• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Gabah Any Quality: Target Tercapai, Bom Waktu Tersimpan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
August 9, 2025
in Economy, Feature
0
REBUTAN GABAH
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja –  Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Bagi bangsa ini, termasuk Perum Bulog, kebijakan penyerapan gabah tahun ini berbeda drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No. 14/2025, petani kini bebas menjual gabah kering panennya tanpa terikat persyaratan kadar air maupun kadar hampa sebagaimana berlaku selama ini.

Yang mengejutkan, ada semacam titah pemerintah yang mewajibkan Perum Bulog membeli gabah “any quality” — gabah apa adanya — dari petani. Artinya, Bulog tidak lagi memperhatikan kadar air maupun kadar hampa. Berapa pun kadarnya, Bulog wajib membeli dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini jelas mempermudah petani. Tak perlu lagi repot mengeringkan gabah hingga kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%. Bahkan gabah basah dengan kadar air 30% pun tak bisa ditolak Bulog. Petani wajar gembira, apalagi jika merujuk Keputusan Badan Pangan Nasional No. 2/2025 yang sebelumnya menetapkan syarat ketat untuk memperoleh harga Rp6.500/kg.

Yang menarik, Keputusan No. 2/2025 itu hanya bertahan beberapa hari sebelum direvisi menjadi No. 14/2025. Syarat kualitas langsung dihapus. Pertanyaannya: apakah revisi ini murni untuk mempercepat penyerapan gabah, atau ada agenda lebih besar di balik kebijakan satu harga gabah?

Tahun ini, penyerapan gabah menjadi taruhan besar bagi Pemerintahan Presiden Prabowo. Bulog dibebani target setara 3 juta ton beras. Untuk itu, pemerintah bahkan merombak jajaran direksi dan dewan pengawas Bulog, mengangkat Direktur Pengadaan khusus, dan merevitalisasi struktur kedireksian.

Panen raya selesai, dan secara kuantitas, Bulog sukses. Cadangan beras pemerintah mencapai sekitar 4 juta ton — angka yang jarang terjadi sejak Indonesia merdeka. Namun, keberhasilan kuantitas ini menyisakan tanda tanya besar: bagaimana dengan kualitasnya?

Pantauan di berbagai daerah menunjukkan, gabah yang diserap umumnya berkadar air tinggi dan kadar hampa besar. Penyimpanan gabah seperti ini berisiko besar, apalagi gudang Bulog terbatas. Bulog bahkan harus mencari gudang filial tambahan.

Pengalaman membuktikan, beras impor saja bisa berkutu jika pengelolaan gudang teledor. Bisa dibayangkan risiko menyimpan gabah basah hasil panen lokal. Di sinilah pentingnya kualitas petugas gudang. Tanpa pelatihan yang memadai, kualitas beras yang tersimpan akan merosot drastis.

Kebijakan “any quality” membawa sejumlah risiko serius:

  1. Kualitas beras rendah – menurunkan reputasi Bulog dan kepercayaan publik.

  2. Kerugian finansial – biaya tambahan untuk mengolah gabah berkualitas rendah menjadi beras layak konsumsi.

  3. Keterlambatan distribusi – proses pengolahan tambahan bisa menghambat pasokan ke pasar.

  4. Dampak pada petani – tanpa standar kualitas, petani kehilangan insentif untuk meningkatkan mutu gabah.

  5. Citra kelembagaan terganggu – Bulog bisa kehilangan reputasi sebagai lembaga profesional.

Menyerap gabah “any quality” sama saja dengan menyimpan bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Meski patut memberi acungan jempol pada Bulog karena berhasil memenuhi target kuantitas, jawabannya jelas bila ditanya apa yang lebih diutamakan kali ini: kuantitas, bukan kualitas.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kepemimpinan Tanpa Nalar: Ironi Kenaikan PBB 250% di Pati dan Keteladanan Jepang

Next Post

Koalisi Sipil Tolak Perluasan Komando Teritorial

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Koalisi Sipil Tolak Perluasan Komando Teritorial

Koalisi Sipil Tolak Perluasan Komando Teritorial

80 Tahun Peringatan Proklamasi Indonesia Semakin Dikhianati

80 Tahun Peringatan Proklamasi Indonesia Semakin Dikhianati

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...