• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ganjar Dipasang Hadang Puan, Sekedar Bola Tendang Jokowi ?

fusilat by fusilat
September 14, 2022
in Feature, Politik
0
Jokowi Bisa Maju Cawapres di 2024, Ini Respons PDIP

Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis- Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

Ganjar Pranowo, menjadi Capres 2024 jelas gaung utamanya nampak didukung oleh Mayoritas Kader dan Simpatisan  serta suara daripada akar rumput PDIP di Jawa Tengah, selebihnya dikota-kota lainnya baik di Pulu Jawa ( Jabar, Jatim, terlebih DKI dan Banten ), Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku , NTT dan Papua, nyaris tak terdengar. Andaipun, mungkin saja bertambah dukungan secara siginifikan oleh karena pergeseran waktu yang ada mendekati bukan dan tahun pemilu 2024, secara garis kepartaian, hal yang mustahil disetujui oleh Megawati Soekarno Putri yang sudah mempersiapkan “trah ” Soekarno, setelah dirinya pernah menjadi Presiden RI kelima ( 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004 )

Lalu apakah Joko Widodo/ Jokowi karena pengaruh jabatannya sebagai Presiden RI. Selain sebagai sesama anggota partai PDIP ikut menyetujui Ganjar sebagai Capres 2024 ? Belum kedengaran dukungan suaranya, begitupun kubu senioren dari DPP. PDIP sampai dengan hari ini tidak ada satu orang pun yang terdengar turut mendukung Ganjar sebagai bakal capres 2024, terkecuali suara pentolan para buzzer pendukung Jokowi, utamanya Denny Siregar dan kawan – kawan yang support Ganjar melalui beberapa media sosial, mereka gunakan pembuka kata ” hanya Ganjar yang menyerupai Jokowi”, apakah ini sebagai ” bip ” atau signal restu Jokowi, ini dibutuhkan bukti pertimbangan yang ekstra seksama, minimal sampai pada tahun depan di awal 2023, hanya tentunya saat ini gejala manuver buzzer fanatik Jokowi tentu dapat menjadi referensi atau sedikit gambaran dari sisi politik terkait dukungan politik terhadap subjek atau individu dimaksud

Bagaimana, dengan suara- suara wacana 3 periode Jokowi, perihal ini sudah ditanggapi oleh Jokowi seperti biasanya dengan pola ambigu seperti ” malu-malu kucing “. Karena, walau dirinya berstatamen menolak  dengan kalimat ; ” yang menyampaikan ide 3 periode sama saja mempermalukan dirinya, bak menampar mukanya ” , namun disisi lain faktanya, pembiaran wacana berlangsung, tiada teguran sam sekali atau larangan yang dilakukannya, walau jelas – jelas dari faktor sistim hukum NRI, 3 periode identik dengan pernyataan kehendak negatif atau  mensrea ” makar ” terhadap Sistim Konstitusi, terlebih usulan itu datangnya dari 3 orang yang masih duduk sebagai pejabat tinggi dikabinetnya, sebagai menteri-menterinya serta merangkap tokoh – tokoh partai ; Luhut Binsar Panjaitan/Menkomarves, Bahlil Menteri Investasi, Erlanggar Hartarto dan Zulfikar Hasan serta Muhaimin. Mereka dalam kedudukannya selain seorang menteri, Erlangga selaku Ketum DPP. Partai Golkar dan Zulkifli Hasan selaku Ketum DPP. PAN, serta Muhaimin Ketum DPP. PKB. LBP sebagai juga duduk sebagai petinggi fungsionaris Partai Golkar. Namun yang jelas suara – suara para menteri dan suara Para Ketum Partai tersebut menyiratkan bahwa mereka *lebih baik mendukung Jokowi daripada Puan,* sekalipun resikonya ekstra tragis, yakni melanggar konstitusi. Namun apa tanggapan Jokowi ? cukup santai dan lugu ” itu gak apa-apa kan hanya sebuah wacana “. Lalu beberapa titik di daerah- daerah pun tetap menggeliatkan ide undur pemilu atau Jokowi presiden 3 periode

Bagaimana dengan Prabowo selain juga sebagai Menhan dan Ketum Partai Gerindra, serta orang dekat Jokowi saat ini, yang sudah keras disuarakan oleh para Kader Partainya di DPP. Gerindra untuk menjadi Capres 2024, terkait 3 periode, Partai Gerindra senyap suara, yang ada hanya nada sumbang dari seorang Fadli Zon sepertinya, namun yang jelas Prabowo secara eksplisit nyatakan ” jika ia menjadi pemimpin akan meniru gaya kepemimpinan Jokowi ” , lalu jauh hari sebelumnya dirinya pernah menyatakan ” saya angkat saksi bahwa Jokowi, he is right on track “. Dan publik bangsa ini, masih mengingat dengan jelas, bahwa pada Hari Raya Pertama Iedul Fitri, 1443 Hijriah, Senin 2 Mai 2022, walau dalam kondisi larangan oleh Jokowi , agar masyarakat muslim ” tidak mengadakan halal bihalal dengan disertai makan dan minum, ” oleh sebab adanya regulasi Prokes Covid 19, namun dirinya tak menggubris, Prabowo tetap menyambangi Jokowi Sang Petugas Partai PDIP di Istana Negara, Gedung Agung, Jogjakarta, sekaligus berlebaran sambil menyantap hidangan bakso, tempe bacem dan opor ayam. Maka dari sudut pandang politik, bahwa Prabowo lebih mementingkan mengunjungi Jokowi daripada bertandang ke rumah Megawati Sang  ” Pemilik Partai “, yang nota bene, sama – sama berdomisili di Jakarta. Ini sebuah cermin, oleh sebab Prabowo dan Jokowi merupakan individu – individu sebagai para politisi, dan Prabowo memiliki signal kuat untuk dapat dinyatakan oleh publik sebagai bakal capres 2024, tentunya semua peristiwa ini sebagai langkah manuver politik atau intrik- intrik politik menghadapi Pemilu Pilpres 2024

Apa resiko daripada pembiaran Jokowi terhadap sesama petugas partai atau tepatnya terhadap sosok biologis Puan sebagai ” seorang anak pemilik partai PDIP ” yang punya minat prestisius di arena kompetisi pilpres 2024, yang ada kelihatan justru Jokowi nampak lebih mesra dengan Prabowo dibanding dengan Puan, atau mungkinkah karena berkembang isu, bahwa Megawati, dengan alasan melanggar sistim demokrasi, Ia menolak ide LBP selaku corong Jokowi, yang menawarkan Puan menjadi Wapres, setelah ide diundurkanya Pemilu 2024 ( Caleg ) Pilpres disetujui anggota parlemen DPR RI, MPR RI dan DPD.RI, dari pemilu yang seharusnya ditahun 2024, lalu ( Puan ) menggantikan posisi Wapres KH.Maruf Amin, selain ( jika ) telah mendapatkan persetujuan politik di parlemen/ legislatif, juga akan disusul melalui legitimasi atau kebijakan hukum ( melalui Perpres ) sedemikian rupa,  agar Puan sebelum tahun 2024 atau dengan masa perpanjangan jabatan Presiden 2023 – 2008 atau 2024 – 2029, sama dengan masa jabatan presiden dan wakil presiden 5 tahun, hal informasi terkait isu ini, sesuai informasi yang didapat publik secara transparan akan adanya gagasan undur pemilu  yang dimotori oleh LBP dan kroninya tersebut, dengan kemunculan dari berbagai gejala fenomena dan perkembangan politik, diantaranya LBP yang sounding ke publik dengan beberapa statemen, bahwa dirinya ” sudah mengantongi big data yang berisi 110 juta masyarakat negara ini yang menginginkan Pemilu 2024 ditunda “, kemudian ” wacana ” ini, dilanjutkan oleh gaung  kawan-kawannya dalam koalisi Kabinet Indonesia Maju ( Erlangga , Muhaimin, Zulhas dan Bahlil ) untuk wacana Jokowi 3 priode dengan cara undurkan pemilu pilpres  2024, selanjutnya publik pun menolak ” ambisi Jokowi” tersebut, yang disampaikan selain melalui LBP, juga di blow up para menteri koalisinya yang berasal daripara Ketum Partai pendukung di Kabinet Indonesia Maju Jilid II.

Maka secara benang merah politik, tentu ada causalitas, dari seorang Ganjar yang tertolak, yang ujug-ujug banyak anggota akar rumput PDIP dan Gaung buzzer dari para Pendukung setia Jokowi, yang menginginkan Ganjar Capres, hanya karena faktor ; ” Sifat atau jatidiri Ganjar yang paling mirip dengan Jokowi”. Namun mungkin lacur ( sial ) massa yang berpihakan kepada Jokowi untuk 3 periode, terganjal oleh sebab konstitusi, maka tamat untuk dirinya menjadi presiden 3 kali,(tiga periode). Tentunya  karena selain tertolak oleh prinsip dasar konstitusi atau sistim hukum NKRI termasuk gemuruh suara penolakan dari publik, juga ” nyatanya ditolak mentah – mentah oleh pemilik partai PDIP ” Megawati Soekaro Putri, maka, setelah penolakan Jokowi 3 Periode ini, tentunya apalah artinya seorang Ganjar yang tak berpartai jika Seorang Megawati memberhentikanya oleh sebab tidak mematuhi atau membangkang keputusan partai, sebagai seorang yang ingin berkompetisi secara ilegal, sehingga boleh jadi dianggap mensabotase keputusan legal Partai terhadap Putrinya Puan Maharani sebagai capres dari partai PDIP. Maka jika seperti ini faktanya, walau Jokowi pada awalnya, sepertinya hanya tes water melalui Ganjar atau hanya ingin mem-pressure partainya bernaung, disertai iming kursi wapres kepada Puan, namun tertolak oleh Megawati. Maka bila diibaratkan sebuah bola, jadilah Ganjar sebagai korban yang sudah ditendang dan  melambung, namun tak tidak gol, sehingga hanya menjadi korban ” sebagai bola kempis yang ditendang, namun sia-sia menyimpang diluar mistar gawang “. Kemudian Prabowo yang akan maju menjadi presiden dan jokowi yang tak mau kehilangan kekuasan serta kepribadiannya yang selama ini diketahui publik sebagai individu yang ” tahan malu”, dan tidak ingin terpuruk power syndrome, maka dirinya akan mempertahankan dominasi yang pernah ia peroleh dan utamanya harga diri, maka dirinya perlu tetap berada dilingkaran kekuasaan, termasuk yang utama adalah antisipasi tuntutan hukum terhadap dirinya kelak, atas kekeliruan dan atau kesalahannya selama menjabat presiden didua periode ( 2014- 2019 dan 2019 – 2024 ), termasuk untuk pengawalan atau menjaga keselamatan sanak keluarganya, tentu Jokowi bersedia dan berharap untuk menjadi Wapres 2024 – 2029 yang tentunya mesti melewati pemilu pilpres di 2024, sebagai Bakal Cawapres dengan berpasangan Bakal Capres Prabowo pada Pemilu Pilpres  2024 – 2029

