• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

GENJOT PRODUKSI, REM KONSUMSI – Swasembada Pangan Jangan Berhenti di Sawah, Harus Sampai ke Meja Makan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 18, 2026
in Economy, Feature
0
Ketahanan Pangan Jawa Barat: Istimewa atau Sekadar Slogan?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Di penghujung tahun 2025, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan optimisme bahwa memasuki 2026, Pemerintahan Presiden Prabowo akan memproklamasikan kisah sukses swasembada pangan, terutama beras dan jagung. Data Badan Pusat Statistik memperkuat keyakinan itu. Produksi beras nasional tahun 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, melampaui target pemerintah.

Peningkatan produksi ini tidak terjadi tanpa sebab. Setidaknya ada lima faktor utama yang mendorong lonjakan produksi beras nasional.

Pertama, perbaikan cuaca. Musim kemarau yang lebih singkat dan curah hujan yang relatif stabil memungkinkan peningkatan intensitas tanam.
Kedua, kemajuan teknologi pertanian, mulai dari irigasi yang lebih efisien, benih unggul, hingga pemupukan presisi.
Ketiga, kebijakan pemerintah berupa subsidi pupuk, bantuan alat mesin pertanian, serta kebijakan harga yang memberi kepastian bagi petani.
Keempat, penambahan dan optimalisasi lahan pertanian.
Kelima, penurunan kerusakan tanaman melalui pengendalian hama dan penyakit yang lebih efektif.

Seiring dengan itu, pemerintah juga melahirkan berbagai terobosan cerdas untuk menggenjot produksi di lapangan. Di antaranya penggunaan teknologi pertanian modern seperti drone pemantau lahan dan sensor kebutuhan tanaman, pemanfaatan benih unggul tahan hama, pengelolaan air yang lebih presisi, pengendalian organisme pengganggu tanaman yang ramah lingkungan, pelatihan intensif bagi petani, pemupukan berbasis kebutuhan tanah, serta pembangunan infrastruktur pertanian yang memadai.

Dengan implementasi terobosan tersebut, peningkatan produksi diharapkan tidak bersifat musiman, melainkan berkelanjutan. Inilah pembeda utama. Swasembada beras kali ini tidak boleh sekadar on trend, tetapi harus menjadi fondasi ketahanan pangan jangka panjang.

Namun, keberhasilan swasembada tidak cukup hanya dikejar dari sisi produksi. Ada sisi lain yang sama pentingnya, bahkan sering luput dari perhatian, yaitu konsumsi.

Konsumsi beras masyarakat Indonesia masih sangat tinggi. Sekitar 98,35 persen rumah tangga menjadikan beras sebagai sumber utama karbohidrat. Ketergantungan ini membawa implikasi luas terhadap ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, struktur ekonomi, hingga keberlanjutan lingkungan.

Karena itu, strategi menekan laju konsumsi beras harus berjalan seiring dengan upaya menggenjot produksi. Beberapa langkah yang dapat ditempuh antara lain mendorong diversifikasi pangan, meningkatkan produksi pangan lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung, serta mengampanyekan gerakan seperti Satu Hari Tanpa Beras.

Sayangnya, mengubah pola konsumsi bukan perkara mudah. Hambatan utamanya terletak pada kebiasaan lama yang mengakar, rendahnya kesadaran akan dampak pola makan terhadap kesehatan dan lingkungan, keterbatasan akses pangan alternatif, serta faktor sosial yang membentuk preferensi konsumsi.

Meski demikian, perubahan bukan hal mustahil. Dengan edukasi berkelanjutan, ketersediaan alternatif pangan yang terjangkau, serta kampanye publik yang konsisten, masyarakat perlahan dapat menggeser pola konsumsi menuju pola makan yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Swasembada pangan sejati bukan hanya soal sawah yang melimpah panen. Ia juga tentang meja makan yang tidak lagi menggantungkan nasib pada satu komoditas. Di situlah ujian sesungguhnya ketahanan pangan nasional.

(Penulis adalah Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Misteri Kriminalisasi Jekson Sihombing oleh Polda Riau: Dari Tas Merah Marun hingga Dugaan Rp57 Triliun Penggelapan Pajak dan Kematian dua Balita

Next Post

Beternak Domba dan Bertani Edamame: Cerdas Bertani, Cerdas Mengelola Alam

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Beternak Domba dan Bertani Edamame: Cerdas Bertani, Cerdas Mengelola Alam

Beternak Domba dan Bertani Edamame: Cerdas Bertani, Cerdas Mengelola Alam

Pemerintah Tetapkan Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Long Weekend Tersebar Sepanjang Tahun

Pemerintah Tetapkan Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Long Weekend Tersebar Sepanjang Tahun

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...