FusilatNews- Heru Budi Hartono yang resmi dilantik jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta, langsung membuat gebrakan, Ia kembali membuka posko pengaduan di Balaikota Jakarta yang dulu telah dilaksanakan saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta. Hal tersebut mendapat respon dari Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS) Arman Salam, Ia berpendapat bahwa program model JAKI (Jakarta Kini) yang diterapkan Gubernur Anies Baswedan adalah langkah maju dan sudah diakui oleh dunia.
JAKI merupakan platform menampung aspirasi publik dan beragam kebutuhan bagi warga Jakarta. Terkait hal itu, Arman Salam menyebut bahwa jika adanya pengubahan atau pergantian terkait aplikasi JAKI, hal itu dinilai sangat konyol.
“Jika ada keinginan pejabat baru mengubah atau mengganti lebih pada kekonyolan saja, sangat kental motif penegasian program yang sudah baik itu,” demikian kata Arman dikutip RMOL.ID, Kamis (20/10).
Arman berpendapat Budi nampaknya hanya ingin melakukan down grading atas kerja inovatif dari Anies. Selain itu, Arman melihat bahwa Heru ingin mengingatkan kembali memori masyarakat pada figur yang syarat dengan kader PDIP.
“Jangan pretelin program yang sudah baik, lebih baik cari lagi program populer lain yang semata untuk memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat jakarta,” ungkap Arman.
Lebih lanjut Arman mengatakan, jika posko posko manual yang dijaga oleh operator sangat mundur pemanfaatan teknologi diera digital ini. Bahkan, ia menilai terkesan pemborosan anggaran.
“Atau mungkin operator-operator yang direkrut adalah tim tim sukses yang dipersiapkan. Sangat ironis,” ungkapnya.
Sebelumnya Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Senin, 17 Oktober 2022. Heru resmi menggantikan Anies Baswedan yang purnatugas pada Minggu, 16 Oktober 2022. Orang dekat Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini akan memimpin Jakarta hingga 2024 mendatang.





















