Yogyakarta – Fusilatnews- Gempa berkekuatan M 3,4 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (12/11/2023) pukul 03.44 WIB.
Kepala Bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, episenter gempa terletak di 16 kilometer arah tenggara Bantul, DIY dengan kedalaman 13 kilometer.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Daryono menyebut gempa Bantul termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di Zona Sesar Opak. Menurutnya, Sesar Opak merupakan sesar aktif yang bertanggung jawab atas beberapa gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang signifikan di Yogyakarta.
“Mekanisme cukup rumit, bervariasi melibatkan sesar geser miring ke kiri (left-lateral oblique-slip faulting),” kata Daryono dalam keterangan resmi yang diterima
, Rabu.
Gempa Bantul M 3,4 yang terjadi pagi ini mekanismenya juga agak aneh yaitu geser miring ke kanan,” sambungnya.
Dampak gempa Bantul Ia menjelaskan, gempa pagi ini hanya dirasakan di Kabupaten Bantul dengan skala II MMI.
Sebagai informasi, getaran dengan skala II MMI dirasakan sedikit orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Terpisah, Plt Kepala Stageof Sleman, Wawan Joko Suwondo mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi


























