Jakarta – Fusilatnews – Kritik mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter F. Gontha, terhadap kebijakan PSSI soal pemain naturalisasi memicu tanggapan dari Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga. Arya menegaskan bahwa para pemain naturalisasi yang membela tim nasional memiliki darah Indonesia, meski sebelumnya berkewarganegaraan asing.
Menurut Arya, para pemain naturalisasi tersebut sudah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan juga telah pindah federasi sepak bola, sehingga sepenuhnya memenuhi syarat untuk bermain membela Indonesia di kompetisi internasional. Ia juga menjelaskan bahwa proses regenerasi pemain terus berjalan, terlihat dari perkembangan timnas di berbagai kelompok umur yang semakin menjanjikan.
Arya Sinulingga menekankan bahwa tidak semua pemain naturalisasi berasal dari latar belakang asing sepenuhnya. Beberapa di antara mereka memiliki darah Indonesia, seperti keturunan Maluku, Manado, dan daerah lainnya. Ia menyayangkan kritik dari Peter F. Gontha, mengingat sepak bola Indonesia saat ini sedang mengalami kemajuan signifikan.
“Di tengah kemajuan yang dicapai sepak bola nasional, terutama di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong yang mengandalkan beberapa pemain naturalisasi, kita telah melihat peningkatan prestasi yang nyata,” ujar Arya. “Prestasi timnas U-20, U-23, hingga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 semakin memperkuat posisi kita di antara negara-negara Asia.”
Indonesia saat ini tengah berjuang di babak prakulifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, grup C, yang dihuni oleh lawan-lawan tangguh seperti Arab Saudi, Jepang, dan Australia. Meskipun menghadapi tantangan besar, kehadiran pemain naturalisasi yang berpengalaman diharapkan dapat memperkuat skuad Indonesia dalam kompetisi ini.





















