• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Evaluasi Komitmen Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi: Antara Omon-Omon dan Realitas

Ali Syarief by Ali Syarief
March 10, 2025
in Feature, Politik
0
Presiden Prabowo Panggil 8 Taipan ke Istana, Termasuk Aguan, Boy Thohir, dan TW
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi, publik bereaksi dengan skeptis. Sejarah politik Indonesia telah menunjukkan bahwa komitmen verbal tidak selalu berbanding lurus dengan tindakan nyata. Pernyataan semacam ini sering kali hanya menjadi retorika politik, bukan representasi dari kebijakan yang sungguh-sungguh ingin dijalankan. Namun, yang lebih penting dari sekadar menilai komitmen adalah melihat bagaimana kasus-kasus korupsi besar—seperti kasus pagar laut dan dugaan korupsi di Pertamina—ditangani dalam praktiknya.

Bahasa sebagai Pembentuk Pemikiran dan Realitas

Dalam filsafat bahasa, sebagaimana dijelaskan oleh Ludwig Wittgenstein dan Michel Foucault, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga membentuk cara kita memahami dan menginterpretasikan dunia. Wacana yang diciptakan oleh elite politik melalui bahasa dapat mengonstruksi atau mendistorsikan realitas. Pernyataan Prabowo tentang pemberantasan korupsi dapat dipahami dalam konteks ini: apakah ia hanya membentuk realitas yang diinginkan tanpa substansi, ataukah benar-benar mencerminkan kebijakan yang konkret?

Kita bisa melihat bagaimana bahasa mempengaruhi persepsi publik dalam dua aspek:

  1. Normalisasi Retorika Tanpa Implementasi
    • Jika pernyataan tentang pemberantasan korupsi terus-menerus digaungkan tanpa tindak lanjut, ia hanya menjadi bagian dari permainan bahasa yang menciptakan kesan ada komitmen, tanpa ada perubahan nyata.
    • Ini terjadi dalam kasus pagar laut, di mana dugaan korupsi triliunan rupiah hingga kini belum menunjukkan penyelesaian yang transparan. Wacana yang digunakan cenderung bersifat eufemistis, seperti “penguatan sektor maritim” alih-alih langsung menyebut skandal yang terjadi.
  2. Distorsi Makna Akuntabilitas
    • Dalam kasus Pertamina, terdapat upaya untuk mengalihkan perhatian dari inti masalah dengan narasi bahwa “pembangunan infrastruktur energi tetap harus berjalan”. Ini menunjukkan bagaimana bahasa bisa digunakan untuk mereduksi persoalan menjadi isu teknis ketimbang kasus korupsi yang melibatkan pertanggungjawaban hukum.
    • Wacana “stabilitas ekonomi nasional” sering kali menjadi tameng yang mengaburkan urgensi penegakan hukum terhadap pejabat atau korporasi yang terlibat.

Antara Realitas dan Tanggung Jawab Politik

Jika komitmen Prabowo dalam pemberantasan korupsi ingin dinilai secara objektif, maka harus ada indikator konkret yang bisa diukur. Beberapa hal yang dapat menjadi parameter adalah:

  • Apakah ada reformasi sistemik dalam penegakan hukum yang memudahkan pemberantasan korupsi?
  • Apakah kasus-kasus besar seperti pagar laut dan Pertamina mendapatkan perhatian serius dan diselesaikan dengan transparansi?
  • Apakah bahasa yang digunakan dalam menanggapi kasus-kasus ini bersifat jujur dan terbuka, atau justru penuh manipulasi makna?

Dalam praktiknya, bahasa bisa menjadi alat untuk menciptakan kepatuhan semu, di mana publik dipaksa percaya bahwa tindakan nyata sedang dilakukan, padahal yang terjadi hanyalah pencitraan. Oleh karena itu, lebih dari sekadar mengevaluasi janji Prabowo, yang paling krusial adalah memastikan bahwa realitas yang dibangun oleh bahasa politiknya sesuai dengan tindakan yang diambil.

Kesimpulan

Komitmen pemberantasan korupsi harus diukur dari lebih dari sekadar janji verbal; ia harus ditindaklanjuti dengan kebijakan nyata. Dalam filsafat bahasa, pemahaman kita tentang realitas sangat dipengaruhi oleh wacana yang digunakan untuk mendeskripsikannya. Jika Prabowo sungguh-sungguh dalam janjinya, maka bahasa politik yang digunakannya harus selaras dengan tindakan konkret dalam menangani kasus pagar laut dan Pertamina. Jika tidak, maka pernyataan tersebut tak lebih dari permainan kata yang mengaburkan kenyataan. Oleh karena itu, publik harus lebih kritis dalam memahami bagaimana bahasa politik membentuk persepsi dan realitas yang kita alami sehari-hari.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kesaksian Wahyu Setiawan Lebih Kuat Dibanding Testimonium de Auditu KPK dalam Kasus Hasto

Next Post

Kebijakan Imigrasi Trump: Antara Keamanan dan Kemanusiaan, Dampaknya bagi WNI di Amerika Serikat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Kebijakan Imigrasi Trump: Antara Keamanan dan Kemanusiaan, Dampaknya bagi WNI di Amerika Serikat

Kebijakan Imigrasi Trump: Antara Keamanan dan Kemanusiaan, Dampaknya bagi WNI di Amerika Serikat

Trump dan Rencana Kontroversial Menahan Imigran di Guantanamo

Trump dan Rencana Kontroversial Menahan Imigran di Guantanamo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...