahir ketika iman gagal menjadi kompas, lalu digantikan oleh nafsu kuasa yang menyamar sebagai “demi anak”.

Padahal, membela anak agar berkuasa bukanlah amal jariyah.
Itu justru bisa menjadi amal yang memberatkan hisab.

Sejarah Islam penuh dengan peringatan tentang pemimpin yang gagal membaca akhir hidupnya. Dan Jokowi, sayangnya, tampak sedang berjalan ke arah itu: sibuk menata panggung dunia, sambil lupa bahwa panggung terakhir tidak memerlukan tepuk tangan politik—melainkan catatan amal.

Di sanalah nanti, semua pidato berhenti.
Semua kekuasaan runtuh.
Dan yang ditanya bukan: siapa anakmu—
tetapi: apa yang kau lakukan ketika kau punya kuasa?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kapolda Riau dan Kriminalisasi Aktivis, Wilson Lalengke: Ini Kejahatan terhadap Bangsa dan Dunia

Next Post

PANEN RAYA BUKAN SEKADAR SEREMONI: UJIAN KEBERPIHAKAN HKTI KEPADA PETANI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL

PANEN RAYA BUKAN SEKADAR SEREMONI: UJIAN KEBERPIHAKAN HKTI KEPADA PETANI

PETANI PADI: PROFESI MULIA YANG TERLUPA

BERDIKARI ATAU SEKADAR SLOGAN: MENGUJI MAKNA “BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist