• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Penyakit Kulit Jokowi Semakin Parah: Ia Harus Berobat dan Bertobat

Ali Syarief by Ali Syarief
June 22, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Penyakit Kulit Jokowi Semakin Parah: Ia Harus Berobat dan Bertobat
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pak Jokowi kini bukan lagi Presiden. Istana sudah tak lagi jadi rumah tinggalnya, tapi bekas pijakannya masih membekas di setiap sudut kekuasaan. Ia seperti tamu yang sudah pamit dari pesta, tapi aroma parfumnya masih tertinggal di sofa, di meja makan, bahkan di gelas-gelas kosong yang belum dicuci. Kendati tidak lagi memegang tongkat komando, bayangannya tetap bergentayangan di layar politik: dalam rupa proyek, dalam suara anak, dan dalam sorot mata menantu yang kini ikut berpidato di panggung negara.

Ia hidup dalam gelimang harta yang tak bertepi, pensiun dengan kehormatan negara, tinggal di lingkungan dengan sanitasi super terawasi, fasilitas medis kelas wahid, dan petugas kebersihan yang lebih sigap dari wartawan istana. Tapi penyakit kulit itu datang juga. Gatalnya tidak wajar. Kemerahannya tak kunjung padam. Obat-obatan mahal dari luar negeri, salep racikan dokter kepresidenan, bahkan terapi dari ahli yang pernah menyembuhkan pangeran Arab—semuanya mandul. Karena penyakit ini bukan datang dari luar, melainkan dari dalam. Dari hati yang gundah. Dari batin yang resah. Dari jiwa yang dihantui oleh tapak-tapak kesalahan yang dulu dianggap strategi.

Ia tidak sedang diserang alergi, bukan pula kutu dari selimut hotel bintang lima. Ini penyakit karena kelelahan menahan beban sejarah. Beban janji yang tak tuntas ditepati. Beban kekuasaan yang diwariskan lewat darah, bukan lewat mandat rakyat. Beban pembangunan yang lebih sering menjadi pajangan visual, ketimbang memperbaiki nasib buruh, petani, dan guru honorer yang bahkan tak sempat bermimpi ke Ibu Kota Nusantara.

Orang-orang di sekelilingnya masih menyebutnya “Bapak”. Ada yang tulus, ada pula yang cuma berharap proyek dan posisi. Di kamar rawat, televisi dinyalakan, memperlihatkan para elite yang masih menyebut namanya dalam setiap konferensi pers, seakan ia belum benar-benar pergi. Tapi justru karena belum benar-benar pergi, luka itu makin dalam. Rasa bersalah yang ditahan lama-lama berubah jadi bisul, lalu meletus jadi luka kulit yang tak sembuh-sembuh.

Pak Jokowi harus berobat. Tapi ini bukan urusan medis semata. Ini penyakit yang butuh perenungan. Ia harus menengok ke dalam. Ke tahun-tahun saat rakyat bersorak tapi hatinya sendiri tahu ia telah menyimpang. Ke saat ia memilih diam ketika hukum dipermainkan oleh loyalisnya. Ke detik-detik ia menyulap demokrasi menjadi dinasti, tapi tetap mengaku sebagai pemimpin rakyat biasa.

Setelah berobat, ia harus bertobat. Bukan untuk dunia, tapi untuk dirinya sendiri. Tobat yang diam-diam, yang dalam, yang tak butuh panggung. Seperti petani yang sadar telah menebang terlalu banyak pohon, lalu menanam satu bibit kecil di belakang rumah. Seperti nelayan yang dulu menebar jala di wilayah terlarang, lalu memilih menyepi di pantai sambil memandangi laut dengan mata sayu.

Karena jika tidak, penyakit ini bukan hanya akan memakan kulit, tapi akan menjalar jadi sejarah yang mengelupas: sejarah tentang seorang pemimpin yang pernah dicintai, tapi tak tahu kapan harus berhenti.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Fufu Fafa”, Ijazah Jokowi, dan Gibran: Waktunya Prabowo Selamatkan Negara, Bukan Keluarga Jokowi

Next Post

Satu Orang, Enam Jabatan: Normalisasi Eksploitasi di Era Digital

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pikiran Todung Mulya Lubis
Feature

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan
Feature

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal
Feature

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026
Next Post
Satu Orang, Enam Jabatan: Normalisasi Eksploitasi di Era Digital

Satu Orang, Enam Jabatan: Normalisasi Eksploitasi di Era Digital

Ajus Linggih Dorong Legalisasi Tajen, Gubernur Koster Tegas Menolak

Ajus Linggih Dorong Legalisasi Tajen, Gubernur Koster Tegas Menolak

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026

Lingkungan Bersih (Ketika Korupsi Tidak Lahir dari Orang Jahat, tetapi dari Sistem yang Membiarkan Celah)

May 14, 2026
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

“Pulih 99 Persen”, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist