• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dicari: Pemimpin Pragmatis

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 5, 2022
in Feature
0
Dicari: Pemimpin Pragmatis

Foto ilustrasi: Getty Images

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Denny Indra Sukmawan

Jakarta – Pragmatis hakikatnya berorientasi pada kepraktisan dan kemanfaatan. Sikap pragmatis tidak seratus persen salah, ketika harus berhadapan dengan realitas yang menuntut kita harus mengambil tindakan dengan cepat dan tepat. Apalagi opsi-opsi tindakan terbatas karena realitas tadi kompleks. Dalam banyak situasi, suatu tindakan tidak bisa didasarkan pada diktat-diktat, teori atau konsep yang kaku.

Di tengah perubahan lingkungan strategis, saya melihat hanya pemimpin-pemimpin pragmatis yang berorientasi pluralis, berwawasan geopolitik dan berjiwa revisionis yang bisa menjembatani upaya menuju tatanan dunia baru –Bangsa Indonesia menerjemahkannya dalam visi “Indonesia Emas 2045”– di era pasca-pandemi dan pra-resesi. Harapannya, saat memimpin nanti, mereka tidak “gagap” membaca dinamika lingkungan strategis dan (paling penting) mampu mendekati peluang dan menjauhi ancaman yang ada.

Berorientasi Pluralisme

Hari ini, kepemimpinan global bukan lagi dominan oleh populisme, namun elitisme dan pluralisme. Era populisme sudah runtuh. Biarkan rekam jejak dan catatan-catatan mengenai populisme menjadi konsumsi ilmuwan sosial-humaniora untuk menjadi kebijaksanaan, tentu agar populisme tidak bangkit lagi. Kepemimpinan Donald Trump di Amerika Serikat dan Boris Johnson di Inggris sudah tidak ada. Lainnya seperti Vladimir Putin di Rusia dan Jail Bolsonero di Brazil sedang mengalami goncangan politik yang kuat di dalam negeri, dan konsekuensi turun dari pucuk pimpinan diproyeksikan cukup besar.

Bagi calon-calon pemimpin yang akan berkontestasi pada 2024, gejala ini seharusnya menjadi petanda: narasi-narasi populisme tidak akan laku di kalangan pemilih. Isu politik identitas bisa jadi masih ada, namun saya pikir dampaknya tidak sebesar beberapa tahun lalu. Cukup banyak survei yang memvalidasi argumen ini. Isu politik kelas bisa saja muncul, namun saya rasa bukan lagi soal “kita versus mereka” atau “mayoritas versus minoritas”. Sebaliknya, pemimpin yang mampu meracik isu-isu kesetaraan dan keadilan untuk “semua” –notabene adalah rakyat– akan menjadi pemenang kontestasi politik nanti.

Yang saya ingin tegaskan, gejala politik global hari ini entah: kembali ke elitisme, atau berupaya mendorong pluralisme –yang notabene keduanya adalah antitesis dari populisme. Tentu saja ekspektasi saya bukan elitisme yang berkembang, karena hari ini Indonesia sudah elitis. Lingkaran kekuasaan diisi pemilik modal. Posisi-posisi strategis diisi teknokrat, kalau bukan purnawirawan. Sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan kita terlalu meritokratis, karena lebih dinikmati mereka yang memiliki akses dan sumber daya. Representasi pemimpin elitis pun bermunculan, di Amerika Serikat dan Inggris misalnya.

Ekspektasi saya, pemimpin Indonesia nanti berani bereksperimen dengan pluralisme. Karena pemimpin pluralis paham betul kondisi masyarakat Indonesia yang beragam. Pemimpin pragmatis bisa memelihara demokrasi dengan mengkalkulasi manfaat paling besar di tengah keragaman politik dan sosial-budaya yang ada, dan memprioritaskan musyawarah mufakat dalam proses pengambilan keputusan. Pemimpin pragmatis yang pluralis melihat kehendak rakyat sebagai sesuatu yang dinamis dan fleksibel, karena kalkulasi manfaat ditujukan untuk semua, bukan mayoritas kelompoknya apalagi segelintir elite.

Berwawasan Geopolitik

Pemimpin pragmatis tidak cukup berorientasi pada pluralisme. Mereka juga harus memiliki insting politik bebas-aktif yang tajam. Insting ini hanya bisa dibangun dengan wawasan geopolitik yang luas. Bung Karno misalnya, kebijakan ke Amerika Serikat dan Uni Soviet tidak hanya untuk kepentingan nasional Indonesia di masa itu, tapi juga berangkat dari kondisi psikologis negara-negara Dunia Ketiga. Lalu Gus Dur yang pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke 13 negara sekaligus dalam sepekan! Di balik langkah ini, ada kalkulasi geopolitik yang cermat dan pertimbangan kondisi psikologis dalam negeri Indonesia.

