Jakarta, Fusilatnews – Mendahului aksi demo akbar, yang akan dilakukan esok hari, 6/9/22, yang akan digelar oleh serikat buruh se Indonesia, hari ini unjuk rasa dari dari kelompok Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Patung Kuda, Medan Merdeka Barat, dimulai pada pukul 15.10. Massa pendemo yang sempat memaksa untuk menuju kompleks Istana dengan menjebol kawat berduri yang sebelumnya dipasang oleh polisi, menyebabkan terjadi kericuhan. “Buka, buka, buka kawatnya!” teriak massa pendemo. Maksudnya, membuka pagar berduri yang dipasang polisi tersebut.
Hingar bingar aksi pendemo, sesekali diselingi teriakan orasi revolusi. Massa kemudian merusak kawat berduri yang dipasang aparat kepolisian, yang menyebabkan kantara massa pendemo dengan aparat petugas. Bahkan terjadi pula lempar-lem[aran botol dan sejumlah benda lainnya dilakukan mahasiswa ke arah aparat.
Alasan PMII menggelar demo menolak kebijakan pemerintah menaikan harga BBM, adalah karena menilai langkah pemerintah menaikan harga BBM tidak tepat. PMII kemudian menyampaikan dan menyuarakan empat tuntutan dalam demo hari ini.
Pertama, menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Kedua, mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia BBM. Ketiga, mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran. Keempat, mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi.
Pemerintah diketahui resmi mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi pada Sabtu (3/9) siang. Rinciannya, harga pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter dan pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.























