• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Fenomena Gunung Es “Bullying” di PPDS: Senior Harus Diproses Hukum!

fusilat by fusilat
August 16, 2024
in Crime, Feature, Pojok KSP
0
Fenomena Gunung Es “Bullying” di PPDS: Senior Harus Diproses Hukum!
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Pegiat Media

Jakarta – ARL (30), peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Program Studi Anestesi Universitas Diponegoro-RSUP Dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Kota Semarang, Senin (10/8/2024).

Polisi menyebut mahasiswi asal Kota Tegal, Jateng, itu menyuntikkan obat penenang ke tubuhnya. Ia dipastikan meninggal dunia karena obat itu.

Sebenarnya obat tersebut untuk pelemas otot yang untuk memasukkannya seharusnya pakai infus, bukan disuntikkan.

Polisi juga menemukan sebuah buku catatan harian di kamar indekos mahasiswi itu. Buku diary, yang juga menjadi materi curahan hatinya kepada sang ibu, tersebut mengungkap masa-masa sulit selama kuliah kedokteran dan menyinggung urusan dengan seniornya yang disebut kerap minta ini-itu.

ARL diduga mengalami “bullying” atau perundungan. Bullying adalah perilaku agresif yang berulang, disengaja, dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mendominasi orang lain secara emosional, fisik, atau mental.

ARL tercatat sebagai dokter Aparatur Sipil Negara (ASN) di RS dr Kardinah, Kota Tegal, sejak 2019. Dokter muda yang santun, ramah dan baik hati itu pernah mengalami cedera tulang belakang saat menjalani praktik PPDS dan pernah dioperasi pula.

Pihak Undip membantah ARL mengalami “bullying”. ARL disebut pihak Undip mempunyai masalah kesehatan.

Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin akan terus melakukan investigasi. Sementara PPDS Program Studi Anestesi Undip-RSUP Dr Kariadi ditutup sementara selama proses investigasi berlangsung. Tujuannya agar junior-junior tidak tutup mulut menghadapi intimidasi atau tekanan senior-senior pasca-kematian ARL. Investigasi pun akan lebih objektif.

Menkes BGS juga tak segan-segan akan mencabut izin praktik dokter yang terlibat bullying kepada ARL.

BGS mengungkap berdasarkan hasil “screening” mental yang pernah dilakukan pihaknya, ditemukan banyak peserta PPDS yang ingin bunuh diri.

Artinya, bukan hanya di Undip-RSUP Dr Kariadi melainkan juga di universitas-universitas lain di Indonesia.

Artinya pula, ARL hanya fenomena gunung es di lautan yang hanya kelihatan pucuknya, sementara badan gunungnya yang lebih besar ada di dasar lautan.

Bagaimana bisa seorang dokter yang intelijensinya tidak diragukan lagi sanggup melakukan kekerasan? Kecerdasan emosional mereka ternyata rendah.

Pun, mungkin terkait tradisi turun-temurun di institusi pendidikan dokter spesialis itu. Ada semacam perasaan superioritas di kalangan senior kepada juniornya. Ada Machoisme di sana.

Seperti di lembaga-lembaga pendidikan kedinasan. Ada semacam balas dendam senior kepada seniornya lagi yang kemudian dilampiaskan kepada junior.

Proses Hukum

Pemerintah seyogianya tidak hanya mencabut izin praktik dokter, tetapi juga melakukan proses hukum terhadap semua senior yang terlibat bullying kepada ARL.

Nama-nama senior ARL jelas sudah tercatat. Apalagi jika ada CCTV atau kamera pengawas di tempat ARL menjalani praktik PPDS.

Kekerasan tidak hanya fisik, tetapi juga psikis melalui verbal atau kata-kata. Handphone ARL juga perlu diperiksa untuk menelisik siapa saja seniornya yang terlibat bullying.

Mengapa perlu proses hukum?

Pertama, untuk menciptakan efek jera atau “detterence effect” bagi para pelakunya.

Kedua, sebagai terapi kejut atau “shock teraphy” bagi calon pelaku lainnya.

Dengan adanya proses hukum, maka fenomena gunung es dalam kasus “bullying” di PPDS bisa dieliminasi bahkan dihilangkan sama sekali. Tidak hanya di Undip-RSUP Dr Kariadi, tapi juga universitas-universitas lain. Semoga!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Langgar Konstitusi: TNI Bukan Penegak Hukum, Tapi Alat Pertahanan Negara

Next Post

PDIP Siapkan Pasangan Alternatif Untuk Lawan Demokrasi Semu

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Next Post
PDI-P Ungkap Elite Politik Terkait Gagasan Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Jabatan Presiden

PDIP Siapkan Pasangan Alternatif Untuk Lawan Demokrasi Semu

Cegah Kotak Kosong KPU DIduga loloskan pàsangan Independen Darma Pangrekun- Kun wardana

Cegah Kotak Kosong KPU DIduga loloskan pàsangan Independen Darma Pangrekun- Kun wardana

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist