• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

DILEMA “GABAH BASAH”

by
February 9, 2025
in Economy, Feature
0
Presiden Prabowo Minta Jangan Korbankan Petani !
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Dilema adalah suatu situasi di mana seseorang atau suatu kelompok dihadapkan pada dua atau lebih pilihan yang saling bertentangan, sehingga membuat mereka sulit untuk memutuskan apa yang harus dilakukan.
Dalam konteks yang lebih luas, dilema dapat diartikan sebagai suatu situasi yang memerlukan pilihan sulit antara dua atau lebih alternatif yang memiliki konsekuensi yang berbeda-beda.

Lalu, apa yang dimaksud dengan dilema gabah basah ? Dilema gabah basah adalah suatu situasi di mana petani atau pengusaha pertanian dihadapkan pada pilihan sulit antara menjual gabah basah (gabah yang masih memiliki kadar air tinggi) atau menunggu hingga gabah kering untuk menjualnya. Dilema ini terjadi karena gabah basah memiliki harga jual yang lebih rendah dibandingkan dengan gabah kering, namun jika petani menunggu hingga gabah kering, maka risiko kerusakan gabah akibat cuaca atau hama akan meningkat.

Panen raya di musim penghujan, bagi petani, relatif menyedihkan ketimbang panen berlangsung di musim kemarau. Alasannya, bukan saja petani tidak memiliki alat pengering gabah, sehingga yang dihasilkan gabah kering panen dengan kualitas relatif basah, ternyata bagi Perum Bulog sebagai operator pangan yang ditugaskan Pemerintah, langkah menyimpan gabah basah, mengandung resiko cukup besar.

Betul ! Menghadapi panen raya kali ini, Pemerintah telah menaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah menjadi Rp. 6500,- per kg. Artinya, naik Rp. 500,- dari HPP sebelumnya sebesar Rp. 6000,-. Kenaikan ini, tentu disambut gembira oleh petani, karena dengan adanya kenaikan HPP doharapkan penghasilan petani akan semakin meningkat, sehingga kesejahteraannya semakin membaik.

Namun begitu, petani lupa, HPP Gabah sebesar Rp. 6500,- sekiranya mereka mampu menghasilkan gabah kering panen dengan kadar air maksimal 25 % dan kadar hampa maksimal 10 %. Dengan kondisi iklim dan cuaca yang sukar ditebak, apalagi jika panen raya berbarengan dengan tibanya musim penghujan, dapat dipastikan kadar air dan kadar hampa akan lebih tinggi dari pada yang dipersyaratkan diatas.
Sekalian sosialisasi terkait harga gabah kering panen di tingkat petani dan di penggilingan, ada baiknya kita cermati keterangan berikut yang merupakan Lampiran dari Perkabadan No. 2/2025 :

A. GKP di tingkat petani
1. GKP di luar kualitas 1 di tingkat petani dengan kadar air maksimal 25%, kadar hampa 11-15%, dikenakan rafaksi (pemotongan/ pengurangan harga) Rp300 sehingga HPP berlaku adalah Rp6.200 per kg
2. GKP di luar kualitas 2 dengan kadar air maksimal 26-30% dan kadar hampa maksimal 10%, dikenakan rafaksi Rp425, sehingga HPP-nya jadi Rp6.075 per kg.
3. GKP di luar kualitas 3 dengan kadar air 26-30% dan kadar hampa 11-15%, kena rafaksi Rp750, sehingga HPP berlaku Rp5.750 per kg

B. GKP di tingkat penggilingan
1. GKP di luar kualitas 1 dengan kadar air maksimal 25%, kadar hampa 10-15%, dikenakan rafaksi Rp300, sehingga HPP-nya jadi Rp6.400 per kg
2. GKP di luar kualitas 2 dengan kadar air 26-30% dan kadar hampa maksimal 10%, kena rafaksi Rp425, sehingga HPP-nya jadi Rp6.275 per kg
3. GKP di luar kualitas 3 dengan kadar air 26-30% dan kadar hampa 11-15%, dikenakan rafaksi Rp750, sehingga HPP berlaku adalah Rp5.950 per kg.

