Jakarta – Fusilatnews– Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Ridwan Kamil dan Suswono, menjanjikan program pendidikan gratis untuk sekolah swasta bagi masyarakat prasejahtera di Jakarta, jika mereka terpilih dalam Pilkada Jakarta 2024.
Bakal calon gubernur Ridwan Kamil menegaskan bahwa pendidikan gratis di Jakarta tidak hanya akan berlaku untuk sekolah negeri. Mantan Gubernur Jawa Barat ini juga menyatakan komitmennya untuk memperluas program tersebut ke sekolah-sekolah swasta yang terjangkau oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Program pendidikan gratis ini diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Tidak hanya untuk sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta yang masuk dalam jangkauan Pemprov DKI Jakarta,” ujar Ridwan Kamil, yang akrab disapa Bang Emil, dalam kampanyenya di Jakarta pada Senin (16/9/2024).
Ridwan Kamil menambahkan, pendidikan gratis di sekolah swasta ini merupakan salah satu dari 70 program unggulan yang mereka usung bersama calon wakil gubernur, Suswono. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang lebih merata kepada siswa dari keluarga prasejahtera agar dapat mengakses pendidikan berkualitas, baik di institusi negeri maupun swasta.
“Saat ini, pendidikan gratis hanya dinikmati oleh siswa di sekolah negeri. Jika kami terpilih, mulai 2025 kami akan memperluas cakupan program ini ke sekolah-sekolah swasta, terutama yang sudah siap secara infrastruktur dan memenuhi kriteria dari Pemprov DKI Jakarta,” jelas Emil.
Lebih lanjut, Emil menyebutkan bahwa program pendidikan gratis ini sebenarnya sudah menjadi wacana di masa pemerintahan gubernur-gubernur sebelumnya, tetapi belum terealisasi sepenuhnya. “Kami berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan dengan baik pada periode mendatang, sebagai upaya memperkuat akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta,” tambahnya.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, pada tahun sebelumnya, juga telah menyampaikan bahwa Jakarta siap melaksanakan program pendidikan gratis di sekolah-sekolah swasta. Tercatat ada sekitar 2.000 sekolah swasta yang berpotensi masuk dalam skema pembiayaan ini. Namun, Emil juga mengakui bahwa tidak semua sekolah swasta bersedia berpartisipasi dalam program pendidikan gratis tersebut karena berbagai alasan internal.
“Kami akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah swasta yang siap dan bersedia menjadi bagian dari program pendidikan gratis ini, demi masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Jakarta,” tutup Emil.





















