• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon!?

fusilat by fusilat
January 18, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Dua Kali, Satu Tema: Tosser Bahlil Disambut Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kali rakyat membeli bensin, membayar listrik, mengisi pulsa, atau sekadar membeli sebungkus mie instan, ada pajak yang ikut terselip di dalamnya. Pajak itu dikumpulkan dengan dalih mulia: untuk membangun jalan, sekolah, rumah sakit, dan kesejahteraan bersama. Namun di balik retorika anggaran dan tabel APBN, muncul pertanyaan yang tak pernah benar-benar hilang dari benak publik: siapa yang sebenarnya menikmati duit pajak itu?

Jawabannya sering terlihat bukan di laporan pembangunan, melainkan di deretan mobil mewah, jam tangan miliaran rupiah, rumah bak istana, dan pesta sosialita yang berseliweran di media sosial. Di situlah istilah “pemakan duit pajak” menemukan wajahnya — bukan sekadar metafora, tetapi potret gaya hidup yang berdiri kontras dengan kenyataan rakyat pembayar pajak.

Pada era pemerintahan Jokowi, publik dikejutkan berulang kali oleh kasus pejabat pajak yang memamerkan kemewahan. Ironisnya, institusi yang bertugas menarik pajak justru menjadi etalase hedonisme. Anak pejabat memamerkan Rubicon, koleksi motor gede, hingga jam tangan berharga fantastis. Pertanyaannya sederhana: dari mana semua itu, jika gaji resmi tak pernah cukup menjelaskan?

Di level lebih tinggi, negara juga mencatat sejumlah pejabat dengan kekayaan triliunan rupiah. Sebagian berasal dari latar belakang bisnis, sebagian lain tumbuh bersamaan dengan kekuasaan. Secara hukum, kekayaan bukanlah kejahatan. Tetapi secara etika publik, kemewahan pejabat di tengah rakyat yang bergelut dengan harga beras dan biaya sekolah memunculkan jarak sosial yang menyakitkan. Kekuasaan yang seharusnya melayani, berubah menjadi panggung privilege.

Lebih gelap lagi ketika gaya hidup hedon itu bertemu dengan kasus korupsi. Nama-nama pejabat tinggi yang pernah divonis bersalah dalam skandal besar — dari parlemen, kementerian, hingga lembaga yudikatif — menyisakan cerita serupa: perjalanan luar negeri mewah, koleksi barang branded, properti berlapis-lapis, dan rekening gendut. Di titik ini, duit pajak tak lagi sekadar bocor — ia berpindah menjadi gaya hidup.

Memasuki era Prabowo, harapan publik adalah pemulihan disiplin moral kekuasaan. Namun tantangan utamanya tetap sama: bagaimana memastikan negara tidak dikelola oleh kelas elite yang hidup di menara gading kemewahan, sementara rakyat tetap menanggung beban pajak dan inflasi. Kekayaan pejabat yang dilaporkan triliunan rupiah kembali memantik tanya: apakah negara sedang dipimpin oleh pelayan rakyat, atau oleh para tuan tanah modern?

Masalahnya bukan semata angka harta. Masalahnya adalah rasa keadilan. Ketika rakyat diminta patuh pajak, diminta berhemat, diminta bersabar, sementara di sisi lain pejabat memamerkan pesta, jet pribadi, dan jam tangan seharga rumah subsidi — maka yang rusak bukan hanya kepercayaan publik, tetapi legitimasi negara itu sendiri.

Sejarah menunjukkan: negara runtuh bukan hanya karena perang, tetapi karena ketimpangan moral antara penguasa dan rakyatnya.

Karena itu pertanyaan tentang “siapa pemakan duit pajak” bukan gosip murahan. Ia adalah alarm demokrasi. Ia adalah kontrol sosial. Ia adalah hak rakyat untuk bertanya: uang kami ke mana, dan siapa yang menikmatinya?

Selama gaya hidup hedon pejabat masih dianggap kewajaran, selama pamer kekayaan tak memicu rasa malu, maka selama itu pula pajak akan terus terasa seperti upeti, bukan gotong royong.

Dan negara yang memungut pajak tanpa menjaga keadilan, pada akhirnya hanya akan memanen ketidakpercayaan.


Catatan : Figur dengan Kekayaan Sangat Tinggi (LHKPN)

📌 Era Jokowi (Presiden 2014–2024)

Pejabat di bawah pemerintahan Jokowi dikenal juga punya harta berjumlah besar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), meskipun sejumlah besar kekayaan tersebut berasal dari harta bisnis/warisan:

  • Andi Amran Sulaiman – Menteri Pertanian yang kembali menjabat di kabinet gabungan Jokowi–Prabowo, tercatat memiliki harta sekitar Rp1,19 triliun (sekitar USD jutaan).
    👉 Sebagai figur berlatar belakang pengusaha besar, kekayaannya sangat tinggi dibanding rata-rata pejabat.

  • Erick Thohir – Menteri BUMN era Jokowi dikenal sebagai pengusaha nasional dan taipan media/olahraga sebelum menjabat. Dalam laporan LHKPN terbaru, ia tercatat memiliki harta lebih dari Rp2,3 triliun.

  • Sakti Wahyu Trenggono – Menteri Kelautan & Perikanan periode lama Jokowi dan tetap menjabat di kabinet Prabowo juga memiliki kekayaan lebih dari Rp2,6 triliun menurut LHKPN.

Catatan: figur-figur di atas umumnya juga masih aktif menjadi pejabat di bawah pemerintahan Prabowo, sehingga masuk dalam daftar yang sama.


📌 Era Prabowo (Presiden 2024–sekarang)

Setelah Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden RI pada 2024, beberapa menteri di kabinetnya dilaporkan memiliki kekayaan sangat tinggi, termasuk:

  • Widiyanti Putri Wardhana – Menteri Pariwisata dengan total harta mencapai sekitar Rp5,4 triliun berdasar LHKPN.
    👉 Ini menjadikannya salah satu pejabat dengan kekayaan tertinggi di Kabinet Prabowo-Gibran.

  • Erick Thohir – Masih tercatat dalam kabinet dengan kekayaan lebih dari Rp2,3 triliun.

  • Sakti Wahyu Trenggono – Kekayaan sekitar Rp2,6 triliun.

  • Amran Sulaiman – Sekitar Rp1,19 triliun.

  • Airlangga Hartarto – Rp411 miliar lebih.

  • Bahlil Lahadalia – Rp310 miliar lebih.

➡️ Sebagian figur di atas bukan hanya kaya secara angka, tetapi juga memiliki jaringan bisnis atau latar belakang usaha besar yang menjelaskan sebagian besar kekayaannya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerintah Tetapkan Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Long Weekend Tersebar Sepanjang Tahun

Next Post

KUHP Baru: Zina dan Kohabitasi Kini Masuk Kategori Delik Aduan

fusilat

fusilat

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
KUHP Baru: Zina dan Kohabitasi Kini Masuk Kategori Delik Aduan

KUHP Baru: Zina dan Kohabitasi Kini Masuk Kategori Delik Aduan

When the State Knocks on the Bedroom Door: Understanding Indonesia’s New Criminal Code

When the State Knocks on the Bedroom Door: Understanding Indonesia’s New Criminal Code

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...