Jakarta – Fusilatnews – Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah, video yang diunggah oleh anggota DPR Ahmad Sahroni, yang menampilkan momen penyitaan uang tunai, dan disebutkan terkait kasus judi online yang melibatkan oknum di Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi).
“Mengenai video yang dikaitkan dengan Komdigi, kami tidak tahu. Yang jelas, video itu diambil saat penggeledahan di PT Aset Pasifik, dan bukan terkait kasus judi online,” ujarnya, di Kejagung Selasa (12/11/2024).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menambahkan bahwa narasi yang menyebut video tersebut terkait judi online tidaklah benar.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menambahkan bahwa narasi yang menyebut video tersebut terkait judi online tidaklah benar.
Ia menegaskan bahwa penggeledahan tersebut dilakukan oleh penyidik Kejagung sebagai bagian dari penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan aset bernilai besar
. “Video itu bukan terkait judi online, melainkan bagian dari penggeledahan oleh penyidik dalam kasus Duta Palma. Berdasarkan urutan penyitaan, video ini kemungkinan terkait penggeledahan aset,” jelas Harli.
Sebelumnya beredar video yang diunggah oleh Anggota DPR Ahmad Sahroni di akun instagram resminya pada Minggu (10/11/2024).
Dalam keterangan video tersebut, Sahroni menulis bahwa ruangan Staf Khusus Budi Arie digrebek Polisi. Namun, di akhir keterangannya ia mempertanyakan kebenaran video tersebut.
“Ruangan staf Khusus Budi Ari (Menkoinfo) pelindung judi online di grebek Polisi, telah ditemukan tumpukan uang yang jumlahnya sangat fantastis,” tulis Sahroni. “Serius nih berita beneran gak siy,” ujar dia menambahkan.

























