Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Dajjal, dalam literatur Islam, secara fisik digambarkan sebagai sosok tinggi besar dengan mata buta sebelah.
Secara psikologis, Dajjal digambarkan bersifat jahat, suka menipu dan menyesatkan.
Dajjal diyakini akan muncul di muka Bumi ini menjelang hari kiamat nanti untuk merusak, menipu dan menyesatkan umat manusia, bahkan mengklaim dirinya sebagai Tuhan, sebagaimana Firaun.
Namun pada akhirnya Dajjal akan terbunuh oleh Nabi Isa AS yang sengaja diturunkan Tuhan dari surga.
Kini, sosok Dajjal seolah menjelma dalam diri Donald Trump. Presiden Amerika Serikat itu kini sedang mengguncang dunia dengan kebijakannya yang merusak: tarif resiprokal!
Indonesia, misalnya, kena tarif resiprokal atau timbal-balik 32 persen jika hendak mengekspor komoditas ke AS. China bahkan kena hingga 54 persen.
Dunia membara. Para pemimpin dunia murka. Terlebih China dan Uni Eropa. Perang Dunia III pun di depan mata.
Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong mengatakan jika negara-negara lain mengadopsi pendekatan yang sama seperti AS, dan berdagang hanya dengan ketentuan yang mereka sukai, dari satu negara ke negara lain, hal itu akan menimbulkan masalah bagi semua negara, terutama negara-negara kecil seperti Singapura.
Kemungkinan, kata Wong seperti dikutip sebuah media kemarin, terjadinya perang dagang global besar-besaran semakin meningkat. Dampak tarif yang lebih tinggi, ditambah ketidakpastian tentang apa yang akan dilakukan negara-negara selanjutnya, kata dia, akan sangat membebani ekonomi global.
Terakhir kali dunia mengalami hal seperti ini, kata Wong, adalah tahun 1930-an. Saat itu perang dagang meningkat menjadi konflik bersenjata, dan akhirnya menjadi Perang Dunia II.
Dengan asumsi yang sama, kini ancaman Perang Dunia III sudah di depan mata. Semua karena Donald Dajjal.
Sejak dilantik untuk jabatan periode keduanya, Trump memang langsung mengentak dan menggertak dunia. AS menarik diri dari banyak lembaga internasional, misalnya. Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa pun bisa ia bubarkan.
Trump juga telah, sedang dan akan mengusir semua imigran, baik yang legal maupun yang ilegal dari negara Paman Sam itu.
Ia menantang semua negara untuk melakukan perang dagang. Terutama dengan China, musuh bebuyutannya.
Seperti Dajjal, Trump hendak merusak tatanan dunia. Menipu dunia. Menyesatkan dunia.
Jika Dajjal tidak punya sebelah mata, maka Trump tidak punya hati nurani.
Menurut Wong, tak seorang pun dapat mengatakan bagaimana situasi saat ini akan terungkap dalam beberapa bulan atau tahun mendatang.
Lembaga global semakin melemah, norma internasional semakin terkikis. Semakin banyak negara akan bertindak berdasarkan kepentingan pribadi yang sempit, dan menggunakan kekerasan atau tekanan untuk mencapai tujuan mereka.
Jika ulah Dajjal kelak akan dihentikan Nabi Isa AS, lalu kini siapa yang akan menghentikan ulah Trump? Apakah PBB, ASEAN atau bahkan Indonesia?
Atau biarkan saja Perang Dunia III terjadi yang barangkali akan menandai kiamatnya dunia ini?
Tak bisa dibayangkan jika hulu ledak nuklir milik AS, Rusia, Iran, Korea Utara dan sebagainya diluncurkan. Dunia bisa benar-benar kiamat sebelum Dajjal tiba.






















