Twit Fahri Hamzah; “Besok, bapak presiden Jokowi akan meresmikan Bendungan ini. Tiu Suntuk, KSB. Setahu saya di Sumbawa (KS dan KSB) saja, di kampung saya ini, sudah 3 bendungan yg dibangun; Bintang Bano, Baringin Sila dan Tiu Suntuk ini. Semuanya indah dan bermanfaat. Terima kasih Pak Jokowi!”
Rasanya janggal, ucapan tersebut bila kita teringat bagaimana celotehan beliau saat masih sebagai anggota dpr dari fraksi PKS, kritiknya terhadap Jokowi menohok, pedas dan menggelegar se nusantara.
Belakangan ini, berbagai statemnennya selalu menimbulkan kontroversi justru dengan para pemujanya dulu saat beliau masih sebagsi kader PKS.
Ucapan Fahri Hamzah menyatakan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas pembangunan bendungan di daerahnya, seolah beliau lupa bagaimana suatu proyek disusun. Banyak pihak yang terlibat. Mengapa kemudian berterima kasihnya kepada Jokowi?
Sebagian pihak berpendapat bahwa Fahri Hamzah seharusnya tidak berterima kasih kepada Presiden Jokowi secara langsung atas pembangunan tersebut. Mereka menegaskan bahwa suatu proyek pembangunan di daerah, bukan berasal dari inisiatif pemerintah pusat. Prosesnya dimulai dari usulan dan aspirasi masyarakat setempat. Proses pembangunan dimulai dari usulan pemerintah daerah yang kemudian diajukan ke pemerintah provinsi, dan akhirnya disetujui oleh pemerintah pusat dan DPR, setelah melalui proses pembahasan di berbagai lembaga terkait, termasuk kementerian dan lembaga legislatif.
Dalam konteks ini, DPR RI dan Pemerintah Pusat, termasuk Presiden Jokowi, hanya berperan sebagai pihak yang mengambil keputusan akhir dan mengalokasikan anggaran untuk proyek tersebut. Oleh karena itu, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi secara langsung dinilai tidak tepat karena proyek tersebut merupakan hasil dari proses partisipatif dan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah, serta melibatkan kontribusi masyarakat setempat.
Selain itu, beberapa pihak juga menyoroti bahwa pembangunan infrastruktur seperti bendungan seharusnya merupakan kewajiban pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah seolah-olah mengesampingkan hak masyarakat untuk mendapatkan layanan publik yang memadai.
Meskipun demikian, ada juga yang berpendapat bahwa apresiasi terhadap pembangunan infrastruktur merupakan hal yang positif dan bisa menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, mereka menegaskan bahwa apresiasi tersebut seharusnya ditujukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan, termasuk pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan masyarakat setempat.
Dengan demikian, pernyataan Fahri Hamzah tentang pembangunan bendungan dan ungkapan terima kasih kepada Presiden Jokowi dapat dipandang sebagai bentuk kesalahpahaman tentang proses pembangunan dan peran berbagai pihak dalam mencapai tujuan tersebut. Sebagai seorang politisi yang memiliki pengaruh dan peran penting dalam masyarakat, penting bagi Fahri Hamzah untuk lebih memahami dan menghargai proses partisipatif dalam pembangunan serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam upaya mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
On the top of all of that – kecuali ia punya agenda politik tersembunyi dibalik puja puji kepada presiden yang pernah Ia caci-makinya.
























