Jakarta – Fusilatnews – ⁸Menyikapi banjirnya tenaga kerja asing unskill asal China Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Silmy Karim, mengaku tidak bisa berbuat banyak karena kewenangannya terbatas.
Silmi Karim menegaskan bahwa pihak yang memberikan ijin masuk ke Indonesia ada di Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.
Meski dengan kewenangan terbatas Dirjend Imigrasi akan lebih proaktif sehingga para TKA tidak melanggar waktu tinggal di Indonesia.
“Jangan sampai kita menjebak, atau kemudian mencari-cari kesalahan, bahkan kalau bisa apa, sebelumnya kita sudah proaktif, memberitahukan agar mereka tidak lewat waktu,” tegas Silmy.
“Atau kemudian juga dirasa dibutuhkan untuk dipulangkan, tidak diperpanjang karena memang skill-nya juga biasa saja, itu bisa, masih masuk ranah kita. Tapi kita tidak bisa melewati yang bukan kewenangan kita,” sambungnya.
PT GNI didirikan oleh pengusaha China bernama Tony Zhou Yuan. Tony Zhou Yuan juga menjabat sebagai Direktur Operasional PT GNI. Perusahaan pengolah nikel berdiri sejak tahun 2019.
PT GNI menerapkan proses Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) teknologi dengan mengembangkan 25 jalur produksi.RKEF yang diadopsi PT GNI merupakan teknologi ramah lilingkungan.
Pabrik pengolahan smelter PT GNI telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Desember 2021.
Oleh karena itu, PT GNI juga berencana mengembangkan dan mewujudkan program hilirisasi pemerintah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat di bidang pendidikan, lingkungan, pariwisata, dan lain-lain.
Industri smelter nikel ini menghasilkan 1,9 juta Nickel Pig Iron (NPI) per tahun. Perusahaan telah melakukan ekspor perdana produk hasil olahan nikel pada 20 Januari 2022.
produk yang diekspor adalah produk turunan nikel dalam bentuk Nickel Pig Iron (NPI) atau feronikel.
Tony Zhou Yuan menjelaskan, 13.650 ton feronikel itu hasil olahan dari tiga tungku smelter yang telah beroperasi.
PT GNI juga termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
PT GNI merupakan perusahaan industri smelter nikel yang beroperasi di Desa Bunta, Kecamatan Pentasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Indonesia.

























