• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Gonjang-Ganjing Perberasan

fusilat by fusilat
February 23, 2023
in Feature
0
BPS Pastikan Stok beras Nasional Aman, Kementan Mengatakan Surplus, Bulog mengatakan Cadangannya Menipis. Badan Pangan Nasional Mengatakan Mengkhawatirkan.
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Angga Hermanda

Jakarta – Kekayaan alam yang melimpah membuat Indonesia memiliki bahan pangan yang beragam. Segala jenis biji-bijian dan umbi-umbian tersedia di negeri yang dilintasi garis khatulistiwa ini. Tak kalah dengan itu, sumber protein nabati dan hewani nan tinggi semestinya juga mudah didapatkan di setiap gunung, daratan, dan lautan. Tetapi apa yang kita miliki tak lantas menjadikan konsumsi rakyat memenuhi syarat beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).
Kondisi itu terjadi karena kebijakan ekonomi-politik yang merubah pola konsumsi rakyat, dari yang bermacam-macam ke jenis bahan pangan yang terbatas. Praktis secara dominan saat ini menu di meja makan kita hanya terdapat dua pilihan sumber karbohidrat, yakni beras atau gandum. Diversifikasi atau keragaman pangan kemudian kembali dikampanyekan secara berulang-ulang.

Berasisasi vs Diversifikasi

Ketergantungan akut sumber pangan rakyat terhadap beras membuat penyelenggara negara kelimpungan. Hal ini dapat ditilik dari kebijakan impor beras sebanyak 500.000 ton yang digulirkan pada akhir 2022 hingga Februari 2023. Impor beras dilatari jumlah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog saat itu jauh dari batas minimal CBP yang dianggap aman yakni sebesar 1,2 juta ton. Problem serapan gabah dan beras yang dinilai minim bertolak belakang dengan klaim produksi padi sepanjang 2022 lalu yang melebihi target.

Impor beras juga kemudian menjadi gonjang-ganjing, mengingat pada 2022 pemerintah sempat mendapatkan penghargaan Swasembada Beras dari Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI). IRRI menilai Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras dan meningkatkan ketahanan pangan nasional pada periode 2019 – 2021. Impor beras yang mencederai penghargaan tersebut menguak pertanyaan: apa sesungguhnya arti dari swasembada itu?
Advertisement

Berdasarkan ketetapan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada 1999, suatu negara bisa dikatakan swasembada jika produksi dalam negeri mencapai 90 persen dari kebutuhan nasional. Sehingga gelar swasembada tidak serta merta menjadikan Indonesia terbebas dari impor beras pada rentang 2019 – 2021. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2021 Indonesia masih mengimpor beras sebesar 407 ribu ton.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan pada 2020 dengan besaran sekitar 356 ribu ton. Jumlah impor beras yang memang tidak terlalu besar apabila dibandingkan tahun-tahun yang lampau ditunjang oleh produksi padi yang cenderung stabil. Hal ini harus diakui berkat faktor cuaca yang berhasil mencukupi kebutuhan air bagi tanaman padi. Meskipun secara luasan panen padi mengalami penurunan sebesar 2,3 persen dari 2020 ke 2021 (BPS, 2021).

Dorongan impor juga kerap dikaitkan dengan besaran konsumsi. Namun pemerintah pada awal tahun ini mengklaim telah berhasil menurunkan konsumsi beras dari 92 kg ke posisi 85 kg per kapita per tahun. Nahas penurunan itu justru disambut kenaikan konsumsi terhadap gandum. Artinya peralihan pola konsumsi dari beras ke gandum sesungguhnya lebih berbahaya, karena seluruh gandum yang ada di republik ini berasal dari luar negeri.

Kesibukan kita yang terlalu fokus menata kelola perberasan dan membiarkan pasar mengendalikan importasi gandum per tahun terus meningkat, membuat diversifikasi pangan dinilai hanya sekadar semboyan. Konversi pangan dari gandum ke bahan pangan dalam negeri seperti sorgum, sagu, dan singkong (mocaf) tidak menjadi sebuah gerakan yang masif. Sehingga tidak relevan apabila diversifikasi pangan disandarkan pada hanya sekadar project. Karena itu peran keluarga petani mesti diperkuat dalam membantu capaian keragaman pangan, terlebih dalam mengisi Dasawarsa Pertanian Keluarga FAO 2019-2028.

Solusi Antisipasi

Kebijakan impor beras yang mengundang polemik sepenuhnya belum berakhir. Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam Prognosa Neraca Pangan Indonesia 2023 memperkirakan produksi beras masih akan surplus sebanyak 5,87 juta ton. Meskipun demikian, sisa impor beras masih akan masuk ke Indonesia sampai Februari 2023 ini. Sementara pada waktu yang sama sebagian besar wilayah akan menghadapi musim panen raya padi.

Psikologis pasar dengan sisa impor beras yang masuk, dan bersamaan dengan panen raya akan menyebabkan harga gabah dan beras ditingkat petani rendah. Hal ini terjadi di tengah mekanisme Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang tidak banyak berpengaruh. Justru ditemui HPP jauh di bawah harga pasar. Oleh sebab itu, diperlukan mekanisme jaminan harga yang lebih solid, semisal harga dasar untuk padi dan beras ditingkat petani. Sehingga penetapan harga ditingkat petani berlaku untuk semua kalangan pembeli, tidak hanya diperuntukkan bagi Perum Bulog.

Selain itu, pembenahan yang nyata harus dilakukan. Terkhusus mengenai penyelarasan data antar kementerian/lembaga, atau dengan cara menyepakati satu data secara bersama menggunakan BPS. Terkait Prognosa Bapanas yang memperkirakan ketersediaan beras pada 2023 surplus diharapkan bisa dijadikan salah satu basis data. Dengan begitu kesewenangan impor yang datang tiba-tiba bisa dideteksi lebih awal dan bahkan dihindari. Apalagi tahun politik yang cukup sensitif ini tidak boleh menyeret pangan sebagai hajat hidup rakyat banyak ke pusaran kepentingan kelompok.

Angga Hermanda Sekretaris Lembaga Kajian Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan Damar Leuit

Dikutip Detik.com Kamis 22 Februari 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Palestina Menyeru Pertemuan Mendesak Komunitas Internasional Tentang Tumpahnya Darah Warga Palestina di Nablus

Next Post

Sebira Versus Siberia: Catatan untuk Anies Baswedan

fusilat

fusilat

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Utang Anies: Mukul Orang, Tapi Kena Muka Sendiri

Sebira Versus Siberia: Catatan untuk Anies Baswedan

Gempa Turki dan Kesiapsiagaan Kita

Gempa Turki dan Kesiapsiagaan Kita

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist