FusilatNews- Sejumlah Tokoh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memutuskan untuk mengundurkan diri dari partai selama dua tahun belakangan. Beberapa kader memilih keluar yang salah satu alasannya mengaku sudah tak sejalan dengan langkah politik partai tersebut. Hal itu mendapat respon dari Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, Ia berpendapat, mundurnya para kader PSI itu seharusnya menjadi introspeksi untuk partai, khususnya Ketua umumnya.
“Kalau sudah melenceng dari visi misinya, tentu menjadi tanggung Jawa Ketua umumnya,” demikian kata Jamiluddin dikutip RMOL, Selasa malam (6/12).
Jamiluddin menilai mundurnya para kadernya, seperti diakui Michael Sianipar, karena PSI sudah banyak berubah, termasuk keluar dari visi misinya.
Lebih lanjut Jamiluddin mengatakan, seorang ketua umum partai haruslah mengawasi semua kadernya agar tetap bersikap dan berperilaku sesuai visi dan misinya. Jika, Ketua umumnya membiarkan hal itu, maka yang bersangkutan sudah lalai dari tanggung jawabnya.
“Ketua Umum seperti itu sudah layak diganti karena tidak mampu membawa partai sesuai visi misinya,” ucapnya
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu mengatakan mundurnya para kader PSI tampaknya juga karena melihat kecilnya peluang partai tersebut masuk Senayan. Apalagi, elektabilitas PSI masih tetap rendah, sehingga peluang ke Senayan sangat kecil.
“Kader yang dapat membaca hal itu, tentu melihat masa depan di PSI suram. Hal itu tentunya akan berdampak pada kader yang memang ingin lebih maju lagi,” tutupnya
Sebelumnya beberapa Tokoh PSI yang menyatakan mengundurkan diri diantaranya:
1. Tsamara Amany
Ketua DPP PSI Tsamara Amany mengundurkan diri pada Senin, 18 April 2022. Ia mengatakan bahwa meskipun telah keluar, PSI tetap akan menjadi cinta pertamanya dalam politik. Ia juga mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan pribadi karena ingin melakukan perjalanan baru di luar partai politik.
2. Surya Tjandra
Surya Tjandra merupakan Mantan Wakil Menteri ATR/BPN ini menyatakan pengunduran dirinya pada 23 Oktober 2022. Setelah menjabat sebagai Wamen dan masih berstatus politikus PSI, ia secara terang terangan menyatakan dukungannya kepada Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden RI 2024.
3. Michael Victor Sianipar
Michael Victor Sianipar resmi mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia atau DPW PSI DKI Jakarta Per Senin, 5 Desember 2022. Ia mengungkapkan bahwa salah satu alasannya mundur adalah berkaitan dengan prinsip politik yang selama ini dipegangnya. Selain itu, ia juga merasa bahwa perjuangan politik yang dimilikinya sudah tidak bisa dilanjutkan lagi di PSI.
4. Sunny Tanuwidjaja
Sunny Tanuwidjaja merupakan mantan Sekretaris Dewan Pembina PSI. Mundurnya Sunny diduga berhubungan dengan sikap politiknya yang mendukung Anies Baswedan. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan sikap PSI selalu menggembor-gemborkan bahwa partainya tidak bakal mendukung Anies. Sunny mundur sejak 2021, pada Rabu, 29 Juni 2022.
5. Azmi Abubakar
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Banten Azmi Abubakar memutuskan mengundurkan diri dari partai yang dipimpin Giring Ganesha itu pada September 2022 lalu. Azmi tak menjelaskan secara gamblang alasannya mundur dari PSI. Ia hanya mengatakan saat ini dirinya masih tetap berpartisipasi di ranah politik.




