Karena hari ini sistem internasional bersifat multipolar. Konsekuensi logisnya adalah Indonesia tidak lagi dituntut untuk mendayung di antara dua karang, tapi banyak. Soal diskursus mengenai posisi Indonesia di antara rivalitas Amerika Serikat dan China. Sudah sangat jelas, dalam konteks ekonomi, statistik memperlihatkan Indonesia terlalu dekat ke China. Lalu, dalam konteks keamanan, lebih dekat ke Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Tantangan bagi pemimpin pragmatis, apakah berani untuk tidak populer dengan pasang badan ke salah satu, atau buang badan ke yang lain? Tentu dengan saja dengan hitung-hitungan yang jelas: kepentingan nasional dan risiko geopolitik.

Hakikat politik bebas-aktif juga adalah pragmatis. Kalau tidak populer, tapi manfaat lebih banyak daripada mudaratnya, memilih untuk mendayung ke seberang adalah pilihan sah. Selama mendekat, rakyat bisa sejahtera, pilihan ini sudah benar. Jika dengan mendekat, pembangunan industri yang diinisiasi rezim-rezim sebelumnya, lalu diakselerasi rezim hari ini, bisa terus berlangsung, kenapa tidak?

Tapi, patut digarisbawahi, hanya pemimpin pragmatis dan pluralis yang punya insting tajam seperti ini. Mereka bisa melihat kepentingan dan manfaat dalam konteks yang lebih luas -kehendak rakyat yang berubah-ubah dan dinamis. Bukan lagi kepentingan kelompok mayoritas, apalagi elit yang sifatnya cenderung pasti dan konstan.

Berjiwa Revisionisme

Di tengah kondisi global yang tidak pasti, memilih pemimpin dengan jiwa status quo sangatlah keliru. Setidaknya begitu kata sejarah. Winston Churchill adalah seorang revisionis. Deng Xiaoping adalah seorang revisionis. Gus Dur pun seorang revisionis. Bahkan Donald Trump adalah seorang revisionis. Hari ini, Indonesia sedang butuh pemimpin yang memiliki visi perubahan. Maka pemimpin pragmatis yang pluralis hendaknya menjadi antitesis dari pemimpin sebelumnya. Seperti populisme yang bangkit karena elitisme gagal menjadi solusi, sementara pluralisme sendiri belum pernah terjadi. Pemimpin pluralis pun harus berangkat dari hancurnya populisme dan kegagalan elitisme di masa lalu.

Saya melihat revisionisme adalah penghubung antara pragmatisme dan pluralisme. Revisionisme bisa dilihat dari visi dan program-program perubahan yang ditawarkan pemimpin dalam narasi-narasi kampanyenya. Jika pragmatisme mewajibkan pemimpin untuk bertindak berdasarkan asas manfaat, maka pluralisme memandu pemimpin untuk melihat dan mendengar “akibat” kebijakan-kebijakan terdahulu dari rakyat, lalu menawarkan solusi atas segala “sebab musababnya” kepada rakyat.

Maka sisi revisionisme mendorong pemimpin bahwa kepentingan rakyat itu dinamis dan fleksibel. Tidak bisa mereka bersikeras memaksakan manfaat kepada rakyat, apabila mata dan telinga mereka ditutup. Tidak bisa juga mereka mengklaim kebijakan ini bermanfaat daripada kebijakan itu, apalagi jika kondisi geopolitik terus berubah. Sederhananya, revisionisme mendorong mereka untuk terus bereksperimen dengan kebijakan atas kalkulasi manfaat untuk semua. Mereka dituntut untuk selalu tidak puas, semata-mata karena manfaat atas kebijakan belum dirasakan semua. Jiwa revisionis ini membuat pemimpin terbuka kepada kritik dari rakyatnya yang plural.

Terakhir, soal pemimpin pragmatis yang berorientasi pluralis dan berjiwa revisionis ini, apakah bertentangan dengan Pancasila? Saya katakan tidak. Pragmatisme mendorong mereka untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan dan keteladanan, bukan retorika-retorika dalam seminar dan webinar saja. Pluralisme mengingatkan mereka untuk melihat dan mendengar rakyat, bukan kelompok mayoritas apalagi elite. Sementara revisionisme bisa menjadi refleksi, bahwa implementasi Pancasila harus selalu berubah sesuai perkembangan zaman. Nilai-nilai Pancasila – Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah/Mufakat. dan Keadilan Sosial – boleh tetap.

Denny Indra Sukmawan, pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.

Dikutip dari detik.com, Jumat 4 November 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keren, Seruan Kabtimas Berkumandang dari Masjid-masjid

Next Post

G20 dan Stabilitas Dunia

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika
Economy

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus
Feature

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS
Feature

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Next Post
G20 dan Stabilitas Dunia

G20 dan Stabilitas Dunia

PRESIDEN JOKOWI MERENCANAKAN BERTEMU ELON MUSK

Elon Musk Berencana Tambahkan Pesan Berbayar Ke Twitter

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

April 27, 2026
Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist