“Ya sekitar 4,04 atau 4,05 persen. Jadi memang dari yang diumumkan oleh KPU, kalau berdasarkan rekapitulasi tidak jauh berbeda. Ada selisih 100-250 ribu suara,” kata dia di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu malam.
Jakarta – Fusilatnews – Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang penetapan hasil pemilihan umum (pemilu) 2024 pada Rabu (20/3/2024) malam. Menghasilkan Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024. Tentang Penetapan hasil pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)
Untuk pemilihan DPR RI , Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih suara tertinggi dari hasil rekapitulasi di 84 daerah pemilihan (dapil). Berikut raihan suara partai politik untuk pileg 2024:
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 16.115.655 suara atau 10,61 persen.
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 20.071.708 suara atau 13,22 persen.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 25.387.279 suara atau 16,72 persen.
Partai Golongan Karya (Golkar) meraih 23.208.654 suara atau 15,28 persen.
Partai Nasdem 14.660.516 suara atau 9,65 persen.
Partai Buruh 972.910 suara atau 0,64 persen.
Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) 1.281.991 suara atau 0,84 persen.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 12.781.353 suara atau 8,42 persen.
Partai Kebangkitan Nusantara 326.800 suara atau 0,21 persen.
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 1.094.588 atau 0,72 persen.
Partai Garda Republik Indonesia 406.883 suara atau 0,26 persen.
Partai Amanat Nasional (PAN) 10.984.003 suara atau 7,23 persen.
Partai Bulan Bintang (PBB) 484.486 suara atau 0,31 persen.
Partai Demokrat 11.283.160 suara atau 7,43 persen.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 4.260.196 suara atau 2,80 persen.
Partai Perindo 1.955.154 suara atau 1,28 persen.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 5.878.777 suara atau 3,87 persen.
Partai Ummat 642.545 suara atau 0,42 persen.
Menanggapi perolehan suara PPP yang tidak mencukupi untuk menempatkan wakilnya di Parlemnen Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Achmad Baidowi mengaku cukup terkejut dengan hasil itu. Pasalnya, hasil itu berbeda dengan data internal partai berlogo kabah itu, di mana perolehan suara PPP secara nasional diklaim mencapai 4,04 persen.
“Ya sekitar 4,04 atau 4,05 persen. Jadi memang dari yang diumumkan oleh KPU, kalau berdasarkan rekapitulasi tidak jauh berbeda. Ada selisih 100-250 ribu suara,” kata dia di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu malam.
Awiek, sapaan akrab Achmad Baidowi, mengatakan, tugas partainya saat ini adalah memastikan kelengkapan data untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut dia, tim hukum PPP juga sudah siap untuk melakukan gugatan.
Bahkan, ia menambahkan, pihaknya telah melakukan gugatan kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pada Rabu sore. Gugatan itu terkait dengan adanya salah input dan salah hitung di beberapa provinsi.
“Insyaallah itu nanti juga akan menjadi lampiran pengajuan kepada Mahkamah Konstitusi,” kata dia.
Awiek menyebutkan, pergersaran suara PPP paling banyak terjadi di Papua, termasuk di Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Menurut dia, pergersaran suara itu cukup signifikan.
“Sudah kita laporkan ke Bawaslu, karena di situ memang mekanismenya. Noken, khususnya Papua Tengah dan Papua Pegunungan,” kata dia.
Ia menambahkan, pergersaran suara PPP juga disebut terjadi di Provinsi Jawa Barat. Menurut dia, ada pergeseran dan ada penggelembungan dari partai lain yang merugikan PPP.
“Juga (ada) ketidakwajaran suara sah di sejumlah dapil. Itu juga menjadi sorotan bagi kami,” kata dia.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Nusa Tenggara Barat, Muh Akri berharap akan ada keajaiban menyusul rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional partai berlambang Ka’bah itu tak lolos ambang batas parlemen empat persen.
“Terkait keputusan rapat pleno KPU malam ini. Mudah-mudahan ada keajaiban,” kata Akri menanggapi hasil Rapat Pleno KPU RI dihubungi dari Mataram, Rabu.
Akri mengaku membenarkan dan tidak menyangka partai yang dinaunginya tak lolos ambang batas parlemen empat persen dari suara sah secara nasional atau minimal 25 persen dari total suara sah di satu provinsi. “Iya begitulah,” ujarnya.
Sampai berakhirnya pleno rekapitulasi suara, suara PPP mentok di angka 5.878.777 atau 3,87 persen. Artinya minus sekitar 200-an ribu lebih suara. “Harus cari 0,22 persen atau 200 ribu lebih suara baru bisa penuhi 4 persen,” terangnya.
Adapun, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep enggan berkomentar soal raihan suara partainya dalam Pileg DPR 2024 tidak mencapai ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen. Raihan suara PSI diketahui hanya 2,8 persen.
“Besok (hari ini) ya, besok (hari ini) ya di (kantor) DPP (PSI) ya. Besok (hari ini) di DPP ya. Besok Di DPP saja ya. Nanti ya,” kata Kaesang menjawab pertanyaan wartawan yang datang bertubi-tubi soal PSI gagal lolos parlemen, di kediaman Prabowo Subianto, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2024) malam.
Mengacu ke UU Pemilu, partai politik harus meraup minimum 4 persen suara sah secara nasional agar raihan suaranya di setiap dapil dikonversi menjadi kursi. Partai yang tak mencapai ambang batas parlemen tersebut, otomatis tidak mendapatkan kursi DPR walau caleg-nya meraih suara tertinggi di suatu dapil.
Dengan perolehan suara yang telah ditetapkan KPU, partai yang akan melaju ke Senayan adalah PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, Partai Nasdem, PKS, Partai Demokrat, dan PAN. Sementara PPP dan PSI tak bisa melaju ke DPR karena suaranya tak dapat melewati ambang batas 4 persen.
Berdasarkan penetapan hasil pemilu, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meraih suara tertinggi untuk pemilihan presiden (pilpres). Pasangan dengan nomor urut 2 itu merai 96.214.691 suara atau 58,58 persen.
Untuk pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih 40.971.906 suara atau 24,94 persen. Sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD meraih 27.040.878 suara atau 16,46 persen.
“Menetapkan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden berdasarkan berita acara nomor 218/PL.01.08.-BA/05/2024 dalam Pemilihan Umum Tahun 2024,” kata Ketua KPU Hasyim Asy’ari saat rapat pleno penetapan hasil pemilu 2024, Rabu malam.
Pasangan Prabowo-Gibran menang di 36 dari total 38 provinsi. pasangan tersebut juga menang secara akumulatif di pemilihan luar negeri.
Sementara itu, pasangan Anies-Muhaimin menang di Provinsi Aceh dan Sumatra Barat. Sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud tak meraih kemenangan di satu provinsi pun.


























