• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat

fusilatnews by fusilatnews
May 21, 2026
in Feature, Sejarah
0
Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kawan Nazar

“Jangan sombong dengan mazhabmu, apalagi sampai menyesatkan golongan lain. Bisa jadi, doktrin yang engkau banggakan bukan murni berasal dari Nabi, melainkan hasil koalisi antara penguasa dan otoritas agama.”

Kalimat di atas merupakan refleksi krusial bagi umat Islam dalam memandang sejarah, terutama pada periode paling formatif sekaligus penuh turbulensi: era sahabat. Sejarah Islam, sebagaimana narasi manusia pada umumnya, tidak pernah steril dari pengaruh kekuasaan dan ideologi. Adagium history is written by the victors—sejarah ditulis oleh pemenang—menemukan relevansinya di sini. Pasca-wafatnya Nabi Muhammad SAW, umat memasuki fase transisi politik yang sarat rivalitas, di mana setiap faksi berusaha melegitimasi posisi mereka melalui konstruksi sejarah.

Dua Arus Besar: Antara Harmonisasi dan Kritik

Dalam diskursus keislaman, berkembang dua pendekatan dominan yang sering kali saling menegasikan: Sunni dan Syiah.

1.Pendekatan Sunni: Harmonisasi dan Kegamangan Tafsir

Kalangan Sunni umumnya mengambil sikap apologi dan sangat hati-hati terhadap konflik internal sahabat, terutama peristiwa-peristiwa Saqifah Bani Sa’ida, terbunuhnya Ustman, Perang Jamal dan Perang Shiffin. Sikap ini tidak lahir di ruang hampa, melainkan dibentuk oleh tiga faktor utama:

Kepentingan Stabilitas Politik: Dominasi dinasti Umayyah dan Abbasiyah berperan besar dalam kodifikasi doktrin yang mensucikan para sahabat demi meredam gejolak sosiopolitik. Narasi sejarah, termasuk dalam beberapa koleksi hadis, dikodifikasi dalam konteks stabilisasi kekuasaan dan peredaman konflik internal umat.

Trauma Sosial dan Rekonsiliasi: Konsep Khulafa al-Rasyidin dipahami sejumlah sejarawan sebagai upaya rekonsiliasi umat setelah didera konflik berdarah sejak terbunuhnya Ustman bin Affan. Penegasan empat khalifah awal sebagai figur panutan yang adil digunakan untuk meredam perpecahan umat. Konsep ini diyakini disusun dan dipopulerkan di era Umar bin Abdul Aziz, seiring dengan kodifikasi hadis.

Doktrin ‘Adalat al-Sahabah’: Ajaran bahwa seluruh sahabat Nabi adil dan tidak perlu dikritik sejarahnya membuat banyak umat enggan mempertanyakan motif di balik konflik yang melibatkan sahabat. Implikasinya, kritik sejarah dianggap sebagai serangan terhadap integritas agama itu sendiri.

Problem metodologis muncul ketika dihadapkan pada kritik sejarah. Narasi populer hari ini—terutama di media sosial—terus mendaur ulang mitos tanpa verifikasi sejarah. Contoh paling nyata adalah penggunaan sosok Abdullah bin Saba sebagai kambing hitam tunggal atas segala kekacauan, mulai dari pembunuhan Utsman hingga Perang Jamal. Banyak studi yang menggugat validitas historis “legenda” Ibnu Saba ini, yang dalam banyak hal lebih berfungsi sebagai alat propaganda ketimbang fakta sejarah yang teruji. Dalam alur periwayatan kitab-kitab tentang Abdullah bi Saba’ semuanya merujuk pada Saif bin Umar sebagai satu-satunya sumber yang meriwayatkan tentang Abdullah bin Saba’. Ia dikenal sebagai sesorang yang pembohong dan oleh sebagian dianggap zindik, juga riwayat-riwayatnya dianggap lemah.

  1. Pendekatan Syiah: Kritik Historis dan Perspektif Imamah

Sebaliknya, kalangan Syiah membangun bangunan sejarah di atas kritik terhadap otoritas pasca-Nabi. Berangkat dari keyakinan bahwa kepemimpinan (Imamah) adalah wasiat ilahi bagi Ali bin Abi Thalib, mereka memandang peristiwa di Saqifah Bani Sa’idah sebagai titik awal penyimpangan politik.

Karena menolak doktrin ‘Adalat al-Sahabah, Syiah memandang sahabat sebagai manusia historis yang tidak maksum. Kritik Syiah terhadap peristiwa-peristiwa Saqifa Bani Sa’ida, konflik tanah Fadak antara Fatimah dan Abu Bakar, Peristiwa di seputar terbunuhnya Khalifah Ustman, Perang Jamal dan Perang Shiffin dibangun atas keyakinan bahwa kekuasaan telah direbut dari jalur yang sah.

Namun perspektif ini juga tidak luput dari subjektivitas. Sebagian pengikut Syiah ekstrem menyesatkan tokoh-tokoh besar seperti Abu Bakar, Umar, dan Aisyah. Sikap ini dikritik oleh banyak ulama, termasuk dari kalangan Syiah sendiri seperti Murtadha Mutahhari yang mengingatkan bahwa sejarah harus dibaca dengan argumentasi ilmiah dan semangat spiritual, bukan dengan cacian yang justru mengaburkan substansi perjuangan keadilan.

Menuju Perspektif Ketiga: Kritis, Objektif, dan Manusiawi

Di antara dua arus tersebut, umat Islam sejatinya memerlukan pendekatan ketiga yang lebih seimbang: kritis terhadap narasi sejarah, tetapi juga objektif secara akademis dan etis. Perspektif ini berangkat dari premis bahwa sahabat adalah manusia—mereka mulia, tetapi tidak maksum. Sebagian mereka bisa terlibat dalam konflik, salah tafsir, bahkan terjerumus dalam dosa politik.

Kritik terhadap sebagian sahabat tidak berarti meruntuhkan agama. Para sahabat berbeda pendapat, bahkan berperang, karena masing-masing menafsirkan ajaran Nabi sesuai dengan konteks, kepentingan, dan persepsi mereka. Penilaian terhadap tindakan sahabat seharusnya dilakukan dengan pendekatan historis yang adil dan berdasarkan sumber primer yang sahih dan teruji.

Melampaui Sekat Mazhab

Sejarah adalah laboratorium bagi akal dan hati nurani. Ia bukan kitab suci yang statis, melainkan hasil tafsir manusia atas peristiwa yang rumit. Jika kita menjadikan mazhab sebagai tembok kesombongan yang menutup pintu kebenaran, kita sebenarnya sedang memenjarakan agama itu sendiri. Agama bukan warisan eksklusif otoritas agama maupun agitasi ustadz viral; ia adalah panggilan bagi setiap pencari kebenaran untuk membaca masa lalu dengan jujur, demi masa depan yang lebih bermartabat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Eggi Sudjana Masih Dalam Status Tersangka

fusilatnews

fusilatnews

Related Posts

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana
Feature

Eggi Sudjana Masih Dalam Status Tersangka

May 21, 2026
Economy

No More Enron Indonesia, ICOFR Mandatory di BUMN

May 21, 2026
Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan
Feature

Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan

May 21, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?
Feature

Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

by fusilatnews
May 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Kalau saja kita mau sejenak membaca tanda-tanda...

Read more
Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

May 21, 2026
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat

Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat

May 21, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Eggi Sudjana Masih Dalam Status Tersangka

May 21, 2026

No More Enron Indonesia, ICOFR Mandatory di BUMN

May 21, 2026
Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan

Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan

May 21, 2026
Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

May 21, 2026
Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

May 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat

Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat

May 21, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Eggi Sudjana Masih Dalam Status Tersangka

May 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist