• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dukungan Jokowi Tiga Periode dan Pembusukan Politik

fusilat by fusilat
April 5, 2022
in Feature
0
Dukungan Jokowi Tiga Periode dan Pembusukan Politik

Syarief Makhya, Dok. Fusilat

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dr. Syarief Makhya
Akademisi FISIP Universitas Lampung

Sekitar dua minggu yang lalu para kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) akan mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi menjabat tiga periode setelah lebaran. Dukungan Apdesi kepada Jokowi untuk menjabat tiga periode dinilai banyak pihak oleh banyak pihak dinilai karena ketidakpahaman terhadap konstitusi yang menegaskan bahwa masa jabatan presiden berdasarkan UUD 1945 dibatasi hanya dua periode. Adanya penggalangan dukungan dari elite tingkat bawah itu mengindikasikan bahwa masih ada pihak yang masih mengasumsikan bahwa  kepala desa sebagai basis sumber dukungan di masyarakat bawah. Kepala desa masih diposisikan sebagai simbol masa dan memiliki pengaruh yang kuat dalam melakukan pencarian dukungan. Padahal,  pasca-pemerintahan Orde Baru, desa dan kepala desa sudah banyak mengalami perubahan.

Betul, di era Orde Baru kepala desa menjadi penguasa tunggal atau terjadi kekuasaan yang memusat. Ada pemusatan kekuasaan di tangan kepala desa, semua perintah, intruksi, kebijakan dan berbagai ditentukan oleh kepala desa dan nayaris tidak bisa dikontrol. Kalau pun ada ada BPD atau institusi kontrol yang lain, cenderung tidak berdaya dan tidak memiliki pengaruh politik yang kuat terhadap proses penyelenggaraan pemerintahan desa.

Dalam perspektif kekuasaan yang tidak terpencar kepada kekuatan masyarakat dan institusi lain, maka kekuasaan kepala desa menjelma menjadi otoritarian dan mampu mengendalikan kekuasaan dan memobilisasi rakyat untuk kepentingan rezim yang berkuasa. Cara pandang ini yang diasumsikan kepala desa masih dipahami sebagai simbol dan cara yang ampuh memanfaatkan kekuasaannya yang bisa menggiring rakyatnya dalam mendukung Jokowi menjabat tiga periode.

Pasca-Orde Baru, fenomena kekuasaan di desa sudah mulai menyebar. Pengaruh demokrastisasi berdampak pada munculnya ruang kebebasan dan keberanian rakyat untuk mengontrol kekuasaan. Tidak sedikit masyarakat di desa melakukan pengaduan dan menjebloskan kepala desa yang korup untuk diproses secara hukum.

Selain itu, adanya pengaruh teknologi informasi, pemanfaatan media sosial, dan banyaknya masyarakat desa menggunakan HP berakibat arus informasi politik begitu mudah diakses oleh masyarakat desa. Jumlah masyarakat desa yang mengenyam pendidikan pada jenjang SLTA dan S1 juga sudah mulai banyak sehingga cenderung dalam menentukan pilihan politiknya lebih mandiri atau otonom.

Masyarakat desa juga sudah terbiasa berkali-kali terlibat sebagai pemilih dalam pemilihan bupati, gubernur, pemilu dan pemilihan presiden. Jadi, dalam suasana masyarakat desa seperti tersebut, dampaknya kekuasaan kepala desa tidak lagi bisa mendikte, atau bisa mengendalikan rakyatnya. Kepala desa sekarang memiliki kekuasaan yang dibatasi berdasarkan kewenangan yang dimilikinya, bersifat administratif, bisa dikontrol oleh masyarakaat, dan tidak bisa lagi memaksakan kekuasaannya untuk mempengaruhi dan mengendalikan rakyatnya.

Dengan demikian, argumen apa yang dijadikan dasar dan pembenaran kepala desa melakukan kebulatan tekad untuk Jokowi menjabat tiga periode?

Demokrasi Kualitas Rendah?

Fenomena rencana para kepala desa melakukan kebulatan tekad untuk Jokowi menjabat tiga periode hanyalah salah satu bagian bentuk pencerminan demokrasi dalam kualitas yang sangat rendah.

Menurut Diamond (2006) sejumlah negara yang mengadakan pemilihan secara demokratis cenderung mulai menurun dan pelan-pelan stagnan. Hampir setiap kasus terlihat kualitas persaingan politik terdegradasi di bawah standar minimal demokrasi.

Kebulatan tekad, keinginan melakukan penundaan pemilu dan presiden tiga periode, jelas bertentangan dengan logika demokrasi. Tidak ada situasi krisis, keadaan darurat atau alasan apapun yang dijadikan argumen untuk melakukan kegiatan politik yang tidak sejalan dengan UU.
Paham demokrasi mengharuskan ketaatan terhadap hukum. Apabila presiden dibatasi masa jabatannya hanya dua periode, atau pemilu menurut aturan resminya secara reguler dilakukan lima tahun sekali, maka tidak ada pilihan lain semua pelaku politik harus mengikuti aturan tersebut.
Hanya karena alasan ambisi politik partai tertentu atau kepentingan rezim untuk memaksakan kepentingannya, kemudian melakukan rekayasa dengan berbagai cara, seperti kebulatan tekad, survei, alasan keberlanjutan pembangunan atau melakukan pembenaran akademis oleh pakar dan akademisi.

Membiarkan perilaku politik demikian adalah bagian dari proses pembusukan politik . Pembusukan politik itu bisa melemahkan pemerintahan. Salah satu faktor pembusukan berasal dari kalangan elite yang tak lagi memperhatikan kepentingan konstitutional dan lebih mengutamakan kelompok tertentu. Konstitusi dan akuntabilitas dilanggar untuk memuluskan akal bulus segelintir elite yang memiliki ambisi politik yang tersembunyi.

Jadi, sekali lagi, kebulatan tekad yang akan dilakukan oleh Apdesi  untuk Jokowi tiga periode atau hasil – hasil survei yang menyatakan rakyat setuju jabatan presiden tiga periode adalah tidak layak untuk dilakukan dan melanggar kesepakatan konstitusi serta akan merusat proses demokrasi di negeri ini.

Kebulatan tekad atau deklarasi dan survei yang tidak sejalan dengan kesepakatan konstitusi adalah jelas jelas tidak memiliki moral politik untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Pers, pegiat kampus, pegiat media sosial, dan kelompok kritis lainya serta partai politik yang konsisten menjaga ketaatan terhadap kesepakatan konstitusi harus terus menerus didorong untuk melakukan perlawanan terhadap ambisi partai tertentu atau kelompok oligarchi yang sedang mencari keuntungan ekonomi dan politik.***

Sumber : Teras Lampung

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PAM Jaya Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1

Next Post

Apa Itu Gugatan Kelompok atau Class Action

fusilat

fusilat

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
MEMPERSIAPKAN PERKARA HUKUM DAN TUNTUTAN HUKUM

Apa Itu Gugatan Kelompok atau Class Action

Tenggat Respons Jokowi Habis, Mahasiswa Siapkan Aksi Lebih Besar

Tenggat Respons Jokowi Habis, Mahasiswa Siapkan Aksi Lebih Besar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist