• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

PANEN RAYA BUKAN SEKADAR SEREMONI: UJIAN KEBERPIHAKAN HKTI KEPADA PETANI

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 5, 2026
in Economy, Feature
0
MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Pada sebuah kesempatan berbincang dengan sesepuh HKTI Jawa Barat, mengemuka sebuah pertanyaan mendasar: bagaimana seharusnya sikap Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam menyambut Panen Raya Padi yang berlangsung sejak Februari hingga April 2026?

Pertanyaan ini penting dan relevan, sebab panen raya bukan sekadar siklus alam, melainkan momentum penentuan nasib petani. Di titik inilah jerih payah sekitar seratus hari masa tanam dipertaruhkan—apakah berbuah kesejahteraan, atau kembali berujung kekecewaan.

Selama puluhan tahun, petani padi di negeri yang mengaku agraris ini selalu diliputi rasa harap-harap cemas menjelang panen raya. Harga gabah di tingkat petani kerap anjlok, dimainkan oleh bandar dan tengkulak. Ironisnya, dari masa ke masa, negara seolah tak pernah memiliki jurus ampuh untuk menghentikan praktik tersebut secara tuntas. Pola ini terus berulang, dari tahun ke tahun.

Kekhawatiran itu sepenuhnya masuk akal. Bagi petani, panen raya adalah satu-satunya harapan untuk meningkatkan pendapatan. Namun ketika harga gabah jatuh, seluruh kerja keras—tenaga, biaya, dan waktu—praktis menguap begitu saja. Tak heran bila dalam setiap obrolan, yang mengemuka justru keluhan dan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah di sektor pergabahan.

Di benak petani, selalu mengendap pertanyaan yang tak kunjung terjawab: mengapa di negara agraris sebesar Indonesia, kebijakan pertaniannya justru sering terasa jauh dari keberpihakan?

Harus diakui, sejak Presiden Prabowo Subianto memegang tampuk pemerintahan periode 2024–2029, kegelisahan itu perlahan mulai terobati. Sejumlah terobosan di sektor pergabahan dan perberasan nasional memberi harapan baru. Permintaan petani agar negara menghormati kerja keras mereka, tidak lagi sekadar menjadi gema di ruang hampa.

Salah satu kebijakan yang paling dirasakan dampaknya adalah penetapan satu harga gabah serta penugasan Bulog untuk menyerap gabah petani dengan prinsip “any quality”. Kebijakan ini patut diapresiasi sebagai bentuk nyata keberpihakan negara. Petani semakin menyadari bahwa kesejahteraan tidak akan tercapai hanya dengan menaikkan produksi, tanpa keberesan di sisi harga dan pascapanen.

Tanpa kebijakan harga yang adil dan sistem pascapanen yang kuat, wacana menyejahterakan petani tak ubahnya mengecat langit—indah diucapkan, mustahil diwujudkan. Kesejahteraan petani pun hanya akan menjadi slogan dan pemanis pidato.

Dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram serta kewajiban Bulog membeli minimal di harga tersebut, ruang gerak bandar dan tengkulak untuk menekan harga di tingkat petani menjadi semakin sempit. Inilah fondasi penting dalam menciptakan keadilan ekonomi bagi petani.

Di tengah perubahan kebijakan yang lebih progresif ini, pertanyaan krusial pun mengemuka: bagaimana sikap HKTI?
Apakah HKTI akan tetap berpangku tangan, atau justru hadir sebagai pelindung dan pembela petani—terutama saat panen raya berlangsung di tengah ancaman hujan dan persoalan kualitas gabah?

Jawabannya tegas: HKTI tidak boleh berdiam diri.
Sebagai organisasi petani, HKTI harus berdiri di garis depan, mendampingi, mengawal, dan memastikan petani tidak kembali menjadi korban sistem.

Dalam menyambut Panen Raya 2026, HKTI setidaknya perlu mengambil beberapa langkah strategis. Pertama, meningkatkan kualitas dan produktivitas melalui pelatihan, pendampingan teknologi budidaya, penggunaan benih unggul, serta pengendalian hama terpadu, dengan melibatkan penyuluh pertanian di lapangan.

Kedua, mendukung program pemerintah secara optimal, khususnya dalam penyerapan gabah dan penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). HKTI perlu aktif mengawal petani agar mampu menghasilkan gabah berkualitas sesuai standar serapan Bulog.

Ketiga, memperluas akses pasar dan memperkuat posisi tawar petani, baik melalui pembangunan jaringan pemasaran, penguatan kelembagaan kelompok tani, maupun konsolidasi organisasi petani agar tidak tercerai-berai menghadapi pasar.

Lebih jauh, HKTI perlu melakukan terobosan cerdas dalam Panen Raya 2026, antara lain:

  1. Mendorong produktivitas padi unggul yang telah terbukti meningkatkan pendapatan petani.

  2. Mengakselerasi pemanfaatan teknologi pertanian modern, mulai dari irigasi cerdas, deteksi hama, hingga logistik terintegrasi.

  3. Memperkuat kerja sama dengan pemerintah, terutama Kementerian Pertanian, dalam akses sarana produksi, pembiayaan, dan pasar.

  4. Memusatkan perhatian pada pemberdayaan petani, agar petani tidak hanya produktif, tetapi juga berdaya dan bermartabat.

Dengan langkah-langkah tersebut, HKTI diharapkan benar-benar tampil sebagai kekuatan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional.

Kita patut percaya, HKTI mampu berkiprah lebih nyata dan bermakna bagi kejayaan petani di Tanah Merdeka.

(Penulis, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dalam Perspektif Ajaran Islam: Jokowi dan Kegagalan Membaca Husnul Khotimah

Next Post

BERDIKARI ATAU SEKADAR SLOGAN: MENGUJI MAKNA “BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI”

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
PETANI PADI: PROFESI MULIA YANG TERLUPA

BERDIKARI ATAU SEKADAR SLOGAN: MENGUJI MAKNA “BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI"

Penegak Hukum Didesak Tidak Tajam Ke Lawan Penguasa, Tumpul ke Sekutu Penguasa

Eksaminasi Yudisial sebagai Instrumen Pencarian Kebenaran Materiil dalam Proses Peradilan Pidana

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...