• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ewuh Pakewuh

fusilat by fusilat
February 23, 2024
in Feature
0
Ewuh Pakewuh
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : DR. Ateng Kusnandar Adisaputra

Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, serta Dosen Luar Biasa Universitas Al Ghifari Bandung.

Mereka menjawab sambil menunjuk rekannya, “Kami saling mempersilakan, saya meminta supaya dia terlebih dahulu keluar, dia pun demikian selalu mempersilakan saya untuk keluar duluan, terus saja demikian hingga Anda para tabib membuka pintu kandungan ini”. 

ALKISAH, pada zaman dulu ada seorang ibu yang sedang mengandung anak kembar laki-laki.  Tidak ada tanda-tanda kelainan dalam masa kehamilan ibu tersebut hingga mendekati bulannya untuk melahirkan. Namun, memasuki hari ke-10 pada bulan yang kesembilan tidak ada tanda-tanda akan melahirkan. Si ibu pun bersabar mungkin karena kembar dan laki-laki lagi. Dia pun bekerja seperti biasanya berdagang kelontong di pasar.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, serta tahun berganti tahun, si ibu itu belum juga melahirkan, sementara perut sudah semakin membesar dan makanan yang masuk pun semakin banyak. Hingga memasuki tahun keempat puluh kehamilannya, para pemuka adat dan tabib berencana mengeluarkan bayi dewasa yang ada dalam kandungan ibu tersebut. Hal ini dilakukan mengingat kondisi ibu yang sudah semakin lelah dan bertambah tua. Operasi mengeluarkan sang bayi pun direncakan dengan melibatkan tabib-tabib senior yang ada di negeri tersebut.

Syukurlah, operasi kandungan ini berjalan lancar. Ketika kandungan dibuka tampak dua orang manusia yang sudah berjanggut dan berkumis, dengan ibu jari yang saling menunjuk rekannya. Karena sudah empat puluh tahun, jadi mereka sudah cukup dewasa dan tabib yang mengoperasi bertanya, mengapa mereka tidak keluar-keluar (lahir) dari kandungan sejak usia 9 bulan 10 hari. Mereka menjawab sambil menunjuk rekannya, “Kami saling mempersilakan, saya meminta supaya dia terlebih dahulu keluar, dia pun demikian selalu mempersilakan saya untuk keluar duluan, terus saja demikian hingga Anda para tabib membuka pintu kandungan ini”. (kisah diambil dari buku “Setengah Isi Setengah Kosong”, Parlindungan Marpaung, 2005).

Dari isi cerita tersebut, bisa diidentikan dengan budaya ewuh pakewuh atau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) adalah minder, rendah diri, atau secara bebas berarti sungkan.

Budaya ewuh pakewuh merupakan cerminan budaya Indonesia yang sangat menghargai orang lain, rekan kerja, atau atasan, dan tanpa bermaksud untuk menjatuhkan apalagi mempermalukan orang lain, rekan kerja, dan/atau atasan itu sendiri. Budaya ewuh pakewuh ini bisa terjadi di dunia bisnis, juga bisa terjadi di pemerintahan.

Budaya ewuh pakewuh ini masih terjadi disebabkan masih kuatnya budaya patron-klien antara bawahan dan atasannya. Dengan berorientasi kepada kekuasaan, maka budaya patron-klien dapat timbul karena saling ketergantungan antara atasan (patron) dan bawahan (klien), bisa juga karena kedekatan dan kekerabatan. Salah satu wujud dari budaya ewuh pakewuh, kita mengenal ABS (Asal Bapak Senang). Misalnya, apapun keinginan dari pimpinan biasanya oleh bawahan langsung dipenuhi, yang penting pimpinan senang, sekalipun mungkin keinginan itu bertentangan dengan peraturan.

Menurut Harry (2013), budaya birokrasi ewuh pakewuh, yaitu pola sikap sopan santun dilingkungan  birokrasi yang dilakukan oleh pegawai atau pejabat selaku bawahan yang segan atau sungkan menyatakan pendapatnya yang mungkin bersifat bertentangan, demi menghindari konflik dan menjaga jalinan hubungan baik dengan para atasan atau senior mereka yang dianggap lebih tinggi kedudukan sosialnya.

Perlu diperhatikan dan dipertimbangkan, apabila porsi budaya ewuh pakewuh berlebihan akan mempengaruhi terhadap jalannya roda organisasi, akan terjadi ketidak harmonisan, akan ada pelanggaran disiplin terhadap aturan dan etika.

Budaya Kerja Egaliter

Budaya kerja yang ewuh pakewuh dengan didasari  kesalahan pola pikir (mind set) yang menganggap unsur pimpinan seperti dewa atau raja hanya akan menimbulkan beberapa sikap yang negatif, seperti ketakutan untuk bertindak, ketakutan untuk menyampaikan pemikiran yang konstruktif, dan perbuatan lainnya.

 

Untuk itu, budaya kerja ewuh pakewuh ini harus sudah mulai ditinggalkan dan diganti dengan budaya kerja egaliter. Budaya kerja egaliter dibangun atas dasar hubungan (engagement) dengan siapapun, baik itu antara anak buah dengan pimpinan dan unsur pimpinan, dengan unsur pimpinan lainnya bukan didasarkan pada jabatan. Budaya kerja egaliter lebih kepada kolega kerja yang sifatnya saling mendukung.

Budaya Indonesia juga mengajarkan agar pimpinan menerapkan konsep egaliter (persamaan derajat), agar terjalin komunikasi yang baik dan harmonis, serta menghilangkan “jarak” antara pimpinan dan bawahan, karena berbeda strata jabatan.

Salah satu implementasi dari budaya kerja egaliter yaitu dengan menghilangkan kebiasaan memanggil nama jabatan, kalau di pemerintahan seperti : Bapak/Ibu Sekretaris Jenderal, Bapak/Ibu Direktur Jenderal, Bapak/Ibu Inspektur Jenderal, Bapak/Ibu Direktur, Bapak/Ibu Kepala Dinas, Bapak/Ibu Kepala Badan, Bapak/Ibu Sekretaris Dewan, Bapak/Ibu Kepala Bidang, Bapak/Ibu Kepala Bagian, dan sebutan jabatan lainnya, penyebutannya menjadi  langsung memanggil nama orang yang memangku jabatan tersebut, seperti : Pa Agus, Pa Adi, Pa Ateng, Pa Andi, dan sebagainya.

Budaya kerja egaliter sudah dicontohkan oleh beberapa orang menteri, kepala daerah di Indonesia, yakni supaya lebih akrab dan familier dalam berkomunikasi, untuk memanggil orang nomor 1 di kementerian, di provinsi atau di kabupaten/kota, cukup dengan memanggil Mas Menteri….., Bang….., Kang……..

Dengan menerapkan budaya kerja egaliter, pimpinan bisa berkomunikasi secara lebih terbuka bersama bawahan, serta bisa mencairkan suasana yang kondusif, sehingga memudahkan untuk saling bertukar pikiran, memecahkan berbagai masalah, kritik, oto-kritik, serta saling berbagi informasi, yang pada akhirnya visi, misi, dan tujuan organisasi/perusahaan bisa tercapai. Semoga (*).

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Semangat Ungkap Kebenaran, PKB, PKS dan Partai NasDem Sepakat Dukung Angket DPR

Next Post

Di Tengah Wacana Penggunaan Hak Angket DPR, JK dan Mega Berencana Gelar Pertemuan

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Di Tengah Wacana Penggunaan Hak Angket DPR, JK dan Mega Berencana Gelar Pertemuan

Di Tengah Wacana Penggunaan Hak Angket DPR, JK dan Mega Berencana Gelar Pertemuan

Bapanas Akui Harga Beras Sulit Kembali Seperti Dua Tahun Lalu, Kaum Miskin Semakin Tercekik dan Berharap Bansos agar Bisa Makan

Bapanas Akui Harga Beras Sulit Kembali Seperti Dua Tahun Lalu, Kaum Miskin Semakin Tercekik dan Berharap Bansos agar Bisa Makan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist