Jakarta-Fusilatnews— Pemerintah resmi menetapkan kalender libur nasional dan cuti bersama tahun 2026. Berdasarkan jadwal yang beredar, tahun 2026 akan diwarnai sejumlah hari libur keagamaan, nasional, serta rangkaian cuti bersama yang menciptakan banyak akhir pekan panjang (long weekend) di berbagai bulan.
Di bulan Januari, masyarakat akan menikmati libur Tahun Baru 2026 pada 1 Januari dan Isra Mikraj pada 16 Januari. Kombinasi libur tersebut membentuk long weekend pada 16–18 Januari.
Februari juga menghadirkan libur Tahun Baru Imlek dan cuti bersama yang jatuh pada 16–17 Februari, menciptakan long weekend 14–17 Februari. Sementara itu, Maret menjadi salah satu bulan dengan jeda libur terpanjang. Cuti Nyepi berlangsung pada 18–19 Maret, disusul rangkaian cuti Idul Fitri pada 20, 21–22, hingga 23–24 Maret. Rangkaian tersebut membentuk long weekend panjang dari 18 hingga 24 Maret.
Memasuki April, libur Wafat Isa Almasih pada 3 April dan Paskah pada 5 April kembali menghadirkan akhir pekan panjang pada 3–5 April.
Bulan Mei menjadi periode dengan jumlah libur cukup padat. Hari Buruh pada 1 Mei, Kenaikan Isa Almasih pada 14 Mei, cuti bersama Kenaikan Isa Almasih pada 15 Mei, Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni yang berdekatan dengan cuti Waisak 31 Mei, serta Idul Adha pada 28 Mei. Kombinasi tersebut menghasilkan beberapa long weekend, antara lain 1–3 Mei, 14–17 Mei, serta 30 Mei–1 Juni.
Pada Juni, libur Hari Lahir Pancasila 1 Juni dan Tahun Baru Islam 16 Juni juga memberi kesempatan akhir pekan panjang pada 30 Mei–1 Juni.
Agustus diisi peringatan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus dan Maulid Nabi pada 25 Agustus. Libur 17 Agustus jatuh berdekatan dengan akhir pekan sehingga membentuk long weekend 15–17 Agustus.
Menjelang akhir tahun, Desember menghadirkan libur Natal pada 25 Desember serta cuti bersama pada 24 Desember. Rangkaian ini menciptakan long weekend 24–27 Desember.
Kalender ini menjadi acuan penting bagi dunia usaha, sektor pariwisata, serta masyarakat dalam merencanakan aktivitas sepanjang tahun. Banyaknya long weekend diperkirakan akan mendorong mobilitas masyarakat, khususnya untuk perjalanan wisata dan mudik pada momen hari besar keagamaan.
Pemerintah mengimbau masyarakat memanfaatkan kalender ini secara bijak, termasuk merencanakan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan transportasi dan lonjakan harga layanan publik.






















