• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Fenomena ASI Mulai Berkurang Pada Ibu-Ibu Menyusui

fusilat by fusilat
May 18, 2026
in Feature, Health
0
Fenomena ASI Mulai Berkurang Pada Ibu-Ibu Menyusui
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di ruang bersalin, hampir semua cerita dimulai dengan cara yang sama. Bayi menangis. Ibu tersenyum lelah. Lalu datang kalimat yang terdengar sederhana: sekarang susui bayinya.

Seolah-olah setelah proses melahirkan yang panjang, tubuh perempuan secara otomatis tahu apa yang harus dilakukan. Seolah alam sudah menyiapkan semuanya. Seolah payudara adalah keran yang tinggal dibuka.

Tetapi bagi banyak perempuan, di situlah justru babak sulit dimulai.

Hari-hari pertama setelah melahirkan sering kali lebih mirip ruang ujian daripada ruang kebahagiaan. Bayi terus menangis. Puting terasa nyeri. Tubuh belum pulih. Tidur hanya hitungan menit. Lalu datang pertanyaan yang pelan-pelan berubah menjadi rasa takut: jangan-jangan ASI saya tidak cukup.

Dunia medis selama bertahun-tahun cenderung melihat masalah itu dengan sederhana. Kasus produksi ASI yang benar-benar rendah dianggap tidak terlalu banyak. Maka resepnya hampir selalu sama: lebih sering menyusui, lebih sering memompa, lebih sering menempelkan bayi ke payudara. Semakin banyak permintaan, semakin banyak pasokan.

Secara teori masuk akal.

Tetapi teori sering bekerja terlalu rapi. Kehidupan nyata tidak.

Masalah menyusui ternyata bukan sekadar urusan tubuh perempuan yang menghasilkan susu. Ia bertemu dengan kelelahan, tekanan sosial, kecemasan, aturan kerja, bahkan industri bernilai miliaran dolar. Di sinilah cerita menjadi lebih rumit.

Di negara-negara kaya, paradoks justru muncul. Banyak ibu memulai menyusui, tetapi cukup banyak pula yang berhenti lebih cepat dari rencana awalnya. Salah satu alasan yang paling sering muncul bukan karena penyakit atau gangguan medis, melainkan keyakinan bahwa ASI mereka tidak cukup. Dunia kesehatan bahkan mengenal istilah khusus: perceived insufficient milk supply—perasaan bahwa produksi ASI kurang, meskipun belum tentu demikian.

Perasaan itu tidak muncul dari ruang kosong.

Di Amerika, Inggris, dan beberapa negara maju lain, ibu baru sering kembali menghadapi ritme hidup yang bergerak terlalu cepat. Cuti melahirkan yang terbatas, tekanan pekerjaan, minimnya ruang laktasi, hingga kelelahan mental ikut menjadi bagian dari masalah. Di Inggris, tingkat menyusui enam bulan setelah kelahiran bahkan termasuk yang rendah dibandingkan dengan banyak negara lain.

Ironisnya, negara yang lebih makmur tidak otomatis lebih ramah terhadap ibu menyusui. UNICEF pernah menemukan bahwa lebih dari satu dari lima bayi di negara berpendapatan tinggi bahkan tidak pernah memperoleh ASI sama sekali. Angka itu jauh berbeda dibandingkan dengan banyak negara berkembang.

Indonesia juga tidak kebal.

Kita sering mendengar slogan “ASI eksklusif”, spanduk di puskesmas, atau kampanye kesehatan yang menempatkan ASI sebagai standar emas. Tetapi kenyataan di lapangan sering lebih berliku. Dukungan konseling menyusui belum merata, ibu bekerja masih kesulitan memperoleh ruang dan waktu memadai, sementara tekanan ekonomi membuat banyak perempuan harus segera kembali bekerja. Dalam beberapa tahun terakhir, indikator menyusui di Indonesia bahkan menunjukkan penurunan.

Di sisi lain ada industri susu formula yang terus tumbuh dan semakin agresif. Bahasa iklannya dibuat halus: meningkatkan kecerdasan, mendukung tumbuh kembang, memperkuat imunitas. Pesannya jarang terdengar seperti perintah. Tetapi efeknya bisa diam-diam meruntuhkan kepercayaan diri seorang ibu. WHO dan UNICEF berkali-kali mengingatkan bahwa pemasaran pengganti ASI yang tidak tepat dapat memengaruhi keyakinan orang tua terhadap kemampuan menyusui.

Yang paling menyakitkan mungkin bukan kurangnya ASI itu sendiri.

Yang paling menyakitkan adalah rasa bersalah.

Karena pada akhirnya banyak perempuan merasa tubuh mereka sedang diadili. Ketika bayi terus menangis, yang dipersalahkan adalah dirinya. Ketika ASI sedikit, yang merasa gagal adalah dirinya. Ketika harus memberi susu tambahan, yang merasa kalah juga dirinya.

Padahal menjadi ibu bukan perlombaan biologis.

Kita terlalu lama membangun mitos bahwa menyusui adalah kemampuan alami yang otomatis hadir begitu bayi lahir. Padahal sesuatu yang alami tidak selalu berarti mudah. Alam menghadirkan hujan, tetapi petani tetap harus bekerja keras agar padi tumbuh.

Begitu pula ibu.

Mungkin sudah waktunya berhenti bertanya, mengapa ibu ini tidak bisa menyusui dengan sempurna?

Dan mulai bertanya sesuatu yang lebih manusiawi:

Siapa yang sudah membantu ibu ini berjuang?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

Next Post

Prabowo: Dari Wibawa Menuju Olok-Olok

fusilat

fusilat

Related Posts

KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Prabowo: Dari Wibawa Menuju Olok-Olok

May 18, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa
Feature

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
Next Post
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Prabowo: Dari Wibawa Menuju Olok-Olok

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Prabowo: Dari Wibawa Menuju Olok-Olok

May 18, 2026
Fenomena ASI Mulai Berkurang Pada Ibu-Ibu Menyusui

Fenomena ASI Mulai Berkurang Pada Ibu-Ibu Menyusui

May 18, 2026
Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Prabowo: Dari Wibawa Menuju Olok-Olok

May 18, 2026
Fenomena ASI Mulai Berkurang Pada Ibu-Ibu Menyusui

Fenomena ASI Mulai Berkurang Pada Ibu-Ibu Menyusui

May 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist