Jakarta – Fusilatnews – Partai Demokrat mengalami penurunan signifikan dalam perolehan kursi di DPR RI pada Pemilu 2024. Setelah menempati peringkat keenam pada Pemilu 2019, kini Demokrat harus puas dengan posisi paling bawah di antara partai-partai yang lolos ambang batas parlemen, yakni peringkat kedelapan.
Pada Pemilu 2019, Partai Demokrat berhasil meraih 54 kursi di DPR, menempatkan mereka dalam enam besar partai terbesar di Senayan. Namun, pada Pemilu 2024, perolehan kursi Demokrat menurun drastis menjadi hanya 44 kursi, membuatnya terpuruk ke posisi kedelapan.
Penurunan ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai penyebabnya. Salah satu faktor yang banyak dibicarakan adalah leadership Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. AHY, yang menggantikan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai pemimpin partai, dinilai belum mampu mengembalikan kejayaan Demokrat seperti era SBY.
Selain itu, sikap SBY yang sering dianggap inkonsisten atau “mancla~mencle” dalam memberikan arahan politik juga disebut-sebut sebagai faktor yang memengaruhi perolehan suara Demokrat. Beberapa pengamat menilai bahwa ketidakpastian dalam strategi politik partai, termasuk dalam menentukan koalisi dan calon yang diusung, telah membuat Demokrat kehilangan kepercayaan dari sebagian pemilih.
“Kepemimpinan AHY yang masih muda dan terkesan ragu-ragu, ditambah dengan sikap SBY yang sering berubah-ubah, membuat Demokrat kehilangan arah yang jelas dalam perpolitikan nasional,” ujar seorang pengamat politik yang enggan disebutkan namanya.
Ke depan, Demokrat perlu mengevaluasi strategi dan kepemimpinan mereka jika ingin kembali bersaing di panggung politik nasional. Konsistensi dalam kebijakan dan kepemimpinan yang kuat dinilai menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menghindari penurunan lebih lanjut.
























