• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Anies Baswedan ke Ridwan Kamil – Ini Logika Jahilyah

Ali Syarief by Ali Syarief
August 19, 2024
in Feature, Pilkada, Politik
0
Dari Anies Baswedan ke Ridwan Kamil – Ini Logika Jahilyah
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta.–Transparansi dan kejujuran adalah dua kualitas yang jarang ditemukan dalam dunia politik, namun Anies Baswedan, Gubernur Jakarta, telah membuktikan bahwa keduanya dapat diwujudkan dalam kepemimpinannya. Di bawah arahannya, Jakarta tidak hanya menjadi ibu kota yang lebih modern, tetapi juga lebih manusiawi. Anies berhasil membangun infrastruktur yang tidak hanya fisik, tetapi juga sosial, dengan proyek-proyek seperti Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi kawasan-kawasan kumuh, serta kebijakan-kebijakan ramah lingkungan yang memperhatikan kesejahteraan warganya. Keberhasilannya sangat jelas, terlihat dan dirasakan oleh banyak orang. Jakarta yang ia pimpin telah menjadi contoh keberhasilan kepemimpinan yang transparan, membanggakan, dan nyata hasilnya bagi bangsa Indonesia.

Namun, di tengah keberhasilan Anies, muncul sebuah keputusan yang menggelitik nalar: menggantikan Anies dengan Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat. Sebuah logika yang, bagi banyak orang, tampak berbalik dari akal sehat. Ridwan Kamil mungkin dikenal sebagai sosok yang populer, dengan gaya yang lebih santai dan media-savvy, namun ketika kita berbicara tentang prestasi konkret, terutama terkait dengan kepemimpinan di Jakarta, pertanyaan besar muncul: apa yang sebenarnya telah ia capai di Jawa Barat? Dan bagaimana hal itu bisa relevan dengan tantangan yang dihadapi Jakarta?

Kontradiksi antara Anies dan Ridwan Kamil menjadi semakin mencolok ketika kita melihat rekam jejak masing-masing. Anies, dengan segudang prestasi yang nyata, telah menunjukkan bahwa ia mengerti kompleksitas Jakarta—sebuah kota megapolitan dengan segala dinamika dan tantangannya. Ia berhasil menata ulang tata ruang, memperbaiki transportasi umum, dan meningkatkan kualitas hidup warganya. Sedangkan Ridwan Kamil, meskipun memiliki sejumlah proyek infrastruktur di Jawa Barat, sering kali disorot karena kebijakan yang belum sepenuhnya menyentuh akar masalah di provinsi tersebut. Program-program yang ia gagas terkesan lebih kosmetik dibandingkan dengan pendekatan substansial yang diambil oleh Anies di Jakarta.

Lebih dari itu, Ridwan Kamil belum pernah menghadapi tantangan sebesar dan sekompleks Jakarta. Urusan tata kelola perkotaan dengan skala dan intensitas seperti di Jakarta sangat berbeda dengan Jawa Barat. Ridwan Kamil mungkin memahami bagaimana membangun taman atau menciptakan ikon-ikon kota, tetapi apakah ia siap untuk menangani masalah-masalah mendalam seperti kemacetan, banjir, atau ketimpangan sosial yang menjadi tantangan utama di Jakarta?

Logika yang terbalik ini, di mana seorang pemimpin yang telah terbukti kemampuannya digantikan oleh seseorang yang prestasinya tidak jelas, menunjukkan sebuah pola pikir yang bisa disebut sebagai logika jahilyah. Ini adalah logika yang tidak mempertimbangkan realitas dan kebutuhan yang sebenarnya, tetapi lebih didorong oleh popularitas semu atau kalkulasi politik jangka pendek. Pemilihan Ridwan Kamil sebagai pengganti Anies di Jakarta bukan hanya merupakan sebuah kesalahan dalam memilih pemimpin, tetapi juga cerminan dari kegagalan memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh Jakarta dan warganya.

Dalam kesimpulannya, keputusan untuk menggantikan Anies Baswedan dengan Ridwan Kamil adalah sebuah langkah yang tidak hanya menantang logika, tetapi juga merugikan masa depan Jakarta. Anies adalah pemimpin yang telah menunjukkan hasil nyata, sementara Ridwan Kamil adalah sosok yang masih harus membuktikan dirinya, terutama dalam konteks Jakarta yang jauh lebih kompleks. Logika yang membalikkan kenyataan ini, mengabaikan bukti dan prestasi nyata demi sesuatu yang belum terbukti, adalah logika yang tidak sejalan dengan akal sehat. Ini adalah logika jahilyah, yang lebih mementingkan penampilan daripada substansi, dan popularitas daripada kemampuan nyata.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hamas Tanggapi Proposal Doha, Netanyahu Halangi Kesepakatan Gencatan Senjata

Next Post

PKS: Partai Keluarga Sejahtera

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
PKS: Partai Keluarga Sejahtera

PKS: Partai Keluarga Sejahtera

PDI-P Ungkap Elite Politik Terkait Gagasan Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Jabatan Presiden

Djarot: Pasangan RK dan Siswono Dipersiapkan Lawan Calon Boneka

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist