Nusa Dua – Fusilatnews – Berdasarkan deklarasi bersama yang dilihat para reporter mencantumkan kecaman keras terhadap perang yang sedang berkecamuk di Ukraina menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa, dan memperburuk kerentanan dalam ekonomi global.
Dalam deklarasi itu ditegaskan bahwa perang di Ukraina menghambat pertumbuhan, meningkatkan inflasi, mengganggu rantai pasokan, meningkatkan kerawanan energi dan pangan, dan meningkatkan risiko stabilitas keuangan,.
Deklarasi tersebut juga mengatakan tentang sikap negara G20 tetap sama dengan forum-forum lain, seperti Resolusi Sidang Umum PBB pada 12 Maret 2022 menyesalkan agresi Rusia terhadap Ukraina, serta menuntut penarikan penuh dan tanpa syarat dari wilayah Ukraina. Resolusi dengan 14 negara sepakat, lima negara menolak, 35 negara abstain,
Deklarasi bersama KTT G20 Bali didukung oleh 16 Negara plus Uni Eropa, China dan India absen sedangkan Rusia menolak keras.
Dalam G20 Bali Leaders Declaration juga dijelaskan bahwa G20 bukanlah forum untuk menyelesaikan masalah keamanan, kami mengakui bahwa masalah keamanan dapat memiliki konsekuensi yang signifikan terhadap ekonomi global,.Sangat penting menegakkan hukum internasional dan sistem multilateral yang menjaga perdamaian serta stabilitas.
Karena itu Penggunaan atau ancaman penggunaan senjata nuklir tidak dapat diterima. Penyelesaian konflik secara damai, upaya mengatasi krisis, serta diplomasi, dan dialog sangat penting. Era hari ini tidak boleh perang,
Presiden Joko Widodo dalam pidato penutupannya mengespresikan kelegaannya karena deklarasi para pemimpin G20 tersebut akhirnya disahkan.
Sebagai Presidensi G20, Indonesia telah mengupayakan berbagai solusi terbaik selama satu tahun kepemimpinan. Alhamdulillah hari ini kita dapat mengadopsi dan mengesahkan G20 Bali Leaders Declaration,” Pidato Presiden Jokowi pada penutupan KTT G20 di The Apurva Kempinski, Bali, Rabu 16/11/2022






















