Menurut Cak Imin para aktivis demokrasi di era Orde Baru berjuang untuk memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Salah satunya agar kontestasi kepemimpinan bangsa bisa dimenangi oleh figur yang memang mempunyai kualitas.
Surabaya – Fusilatnews – Dalam acara Cangkrukan Perubahan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/11) malam. Calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, bersama calon Presiden Anies Baswedan bertekad mewujudkan reformasi kedua. Sebagai aktivis mahasiswa untuk mewujudkan demokrasi di awal tahun 1990. keduanya sama – sama berjuang mencapai tujuan bersama
“Alhamdulillah, era demokrasi itu menghasilkan banyak perubahan, tapi banyak akhirnya diselewengkan. Maka, ada istilah reformasi dibajak, demokrasi salah arah. Makanya, saya akhirnya ditakdirkan oleh Allah, reuni sama Mas Anies demi merebut reformasi yang kedua,” kata Cak Imin
Menurut Cak Imin para aktivis demokrasi di era Orde Baru berjuang untuk memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Salah satunya agar kontestasi kepemimpinan bangsa bisa dimenangi oleh figur yang memang mempunyai kualitas.
“Ini zaman Pak Harto, kita demo, kita berontak, kita turunkan era Orde Baru supaya karier orang itu diadu berdasarkan mutunya, berdasarkan jeri payah bekerjanya,” ujar Cak Imin
Menurut Cak Imin saat ini reformasi dan demokrasi mulai disalahartikan atau tak sesuai lagi dengan perjuangan pada era Orde Baru. Maka dari itu, Muhaimin mengeklaim bakal mengembalikan semangat demokrasi dan reformasi itu sendiri.
“Tidak boleh lagi yang namanya terjadi apa yang gede tambah gede, yang cilik tambah cilik. Kita ingin kejar yang gede harus tetap gede dan tambah gede, tapi yang cilik tidak boleh tetap cilik harus ikut gede,” imbuh dia.

