Mengacu kepada keterangan diatas, apalagi bila panen berlangsung di musim hujan, dengan kondosi petani saat ini, dipastikan petani tidak akan menikmati HPP Gabah Rp. 6500,- per kg. Tanpa ada sinar matahari, omong kosong petani akan mampu menghasilkan gabah kering panen berkadar air maksimal 25 %. Kalau begitu, pasti harga gabah yang diterima petani akan lebih rendah dari Rp. 6500,-

Itu sebabnya, jika Pemerintah ingin membantu petani agar menghasilkan gabah kering panen yang memiliki kadar air maksimal 25 % itu, segeralah para petani difasilitasi dengan alat pengering gabah berteknologi sederhana. Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani, dimintakan untuk menjadi pengelola kegiatan pengeringan gabah tersebut.
Kita tidak tahu dengan pasti, mengapa Pemerintah seperti yang kurang serius, untuk memfasilitasi petani dengan alat pengering gabah. Padahal, usulan tersebut sudah sejak lama disampaikan kepada Pemerintah. Anehnya, Pemerintah lebih senang memberi bantuan Alsintan di bidang budidaya seperti traktor, sedangkan bantuan untuk paska panen hampir tidak pernah dilakukan.

Terlepas daro setuju atau tidaknya program bantua sosial yang selama ini banyak digulirkan Pemerintah, tapi memang harus diakui, bantuan sosial inilah yang benae-benar menolong petani dalam mengarungi kehidupannya. Banyak nyawa anak bangsa yang tersambung karena program bansos. Akibatnya wajar, bila ada yang menyimpulkan program bansos adalah dewa penolong kehidupan.

Perum Bulog telah ditugaskan untuk menyerap gabah dan beras dalam panen raya padi kali ini. Tugas ini menjadi semakin berat, ketika Perum Bulog diminta Pemerintah untuk menyerap beras sampai 3 juta ton. Catatan pentingnya, jumlah tersebut, tentu masih dapat diraih, sekiranya hasil panen petani benar-benar melimpah.

Namun jika produksi nya pas-pasan, boleh jadi hal ini akan menjadi soal serius yang perlu dicarikan jalan keluar nya. Sebut saja ada sergapan La Nina yang mengganggu panen petani. Hal ini, jelas akan berdampak pada produksi gabah yang dihasilkan petani. Belum lagi Perum Bulog harus bersaing ketat dengan pelaku bisnis gabah di lapangan (bandar/tengkulak/pedagang/pengusaha), yang sama-sama memerlukan gabah dan beras.

Kondisi panen di musim hujan, juga sangat memberatkan Perum Bulog dalam menyimpan gabah yang diserapnya. Sebagai operator pangan yang ditugaskan Pemerintah menyerap gabah hasil panen petani, Perum Bulog tidak mungkin akan milih-milih, mana gabah yang kualitasnya baik dan mana yang tidak. Bagaimana pun kualitasnya Perum Bulog wajib untuk menyerapnya, termasuk gabah basah.
Dapat dibayangkan, dengan anggaran terbatas, sangat sulit bagi Perum Bulog untuk menyimpan gabah dalam waktu lama. Itu sebabnya, menjadi sangat rasional, bila untuk menyerap beras 3 juta ton dengan harga sesuai HPP, Perum Bulog butuh dana sekitar 17 trilyun rupiah. Lumrah, kalau ujung-ujungnya Perum Bulog meminta Pemerintah untuk mendukungnya.

Pengalaman Perum Bulog membeli “gabah basah”, saat panen berlangsung di musim hujan, terbukti tidak mampu menyimpannya dengan baik, sehingga beras yang dihasilkannya menjadi kurang baik. Di beberapa daerah dilaporkan adanya beras berwarna kekuning-kuningan, banyak kutu, bau apek dan hancur. Bahkan istilah “beras batik” pun muncul jadi lelucon banyak kalangan. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mantan Presiden : Megawati di Vatikan Pembicara di World Summit dan Jokowi di UEA – Jalan-jalan di Mall

Next Post

Filosofi Bohong : Kebohongan Pengacara

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post

Filosofi Bohong : Kebohongan Pengacara

Puslabfor Polri Sedang Selidiki Untuk Identifikasi Penyebab Kebakaran di Gedung Kementerian ATR/BPN

Puslabfor Polri Sedang Selidiki Untuk Identifikasi Penyebab Kebakaran di Gedung Kementerian ATR/BPN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...