Lalu apakah Puan ” rela dikhianati ” akan mundur atau justru melanjutkan minat pencapresannya di 2024 ? Tentunya Puan tetap akan maju melangkah, walau harus berposisi bersanding terpaksa terbalik, oleh sebab politik sakit hati terhadap Jokowi dan Ganjar yang dianggap penghianat partai, termasuk terhadap PS. Oleh sebab selain dianggap sebagai sisa-sisa orde baru ,yang mereka rangkul oleh sebab kebutuhan politik dan “devide empera” yang menguntungkan terhadap kekuatan khususnya barisan ummat muslim, umumnya, kekuatan yang berada daripada komponen partai serta Kelompok 212, sebuah Kelompok Besar yang lahir dan dibesut Habib Rizieq Shihab/ HRS, Seorang Ulama Besar dan Terkemuka serta terkharismatik di Tanah Air, dan sejatinya Beliau juga salah seorang aset muslim terbesar dunia abad ini, yang data dan  fakta hukumnya, dirinya dan para ulama serta para pengikutnya serta simpatisannya sebagai kelompok berbasis ummat muslim dan nasionalis dari para pendukung Prabowo, kala Pilpres di 2019, namun kini telah merasakan ” buah pengkhianatan ” Prabowo, menurut versi Alumni Gerakan Moral 212 ( 2 Desemeber 2016 ) yang bernaung di PA. 212 dan para anggota serta simpatisannya, dan oleh sebab mayoritas riil minat disertai emosi dan sentimentil politik bangsa ini terhadap kebijakan politik Jokowi Periode 2014, 2019 – 2024, maka kelompok hasil binaan dan besutan HRS, Sang Ulama Besar ummat muslim negeri ini, yakni Kelompok PA 212, yang terangkum diantaranya sebagai Kelompok FPI/ Front Pesaudaraan Islam dan GNP.Ulama/ Gerakan Nasional Pembela Ulama,  maupun daripada komponen dan atau organisasi kelompok muslim model Pendukung lainnya semacam HRS Centre, Korlabi ( Koordinator Pelaporan Bela Islam )  dan juga kelompok nasionalis lainnya yang ada di tanah air , diantaranya AAB/ Aliansi Anak Bangsa serta banyak komponen atau kelompok lainnya yang menyatakan diri sebagai kelompok yanh setia dan patuh dibawah arahan dan ” panji HRS “, maka Puan tentunya akan melirik HRS Sang Imam Besar. Tentunya dan selebihnya atas dasar perolehan fantastic kursi 19, 33 prosen, maka Puan memang jelas berkesempatan besar tuk terus maju melangkah sebagai Capres, bahkan mengalahkan siapapun pasangan lawannya di Pilpres 2024, dengan catatan jika Puan sebagai Cawapres dan Anies Baswedan sebagai ditengarai adalah loyalis HRS Capresnya. Oleh sebab selain Anies tidak berkenan menjadi Cawapres, tentunya terlarang atau tidak akan dapat restu ulama besar dan kharismatik bangsa di negeri ini, yakni HRS. Yang punya makna secara politis psikologis dan sosiologis hal ini dapat teejadi jika Pasangan Capres Anies – Cawapres Puan, nilai positif atau lebih lainnya, perpaduan pasangan Anies dan Puan, juga sebuah perpaduan yang elok, wujid implementasi yang repsentatif ( penerapan pendelegasian), sehingga positif pada kesatuan dan persatuan bangsa , setidak -tidaknya akan meminimalisir keberlanjutan persilangan pemahaman politik  antara anak bangsa dan terpenting mencairkan atau mendingin sejukan ummat muslim umumnya daripara pengikut Sang Imam Besar riil negeri ini, terhadap kelompok yang mengidentifikasikan jatidiri mereka sebagai Barisan Setia Pengikut Soekarno, mantan Presiden RI Pertama, dan tercatat sebagai salah seorang, Proklamator  Kemerdekaan RI pada  17 Agustus 1945

Akhirnya estimasi politik, pada Pilpres  2024 bisa jadi Koalisi Kabinet Jokowi terjadi ecross  atau bersilangan dengan PDIP yang justru akan berkoalisi  dengan ” seteru politiknya ” PKS sehingga terwujud afiliasi temporer atau dukungan sementara pada pasangan calon yang  sifatnya khusus hanya untuk meraih kemenangan Capres pada pilpres 2024 – 2029, dan deal-deal politik jika mereka yang berafiliasi meraih kemenangan, bisa jadi afiliasi terhadap PDIP dan PKS bersama dengan Demokrat, diikuti Nasdem yang saat ini masih tetap hati – hati berdiri dipersimpangan terhadap pendukungan capres yang memang semua masih samar – samar Vs. Golkar, Gerindra, PAN PKB, dan PPP. Apa yang akan terjadi sebenarnya, publik masyarakat Indonesia ,harap sabar menunggu ( wait and see ) kelak saatnya dapat melihat kepastian prediksi politik ini, jelang September 2023 atau pada pasca tahun 2023 atau pra bulan di tahun 2024

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penyelidikan pelecehan SDF diluncurkan setelah klaim penyerangan seksual

Next Post

Siapa Saja Tamu Yang Akan Hadir dan Yg Tidak Diundang Pada Pemakaman Ratu Elizabeth II

fusilat

fusilat

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?
News

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post
Siapa Saja Tamu Yang Akan Hadir dan Yg Tidak Diundang Pada Pemakaman Ratu Elizabeth II

Siapa Saja Tamu Yang Akan Hadir dan Yg Tidak Diundang Pada Pemakaman Ratu Elizabeth II

Peti Mati Ratu Elizabeth II Tiba di Istana Buckingham

Peti Mati Ratu Elizabeth II Tiba di Istana Buckingham

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist