• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“Fufu Fafa”, Ijazah Jokowi, dan Gibran: Waktunya Prabowo Selamatkan Negara, Bukan Keluarga Jokowi

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 22, 2025
in Feature, Politik
0
Di Balik Pertemuan Prabowo-Jokowi di Solo: Upaya Penyelamatan atau Penangkapan Budi Arie?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat Kebijakan Umum Hukum dan Politik (KUHP)

Abstrak
Polemik ijazah D-1, S.E., dan M.M. milik Joko Widodo (Jokowi), serta dugaan pelanggaran etik dan hukum oleh Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, tak bisa terus dibiarkan mengambang. Negara hukum tak menunggu laporan rakyat untuk memulai penyelidikan atas dugaan pemalsuan dokumen publik. Saatnya Presiden Prabowo Subianto bertindak. Ia bukan hanya menyelamatkan masa depan pemerintahannya, tetapi juga kehormatan bangsa.


Jokowi seolah lupa cara berterima kasih. Prabowo telah “menyelamatkan” Jokowi dari keretakan politik pasca Pilpres 2019 dengan bersedia menjadi Menteri Pertahanan. Namun menjelang akhir masa jabatannya, Jokowi malah mencoba memaksakan wacana tiga periode melalui pembiaran atas suara-suara inkonstitusional dari lingkaran dekatnya: Luhut Binsar Pandjaitan, Muhaimin Iskandar, Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, Bahlil Lahadalia, bahkan Ketua MPR dan DPD.

Wacana tersebut akhirnya kandas. Penolakan keras dari Megawati Soekarnoputri, tekanan publik, serta jatuhnya korban jiwa dan luka fisik membuat skenario tiga periode tak bisa dilanjutkan. Tapi aroma kerakusan kekuasaan tak serta merta padam. Jokowi justru mengalihkan strategi: menghambat Ganjar Pranowo dan terutama Anies Baswedan melalui manuver hukum—membuka jalan bagi putranya, Gibran, sebagai cawapres melalui “potong usia” oleh Mahkamah Konstitusi.

Namun sejarah mencatat, “jalan pintas” itu mencederai konstitusi. MKMK menjatuhkan sanksi kepada Anwar Usman—paman Gibran dan Ketua MK kala itu—karena terbukti melanggar etik berat. Sebutan “anak haram konstitusi” pun melekat pada Gibran.

Menjelang pelantikan presiden-wapres, publik digegerkan akun “Fufu Fafa”—yang diduga kuat milik Gibran. Akun ini merendahkan martabat Prabowo Subianto dan keluarganya. Yang mencengangkan, nomor ponsel yang digunakan akun tersebut identik dengan nomor Gibran saat mendaftar ke KPUD Solo. Meski dituduh oleh 99% warganet, Gibran memilih diam. Tak ada klarifikasi, tak ada tanggung jawab.

Jika Jokowi benar-benar negarawan, ia mestinya sadar bahwa langkah terbaik adalah meminta Gibran mundur dari kursi RI-2. Bukan hanya karena soal etika dan wibawa, tetapi juga kapasitas intelektual Gibran yang sering jadi bahan cibiran karena tampak kesulitan menjawab pertanyaan media sederhana. Ia juga diterpa rumor negatif soal penyalahgunaan, serta keterlibatan keluarganya (Kaesang, Bobby, Kahiyang) dalam isu-isu yang menyerempet KPK.

Ditambah lagi, kebenaran ijazah Gibran setara D-1 juga tengah diragukan publik. Seorang alumni D-1 dengan jam terbang politik secuil tentu tidak layak mendampingi Jenderal bintang empat alumni Akmil. Maka, wajar jika sebagian besar elite TNI dan menteri kabinet Prabowo kelak hanya akan menghormati Gibran secara formal, bukan karena kapabilitas.

Kini Jokowi hanya disokong oleh relasi personal dengan Kapolri Listyo Sigit. Namun, kendali politik dan hukum sepenuhnya berada di tangan Prabowo. Bila Prabowo memerintahkan Kapolri atau Jaksa Agung untuk mengusut tuntas kasus “Fufu Fafa” dan dugaan ijazah palsu Jokowi, maka baik Gibran maupun Jokowi sendiri bisa jadi bukan lagi penguasa—melainkan terdakwa di pengadilan.

Lucunya, Jokowi malah mengeluarkan pernyataan defensif, “Pilpres kemarin kan satu paket, bukan sendiri-sendiri…” seolah menolak pemakzulan Gibran karena khawatir efek domino terhadap posisinya sendiri. Padahal, tanggung jawab hukum atas kejahatan individu—seperti dugaan akun Fufu Fafa—bukanlah tanggung jawab kolektif. Presiden tidak ikut terseret karena wakilnya melakukan pelanggaran.

Jika Gibran mengundurkan diri secara sadar, ia dan Jokowi masih punya ruang untuk dipuji sebagai negarawan. Namun bila kelak dipaksa turun lewat jalan konstitusional, maka badai hukum akan menyapu tidak hanya Gibran, tapi juga seluruh keluarga Jokowi. Tuduhan soal ijazah palsu, nepotisme, abuse of power, hingga keabsahan gelar-gelar akademik keluarga Jokowi akan menjadi titik awal gelombang pengusutan besar-besaran.

Indonesia adalah negara hukum. Dalam konteks dugaan pemalsuan ijazah—sebagai delik umum—penyidik tidak perlu menunggu laporan masyarakat. Fakta bahwa ijazah itu telah digunakan dalam jabatan publik sudah cukup menjadi alasan penyelidikan.

Jika Prabowo sungguh mencintai negeri ini, saatnya ia berhenti menjadi pelindung keluarga Jokowi. Sebaliknya, ia harus berdiri sebagai pelindung konstitusi dan masa depan bangsa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Connie : “Prabowo Hanya Akan Menjabat Selama 2 Tahun” – Ingat?

Next Post

Penyakit Kulit Jokowi Semakin Parah: Ia Harus Berobat dan Bertobat

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Pikiran Todung Mulya Lubis
Feature

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan
Feature

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal
Feature

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026
Next Post
Penyakit Kulit Jokowi Semakin Parah: Ia Harus Berobat dan Bertobat

Penyakit Kulit Jokowi Semakin Parah: Ia Harus Berobat dan Bertobat

Satu Orang, Enam Jabatan: Normalisasi Eksploitasi di Era Digital

Satu Orang, Enam Jabatan: Normalisasi Eksploitasi di Era Digital

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026

Lingkungan Bersih (Ketika Korupsi Tidak Lahir dari Orang Jahat, tetapi dari Sistem yang Membiarkan Celah)

May 14, 2026
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

“Pulih 99 Persen”, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...