• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

fusilatnews by fusilatnews
May 21, 2026
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Kalau saja kita mau sejenak membaca tanda-tanda zaman, betapa situasi sosial-ekonomi saat ini mirip dengan saat krisis ekonomi 1997-1998 yang berpuncak pada lengsernya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998, atau hari ini tepat 28 tahun lalu.

Pertanyaannya, apakah kini Presiden Prabowo Subianto akan aman, tidak senasib dengan mendiang mantan mertuanya itu?

Saat Indonesia dilanda krisis ekonomi 1997-1998, saat itu Siti Hardijanti Indra Rukmana alias Mbak Tutut, putri sulung Soeharto yang menjabat Menteri Sosial, memprakarsai gerakan cinta rupiah. Masyarakat Indonesia diminta melepas dolarnya untuk ditukar dengan rupiah. Tujuannya, memperkuat nilai tukar rupiah yang saat itu terjun bebas dari 2.500 menjadi 16.500 per dolar AS.

Tidak itu saja. Mbak Tutut juga mengimbau masyarakat yang punya emas untuk menyumbangkannya kepada negara. Negara sekaya ini terpaksa harus “ngemis” kepada rakyatnya.

Kali ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun mengimbau masyarakat untuk melepas dolarnya dan ditukar dengan rupiah. Tujuannya sama: agar nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat.

Bedanya, jika Mbak Tutut dulu berlindung di balik tameng nasionalisme atau cinta rupiah, Purbaya kini berdalih demi cuan.

Ia yakin, setelah pemerintah menerbitkan global bond atau surat utang berdenominasi dolar AS US$ 2 miliar hingga US$ 3 miliar, rupiah akan kembali menguat, sehingga para pelepas dolar akan mengambil keuntungan. Indikatornya, ada aliran dana masuk ke pasar obligasi Rp1,3 triliun.

Akan tetapi, setelah pemerintah mengintervensi pasar dengan menggelontorkan dolar AS, rupiah tetap tak tertolong. Selasa (19/5/2026) lalu rupiah kembali merosot ke angka 17.706 per dolar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun tak mampu bangkit.

Bahkan menjelang Prabowo menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), rupiah tercatat turun hingga menyentuh level Rp17.738 per dolar AS pada awal perdagangan Rabu pagi.

Saat Prabowo berpidato, IHSG juga terus merosot. Sementara usai Prabowo pidato, rupiah bergerak stagnan.

Dikutip dari sebuah sumber, pergerakan rupiah relatif stagnan di posisi Rp17.698/US$ pada pukul 12:05 WIB setelah pidato Prabowo disampaikan di parlemen.

Stagnasi rupiah usai pidato Prabowo bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, pasar tidak menunjukkan kepanikan lanjutan meskipun tekanan global masih tinggi.

Kedua, tidak muncul pula optimisme baru yang cukup kuat untuk mendorong apresiasi rupiah atau pun mendorong masuknya arus modal asing secara agresif.

Kendati demikian, Purbaya keukeuh dengan optimismenya: pelemahan rupiah hanya bersifat sementara karena fondasi ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat, berbeda dengan saat krisis ekonomi 1997-1998.

Apalagi, katanya, belanja negara sangat masif, terutama untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP).

Belanja MGB dan KMP memang masif. Tapi perputaran uangnya tidak menyentuh rakyat bawah. Hanya sebatas pada elite yang punya akses ke penguasa. Apalagi KMP belanja barangnya bukan ke petani atau produsen kecil, melainkan ke supplier yang memasok barang ke toko-toko ritel seperti Alfamart dan Indomaret. Yang menangguk keuntungan sama saja: konglomerat.

Kini, kita lihat saja fenomena setelah Prabowo berpidato di DPR menyampaikan KEM PPKF 2027.

Selebihnya, kita perlu mencermati lagi tanda-tanda zaman. Apakah Purbaya akan berhasil dan Prabowo akan aman?

Yang jelas, saat itu gerakan cinta rupiah yang diprakarsai Mbak Tutut tidak berhasil. Sebab yang pegang dolar itu para pejabat dan pengusaha. Nasionalisme masih kalah dengan cuan.

Intip saja dompet para pejabat. Di sana berjejer George Washington berambut gimbal.

Ya, nasionalisme zaman now berbeda dengan nasionalisme zaman old. Dulu para pejuang murni berjuang. Sekarang gaji terlambat sebentar saja bisa jadi masalah. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

Next Post

Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan

fusilatnews

fusilatnews

Related Posts

Economy

No More Enron Indonesia, ICOFR Mandatory di BUMN

May 21, 2026
Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan
Feature

Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan

May 21, 2026
Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo
Feature

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

May 21, 2026
Next Post
Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan

Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan

No More Enron Indonesia, ICOFR Mandatory di BUMN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?
Feature

Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

by fusilatnews
May 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Kalau saja kita mau sejenak membaca tanda-tanda...

Read more
Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

May 21, 2026
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

No More Enron Indonesia, ICOFR Mandatory di BUMN

May 21, 2026
Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan

Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan

May 21, 2026
Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

May 21, 2026
Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

May 21, 2026
28 Tahun Reformasi: Bayang-bayang Militerisme di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi

28 Tahun Reformasi: Bayang-bayang Militerisme di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi

May 21, 2026
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

Kabinet 100 Menteri Sudah Tak Diterima Pasar

May 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

No More Enron Indonesia, ICOFR Mandatory di BUMN

May 21, 2026
Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan

Absurditas Dua Era: Dari Mimpi Esemka hingga Mobil Kaca Kekuasaan

May 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...